Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

KALIMANTAN SELATAN > KABUPATEN TABALONG > BANUA LAWAS

PENGENDALIAN HAMA WALANG SANGIT DENGAN PESTISIDA NABATI

Sumber Gambar: Goggle

 Walang sangit (L. oratorius L) adalah hama yang menyerang tanaman padi setelah berbunga dengan cara menghisap cairan bulir padi menyebabkan bulir padi menjadi hampa atau pengisiannya tidak sempurna. Penyebaran hama ini cukup luas.

Di Indonesia walang sangit merupakan hama potensial yang pada waktu-waktu tertentu menjadi hama penting dan dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai 50%. Diduga bahwa populasi 100.000 ekor per hektar dapat menurunkan hasil sampai 25%. Hasil penelitian menunjukkan populasi walang sangit 5 ekor per 9 rumpun padi akan menurunkan hasil 15%. Hubungan antara kepadatan populasi walang sangit dengan penurunan hasil menunjukkan bahwa  serangan satu ekor walang sangit per malai dalam satu minggu dapat menurunkan hasil 27%Kwalitas

gabah (beras) sangat dipengaruhi serangan walang sangit. Diantaranya menyebabkan meningkatnya Grain dis-coloration. Sehingga serangan walang sangit disamping secara langsung menurunkan hasil, secara tidak langsung juga sangat menurunkan kwalitas gabah.

Macam cara dan Bahan membuat Pestisida Nabati

  1. Bahan: Kluwek/Picung (Pagium edule).
    Bahan aktif yang ada di dalam buah kluwek: palmitic acid, oleic acid, dan linoleic acid.

Cara Pembuatan:

  1. Ambil buah kluwek dan pecahkan kulitnya.
  2. Ambil isi buah kluwek dan rendam 1 biji kluwek dalam satu gelas air selama 24 jam. Buah dihancurkan agar tercampur merata dengan air.
  3. Saring air rendaman dan encerkan dengan sepuluh liter air. Aduk hingga tercampur merata.
  4. Semprotkan ke lahan
  1. Bahan: Daun Sirsak (Annona muricata) dan Daun Tembakau (Nicotiana batacum)
    Cara Pembuatan:
  1. Ambil 50 lembar daun sirsak dan 1 ons tembakau.
  2. Dilumatkan bersama-sama
  3. Rendam dengan satu liter air selama 24 jam
  4. Air rendaman diperas dan disaring, kemudian dilarutkan hingga volumenya kurang lebih 30 liter.
  5. Semprotkan ke lahan.
  1. Bahan: brotowali 1 kilogram, kecubung 2 butir, Air 1 liter.

Cara membuat: Brotowoli dan kecubung direbus dengan 1 liter air. Air rebusan disaring. Campur larutan dengan 16 liter air. Gunakan untuk mengendalikan hama walang sangit yang menyerang tanaman. Penyemprotan pada pagi dan sore hari.

  1. Bahan :

Daun mimba 1 genggam
2.Daun mindi 1 genggam
3.Daur sirsak 1 genggam
4.Daun tembakau 1 genggam
5.Cabai merah 1 genggam
6.Umbi gadung racun 1 kepal tangan
7.Garam dapur 150 gr
8.Kapur 500 gr
9.Pupuk kandang 4 kg
10.Air 50 liter

Cara Pembuatan:
Semua bahan direndam dan diaduk-aduk dalam air kemudian dibiarkan selama 2 – 4 minggu. Air rendaman tersebut digunakan sebagai pestisida.

Cara Aplikasi:
Setiap liter air rendaman diencerkan dengan 9 liter air. Larutan kemudian disemprotkan ke seluruh permukaan tanaman

  1. Bahan :

Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan.

Keunggulan pestisida nabati adalah :

Kelemahannya adalah :

Sumber :

 

Penulis : Yuli Permana,SP - Penyuluh BPP Banua Lawas

Editor : Ermayasari,SP - Admin Cyber Extention

Tanggal Artikel Diupload : Rabu, 01 Des 2021
Tanggal Cetak : Minggu, 29 Mei 2022

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386