Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN TERNAK DOMBA

Sumber Gambar: koleksi pribadi Fauziah YA

PENDAHULUAN

 

Kambing dan domba merupakan salah satu ternak unggulan di Indonesia dengan populasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Usaha beternak kambing dan domba memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan dikarenakan tingginya permintaan kambing dan domba terutama untuk pemenuhan kebutuhan hari raya keagamaan maupun adat. Pelaku bisnis yang menekuni bidang ini juga masih belum banyak. Selain itu permintaan ekspor ke beberapa negara masih belum dapat dipenuhi.

Perkembangan populasi kambing dan domba di Indonesia hingga tahun 2019 terus mengalami peningkatan. Hingga tahun 2018 trend peningkatan rata-rata sebesar 2,5% per tahun (Outlook daging kambing/domba, Kementan, 2018). Berdasar data statistik peternakan tahun 2019, populasi ternak kambing Indonesia 18,98 juta ekor, domba 17,80 juta ekor. Selama 6 tahun terakhir, daerah sentra populasi kambing dan domba di Indonesia berada di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Meskipun bukan daerah sentra produksi domba, Provinsi Lampung memiliki populasi domba yang cukup banyak.

Domba umumnya diternakkan untuk mendapatkan produksi daging. Pemeliharaan ternak khususnya pemberian pakan sangat menentukan pertambahan bobot badan. Sehingga manajemen pakan penting untuk diketahui oleh peternak

 

PROSES PENCERNAAN PAKAN

 

Domba termasuk salah satu hewan ruminansia. Ruminansia atau dikenal juga dengan hewan memamah biak adalah hewan yang dalam aktivitas memenuhi kebutuhan perut melakukan pengunyahan kembali terhadap pakan yang sudah ditelannya. Proses pencernaan ternak ruminansia terjadi secara mekanis, fermentatif  dan enzimatis.

Pencernaan secara mekanis dilakukan di dalam mulut, hijauan pakan ternak dikunyah didalam mulut kemudian ditelan, setelah istirahat dikeluarin kembali dan dikunyah lebih halus, hal ini disebut memamah biak. Pengunyahan di dalam mulut bercampur dengan saliva (air liur) untuk membantu proses pengunyahan dan menelan makanan. Air liur memiliki pH sekitar 8,2 dan dengan kandungan sodium bikarbonat yang tinggi yang juga berfungsi sebagai buffer untuk membantu menetralkan pengaruh asam dari pakan yang dikonsumsi ternak setelah masuk ke dalam rumen.

Selanjutnya pencernaan fermentatif dan enzimatis yang terjadi pada rumen (bagian lambung terbesar di dalam sistem pencernaan ternak ruminansia). Permukaan rumen dilapisi oleh papilia. Fungsi rumen adalah tempat fermentasi oleh mikroba, tempat absorbsi VFA dan tempat pencampuran pakan. Bakteri menghasilkan enzim untuk menguraikan makanan sehingga membantu ternak memanfaatkan nutrisi yang ada di dalam pakan.

Produktivitas ternak maksimum jika kondisi rumen normal yaitu pada kondisi keasaman isi rumen (pH 6,5 – 7,0), suhu rumen 38-39oC, anaerob, setiap saat ada isinya dan kontraksi rumen konstan. Keasaman rumen dapat diatur melalui menormalkan salivasi, pemberian ransum kontinyu dan tidak berubah-ubah, pemberian pakan hijauan diawalkan, ukuran partikel pakan hijauan 2-5 cm, pemberian konsentrat dengan ukuran partikel kasar, penambahan mineral karbonat.

Pemberian ransum harus memperhatikan pemenuhan kebutuhan ternak dan pemenuhan kebutuhan mikroba rumen. Mikroba dalam rumen memegang peranan penting dalam pencernaan ternak ruminansia. Keberadaan mikroba tersebut dapat menurun akibat beberapa hal antara lain:

Dengan demikian beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan mikroba dalam rumen antara lain:

 

KEBUTUHAN ZAT GIZI

 

Zat makanan yang paling diperlukan untuk ternak adalah protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Protein merupakan materi struktural untuk membangun dan memelihara struktur tubuh, karbohidrat merupakan penyedia energi untuk produksi dan aktivitas/kerja atau deposisi lemak, sedangkan vitamin dan mineral berfungsi mengatur proses dalam tubuh atau pengaturan pembentukan tubuh. Pemberian pakan pada ternak harus mempertimbangkan beberapa hal, yaitu:

 

PENGETAHUAN TENTANG PAKAN

 

Pakan bagi domba berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan harian agar tetap bertahan hidup, untuk produksi agar menjadi besar dan gemuk serta kebutuhan untuk reproduksi (kawin bunting, beranak dan menyusui). Pakan bagi domba terdiri dari pakan utama/hijauan pakan ternak, pakan penguat (sumber energi dan sumber protein), vitamin dan mineral.

 

Pakan utama/hijauan.

Pakan hijauan merupakan sumber serat bagi ternak yang dibutuhkan sebagai penggertak rumen agar berfungsi normal (jika hijauan kurang akan mengakibatkan pH rumen  rendah) selain itu hijauan segar merupakan sumber  vitamin A, D, dan E. Beberapa hal yang mempengaruhi kualitas pakan hijauan adalah umur panen (semakin tua  tanaman  akan semakin rendah  kualitas nutriennya), imbangan daun/batang (umumnya bagian daun memiliki kualitas nutrien lebih  baik dari bagian batang atau  ranting tanaman), keadaan batang (batang kaku dan tidak lentur menunjukkan tanaman  sudah tua, lignin tinggi, dan kecernaan rendah), serta kesuburan tanah.

Jumlah kebutuhan pakan hijauan bervariasi bergantung pada status fisiologi ternak, namun demikian jumlah patokan umum bahan makanan yang dibutuhkan adalah 10% dari bobot badan. Cara penyajian pakan hijauan yaitu:

 

Pakan penguat (sumber energi dan sumber protein)

          Bahan pakan penguat terdiri dari sumber energi dan sumber protein. Sumber energi dapat berasal dari biji-bijian sumber karbohidrat, hasil samping produk pertanian dan umbi-umbian. Sedangkan sumber protein dapat berasal dari hijauan (gamal, lamtoro, turi,  kaliandra,  indigo), sisa pertanian (daun kacang, daun ketela pohon), biji-bijian (biji kedelai, biji Kapas, biji Kapuk) dan sisa hasil ikutan industri (ampas tahu, bungkil kedelai, bungkil kopra). Legume kurang disukai ternak karena mengandung racun atau antinutrisi, untuk itu sebelum diberikan legume dijemur selama 2-3 jam atau dilayukan/dibiarkan semalaman. Pakan penguat umumnya tidak terlalu banyak diberikan, sebagian besar sumber pakan penguat maksimal 35% dalam ransum namun terdapat beberapa pakan penguat dapat diberikan dalam jumlah banyak seperti jagung (maksimal 80% dalam ransum) dan gandum (maksimal 50% dalam ransum).

 

Vitamin dan mineral

          Tubuh ternak mengandung 70% air dan bila ternak          kekurangan air sampai 20% dari tubuhnya, maka akan mengakibatkan kematian. Air dibutuhkan untuk membantu proses pencernaan, kebutuhan air untuk domba sebesar 1,5-2,5 liter per hari. Air minum harus dibersihkan dan tempat minum dibersihkan 2 hari sekali. Selain air, sumber vitamin dan mineral bersumber dari hijauan dan garam. Garam dan campuran mineral dibutuhkan untuk menambah nafsu makan.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan:

 

PEMBERIAN PAKAN PADA BEBERAPA PERIODE PERKEMBANGAN DOMBA

 

Periode sebelum sapih (<4 bulan)

Pemberian pakan anak domba sebelum disapih

Upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat fungsi rumen mencapai sempurna pada domba yang belum disapih:

 

Pasca sapih (4-8 bulan)

Anak domba sudah dapat diberikan pakan penguat sumber protein seperti daun singkong dan dedak dengan jumlah yang sedikit. Komponen utama pakan yaitu hijauan.

 

Muda (9-12 bln)

          Pada domba muda, pakan utama adalah hijauan seperti rumput lapang ditambah dengan legum.

 

Induk dewasa (> 12 bln), bunting dan menyusui

          Induk betina yang siap dikawinkan atau bunting atau menyusui harus memenuhi komposisi pakan yang lebih beragam dengan komponen utama pakan hijauan dilengkapi dengan bahan penguat (sumber energi dan protein) serta vitamin dan mineral. Namun untuk induk yang menyusui sebaiknya menghindari penggunaan pakan yang berasal dari hijauan sisa hasil pertanian seperti daun singkong.

 

Pemberian pakan pada ternak domba harus memperhatikan kebutuhan pakan pada setiap fase perkembangan ternak dan nilai gizi pakan dalam upaya memaksimalkan pertumbuhan dan produksi ternak.

 

Penyusun: Fauziah Yulia Adriyani (Penyuluh BPTP Lampung)

Sumber: dari berbagai sumber

Tanggal Artikel Diupload : Jum'at, 29 Okt 2021
Tanggal Cetak : Minggu, 29 Mei 2022

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386