Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

PENGENDALIAN PENGGEREK BATANG PADI RAMAH LINGKUNGAN

Sumber Gambar: http://ditlin.tanamanpangan.pertanian.go.id/index.php/berita/127

Pengendalian hama ramah lingkungan bertujuan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan kerusakan lingkungan yang minimal. Ada beberapa teknik pengendalian sebagai upaya pengendalian diantaranya Pengendalian dengan Pola Tanam (Kultur Teknis), Pengendalian secara Fisik dan Mekanis, dan Pengendalian secara Biologis atau Hayati.

 

Pengendalian dengan Pola Tanam (Kultur Teknis)

Perlindungan tanaman adalah upaya menghindari dan atau menekan perkembangan hama agar populasinya tetap di bawah ambang ekonomi dengan metode pengendalian yang sesuai. Mengupayakan agar populasi hama tidak menimbulkan kerugian, melalui cara-cara pengendalian yang efektif, menguntungkan,  aman terhadap lingkungan. Pengendalian ini bersifat preventif sebagai upaya pencegahan ledakan hama yang dapat terjadi tanpa upaya awal sebelum serangan hama terjadi. Tujuan dari pengendalian dengan pola tanam atau kultur teknis adalah agar populasi hama/ organisme pengganggu tanaman meningkat dan melebihi ambang kendali.

  1. Penanaman secara serentak dalam hamparan yang luas untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi
  2. Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan padi (tergantung dari potensi lingkungan). Menanam tanaman yang berbeda-beda jenisnya dalam satu tahun dapat memutus atau memotong daur hidup PBP
  3. Pengaturan waktu  tanam  yaitu  berdasarkan  penerbangan  ngengat  atau  populasi  larva  di tunggul padi. Tanam jangan bertepatan dengan puncak penerbangan ngengat. Tanam bisa dilakukan  pada  15  hari  sesudah  puncak  penerbangan  ngengat  generasi  pertama  dan  atau 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi berikutnya apabila generasi penggerek batang padi di lapangan overlap.
  4. Pengelompokan persemaian untuk equivalen tanam yang luas sebagai upaya memudahkan kekompakan antar petani dalam kegiatan pengumpulan kelompok telur OPT Penggerek Batang Padi

 

Pengendalian secara Fisik dan Mekanis

Pengendalian OPT dengan cara mengubah faktor lingkungan fisik, sehingga dapat menimbulkan kematian dan penurunan populasi OPT.

  1. Sanitasi dengan membersihkan singgang padi sehingga Penggerek Batang Padi (PBP) tidak dapat melangsungkan hidup; membersihkan tunggul tanaman padi, baik dengan cara dibongkar, dibenamkan, maupun dibakar, agar penggerek batang padi putih selama musim kemarau tidak punya tempat bersarang
  2. Secara fisik dapat dilakukan penyabitan tanaman padi sampai ke bawah batang tanaman.
  3. Pengolahan Tanah yang baik akan menyebabkan larva dan telur telur Penggerek Batang Padi (PBP) mati. Melakukan percepatan pengolahan tanah yng pertama dan diikuti penggenangan air sekitar 10 cm agar sisa jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati
  4. Pengumpulan kelompok telur pada persemaian dan pertanaman dan memasukan ke dalam bumbung konservasi dari bamboo upaya untuk melestarikan musuh alami OPT PBP. Jangan memindahkan bibit padi yang terserang PBP di pesemaian (bibit yang berisi larva PBP)
  5. Tuntaskan pengendalian di pesemaian, dengan demikian tidak memikirkan pengendalian di pertanaman.
  6. Menangkap ngengat dengan light trap (untuk luas 50 ha cukup 1 light trap). 

 

Pengendalian secara Biologi / Hayati

  1. Pengendalian hayati;

Taktik pengelolaan hama yang dilakukan secara sengaja memanfaatkan atau memanipulasikan musuh alami untuk menurunkan atau mengendalikan populasi hama pengendalian hayati

  1. Pengendalian alami;

Proses pengendalian populasi yang berjalan sendiri tanpa kesengajaan yang dilakukan manusia, proses ini tidak hanya karena adanya musuh alami, namun juga adanya komponen-komponen ekosistem yang lain. Konservasi musuh alami dengan cara menghindari aplikasi insektisida dengan cara disemprot, dengan membuat bumbung konservasi dari bamboo.

Contoh musuh alami hama penggerek batang padi;

 

Jangkrik ekor pedang (Metioche vittaticollis atau Anaxpha logipennis; Orthroptera: Gryllidae) merupakan jangkrik pemangsa. Jangkrik ini disebut jangkrik ekor pedang karena memiliki ekor seperti pedang. Cirri lain dari jangkrik ekor pedang adalah sungutnya yang panjang sehingga dibeberapa tempat jangkrik ini juga disebut jangkrik sungut panjang.bukan hanya jangkrik dewasa, jangkrik ekor pedang muda pun merupakan pemangsa kelompok telur pengerek batang padi yang rakus.

 

Pengendalian preventif :

Sebagai tindakan preventif dalam pengendalian penggerek batang padi, memantau fluktuasi populasi penggerek batang padi perlu dilakukan secara rutin. Untuk memantau fluktuasi populasi penggerek batang padi yang berasal dari migrasi dapat menggunakan light trap.

Tanggal Artikel Diupload : Rabu, 27 Okt 2021
Tanggal Cetak : Minggu, 29 Mei 2022

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386