Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Teknik Konservasi Teras Vegetatif Alami Di lahan Miring IP2TP Samboja

Sumber Gambar:

Pemanfaatan lahan kering berlereng di IP2TP Samboja dengan kemiringan 9% sampai 35% untuk produksi tanaman pangan memerlukan penerapan teknologi konservasi tanah dan air yang tepat untuk meningkatkan produktifitas lahan secara berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan.  Konservasi tanah dan air melalui pendekatan agroekosistem dapat meningkatkan keuntungan usaha tani, memperbaiki ketahanan pangan dan meningkatkan produktifitas lahan secara berkelanjutan.  Mengelola lahan miring memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan lahan datar.  Ini disebabkan lahan miring lebih rentan terhadap erosi sehingga terjadi pengikisan lapisan bagian  atas tanah.

Untuk mengatasi hal tersebut  dapat dilakukan teknik konservasi sederhana yaitu teknik Teras Vegetatif Alami (TVA), sebuah metode  yang membantu memperkokoh lereng terjal di lahan pertanian dengan membentuk garis kontur. Kemudian  garis kontur berupa teras atau pematang ini ditanami dengan rumput seperti  Brachiaria Humidicola (BH) selain  berfungsi mencegah tanah terbawa erosi ketika hujan deras atau saat ditanami secara intensif juga berfungsi sebagai pakan ternak. Setelah itu, pematang dapat ditanami dengan jenis tanaman yang bernilai tinggi berupa tanaman pangan seperti jagung dan sorgum.  Untuk menentukan garis kontur dapat dilakukan dengan cara sederhana yaitu pembuatan ‘Bingkai A’. Bingkai A adalah alat utama yang digunakan dalam teknik TVA dan dibuat dari kayu, benang, dan pemberat (bisa menggunakan batu). Setelah dirangkai, bingkai A dikalibrasi dan digunakan untuk membuat garis kontur berupa teras selebar 50 cm pada lahan miring. Garis kontur ini lalu diberi jarak 6–10 meter tergantung dari tingkat kecuraman lahan. Berdasarkan penelitian, penerapan TVA dapat mengendalikan erosi hingga 90%. . Metode TVA juga berbiaya rendah dan sederhana, sehingga tidak memberatkan petani. Selain itu, ketika berbagai macam jenis tanaman dikembangkan di lahan, maka produktivitas dan keanekaragaman hayati pun akan meningkat. 

 ----

Penulis: Rosdina Napitupulu, S.P (Penyuluh BPTP Kalimantan Timur)

 

Tanggal Artikel Diupload : Kamis, 04 Nov 2021
Tanggal Cetak : Minggu, 29 Mei 2022

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386