Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Teknologi Pembibitan Cengkeh

Sumber Gambar: Dokumentasi BPTP Sulbar

Pembibitan adalah suatu proses penanaman bibit mulai dari bentuk biji hingga menjadi tanaman bayi dengan munculnya tunas akar dan beberapa daun kecil menjadi kecambah, yakni yang dilakukan selama beberapa hari, sehingga akhirnya bisa ditanam kembali untuk pertumbuhan tanaman buah hingga dewasa dan berbuah.

Kegiatan pembibitan dapat dilaksankan dengan dua cara  yakni : pembibitan dengan perbanyakan Benih  Generative/biji  dan pembibitan dengan perbanyakan Benih Vegetatif.

Perbanyakan tanaman secara generatif merupakan perbanyakan yang melalui proses  perkawinan antara dua tanaman induk yang terpilih melalui organ bunga pada salah satu induk, kemudian terjadi penyerbukan dan menghasilkan buah dengan kandungan biji di dalamnya. Biji ini dapat ditanam untuk menumbuhkan tanaman yang baru yang memungkinkan terjadinya variasi karakter, mulai dari sistem perakaran, batang, bunga dan daun yang tergantung dari indukan yang terpilih. seperti Varietas unggul cengkeh, yaitu Zanzibar Karo, Zanzibar Gorontalo, AFO dan Tuni Bursel.

Ada 6 rangkaian Kegiatan pelaksanaan pembibitan dengan metode perbanyakan benih generative/biji  yaitu:

Persyaratan Benih

Benih bebas hama penyakit, tidak cacat (tidak ada bekas luka atau bercak hitam yang menandakan benih terserang jamur), tidak ada bercak (yang menandakan benih terinfeksi oleh penyakit cacar daun cengkeh).

Persiapan Benih

 

 Penyiapan Benih:

Persiapan Persemaian

Lokasi persemaian dilakukan dekat rumah pembibitan agar mudah saat pemindahan bibit ke polibag.  Persemaian dibuat seperti rumah pembibitan dan sekelilingnya dipasangi daring dan diberi naungan dari paranet Untuk menciptakan keadaan lingkungan yang cocok bagi pertumbuhan awal tanaman, mengurangi  intensitas cahaya dan daya rusak air hujan. Penyemaian dilakukan pada bedengan yang telah dicangkul sedalam 15-20 cm, lebar bedengan 1,2 dengan panjang yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Pada sisi-sisinya dibuat tanggul dari bambu dengan sisi kiri dan kanan bedengan dibuat saluran drainase sedalam 20 cm dan lebar 40 cm.

Bedengan yang telah disiapkan ditaburi dengan pasir dan serbuk gergaji sebagai pengganti cocopeat, namun sebelumnya serbuk gergaji tersebut harus dicuci terlebih dahulu sampai airnya jernih dengan tujuan benih yang disemaikan terhindar dari serangan hama dan penyakit. Untuk mencegah timbulnya serangan hama dan penyakit, persemaian terlebih dahulu disiram dengan fungisida mancoseb 3 g/liter air dan insektisida Regen 2 ml/liter air serta furadan yang dihambur disekitar persemaian. Penyiraman bedengan dengan menggunakan gembor.

Selanjutnya adalah benih disemai secara berdiri dengan jarak 2 cm x 2 cm dengan kedalaman 5 cm. Calon akar menghadap ke bawah dengan permukaan benih bagian atas hampir rata dengan media tanam. Persemaian tersebut disiram dengan fungisida tiap 5 hari setelah semai. Benih akan tumbuh 2-3 minggu setelah semai. Persemaian disiram pagi dan sore hari agar kelembapan dan suhu lingkungan tetap stabil dalam proses perkecambahan.

Penyiapan Media Tanam

Media tanam didefinisikan sebagai kumpulan bahan atau substrat tempat tumbuh benih yang disebarkan atau ditanam. Media tanam merupakan campuran dari beberapa bahan yang memenuhi persyaratan, antara lain cukup baik dalam memegang air, bersifat porous sehingga air siraman tidak menggenang (becek), tidak bersifat toksik (racun) bagi tanaman, dan yang paling penting media tanam tersebut cukup mengandung unsur-unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman.

Media tanam yang digunakan pada pembibitan cengkeh terdiri atas campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Campuran tanah yang digunakan adalah tanah kebun yang subur, gembur dan bebas dari gulma  sedangkan pupuk kandang yang digunakan adalah yang sudah difermentasi. Media tanam tersebut dicampur secara merata kemudian diisikan dalam polibag. Polibag yang digunakan berukuran 17 x 25 cm dengan ketebalan 0.05 berwarna hitam logo litbang dan langsung duduk.

Disamping menunggu Pengisian media tumbuh ke dalam polibag dilakukan dengan menggunakan sekop kecil ataupun alat lain yang dapat mempermudah pengisian. Adapun cara mengisi media dalam polibag adalah sebagai berikut :

Agar penataan polibag teratur maka dalam menata harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Polibag yang ditata harus berdiri tegak, Polibag antar polibag harus rapat, Penataan polibag dikelompokkan dengan berbaris memanjang dan melabar lurus sesuai bentuk bedengan.

Penanaman/Pemindahan Benih Kepolibag

Pemindahan benih dari persemaian ke polibag dilakukan setelah benih mengeluarkan tunas (umur 2-3 minggu setelah semai) dan telah berakar  sepanjang 5-6 cm. Pemindahan benih dilakukan secara bertahap berdasarkan pertumbuhan benih dipersemaian dan benih yang kualitasnya kurang baik dibuang dibuang. Penanaman dilakukan dengan sangat hati-hati dengan cara buat lubang tanam tepat ditengah polibag kemudian tanam benih dari persemaian, tutup dengan tanah lalu dipadatkan dengan tangan dan disiram dengan air. Pada waktu penanaman akar benih harus lurus agar pertumbuhannya baik

Pemeliharaan

Selama di perbenihan, benih harus dipelihara secara intensif, yang meliputi: penyiraman, pengaturan naungan, pemupukan, penyiangan gulma, pencegahan hama penyakit dan penyulaman;

Seleksi Benih Siap Salur

Sebelum ditanam di kebun, benih diseleksi terlebih dahulu untuk mendapatkan tanaman dengan kemurnian genetik yang tinggi, pertumbuhan yang baik dan sehat.  Kriteria benih siap salur:

  1. Umur benih 8-24 Bulan
  2. Tinggi benih 40 Cm ( Umur 8 Bulan) , 90 Cm ( Umur 2 Tahun )
  3. Warna daun Hijau segar
  4. Jumlah cabang Minimal 4 (umur 8 bulan)
  5. Diameter batang Minimal 0.4 cm  (umur 8 bulan)
  6. Kesehatan Bebas OPT

Kelebihan dari pembibitan Secara generative/ langsung dengan biji/benih Cengekeh dibanding perbanyakan Vegetatif/ penyambungan/stek dll adalah:

  1. Tanaman dapat diperoleh dengan mudah dan cepat
  2. Tanaman yang dihasilkan memiliki perakaran yang kuat karena tanaman yang dihasilkan dari biji akar yang kuat terutama tanaman yang keras.
  3. Tahan penyakit yang disebebkan oleh Tanah

 

Sumber: Balitbangtan

Penulis: Marwayanti Nas (Penyuluh BPTP Sulbar)

Tanggal Artikel Diupload : Minggu, 31 Okt 2021
Tanggal Cetak : Minggu, 29 Mei 2022

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386