Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Pengendalian Penyakit Busuk Rimpang pada Jahe

Sumber Gambar: berbagai sumber

Tanaman jahe merupakan tanaman obat yang memiliki berbagai manfaat terutama di masa pandemi saat ini.  Jahe tergolong rempah rempah yang berkhasiat baik untuk kesehatan antara lain meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan pusing dan mual, mengurangi nyeri haid, membantu meredakan kembung, menurunkan kolesterol dan gula darah, membantu melawan penyakit jantung dan stroke, hingga mencegah penuaan.  Permasalahan yang dihadapi petani dalam budidaya jahe, salah satu  penyakit busuk rimpang.  

 

Gejala serangan :

a.        Perubahan warna pada daun di bagian bawah, daun berubah menjadu kuning dan berangsur-anngsur menjadi layu

b.        Pada serangan berat, rimpang menjadi busuk dan batang semu keriput

c.        Bila tanaman dicabut maka rimpang tidak segar, kering dan warnanya kehitam-hitaman

d.        Jika rimpang dibelah, maka bagian dalamnya berwarna agak gelap dan membusuk.

 

Cara Pengendaliannya :

1.     Kultur Teknis : memilih benih yang sehat dan cukup umur, drainase yang baik jika menanam di lahan, dan mengadakan    pergilitan tanaman

2.     Mekanis : melakukan pemusnahan tanaman yang terserang dengan cara membakarnya

3.     Biologis : lahan/media tanam yang terserang diberikan kompos matang atau agens antagonis seperti        Trichoderma spp.

4.     Kimiawi : menggunakan dithane M-45 (0,25%) dan Bavistin (0,25%)

 

Penyusun : Ely Novrianty (BPTP Lampung)

 

Sumber :     Sistem Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Jahe, Direktorat Sayuran  dan Tanaman Obat, Dirjen                 Hortikultura   Kementerian Pertanian.            

Tanggal Artikel Diupload : Jum'at, 29 Okt 2021
Tanggal Cetak : Minggu, 29 Mei 2022

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386