Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

SUMATERA BARAT > KABUPATEN SOLOK SELATAN > SANGIR

MANFAATKAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK USAHA PRODUKTIF DENGAN BUDIDAYA CABAI DALAM POLYBAG

Sumber Gambar:

MANFAATKAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK USAHA PRODUKTIF DENGAN BUDIDAYA CABAI DALAM POLYBAG

            Cabai telah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat di sumatera barat khususnya. Masalah terjadi ketika harga cabai melonjak tajam, menyikapi hal tersebut maka pemerintah menganjurkan penanaman cabai di pekarangan sehinggadapat membantu penyediaan cabai ditingkat rumah tangga secara berkelanjutan. 1.    PERLAKUAN BENIH Sebelum disemai, benih direndam dengan fungisida Previcur N dengan dosis 1-2 cc/liter air selama 1 jam atau menggunakan air hangat kuku selama 1 jam, setelah itu bneih ditiriskan. 2.    MEDIA SEMAI DAN MEDIA TANAM Media semai dan media tanam yang digunakan adalah campuran tanah dan [pupuk kandang atau kompos dengan sekam bakar dengan perbandingan 3:2:1. Media semai terlebih dahulu disterilisasi untuk menekan patogen. 3.    PENYEMAIAN Benih disemai satu persatu dalam bak semai yang sudah diisi media semai dengan cara diayak, kemudian media semai ditutup dengan mulsa plastik hitam, karung goni atau daun pisang untuk mempertahankan kelembaban. Umur 5-7 hss benih akan tumbuh kemudian tutup persemaian dibuka, setelah berumur 20-30 hari atau berdaun 4-5 helai, bibit siap dipindahkan ke polybag/pot. 4.    PENANAMAN Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar bibit mampu beradaptasi pada malam hari, sebelum bibit ditanam atau di[pindahkan, tanaman disiram dengan air sampai medianya jenuh lalu bibit dikeluarkan dari wadahnya dan ditanam dnegan hati hati. 5.    PEMELIHARAAN TANAMAN Pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman, penyiangan, serta pengendalian OPT. Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari jika tidak hujan.Penyiangan dilakukan dua minggu sekali.   6.    PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) Pengendalian OPT sebaiknya dilakukan secara mekanik yaitu dengan mengambil hama dan membunuhnya serta membakar tanaman yang sakit agar tidak menular ke tanaman lain. Selain itu juga bisa menggunakan pestisida nabati seperti minyak serai wangi dengan dosis 1-3 cc/liter air yang ditambah dengan sedikit detergen. 7.    PEMUPUKAN Pupuk susulan diberikan setelah tanaman berumur 1 bulan dengan NPK 16:16:16 dengan cara melarutkan 10 gr NPK dalam 1 liter air, kemudian larutan pupuk disiramkan pada tanaman sebanyak 200 ml per polybag. Pemberian pupuk tersebut dilakukan sekali 10 hari. 8.    PANEN DAN PASCA PANEN             Buah cabai mulai dipanen setelah berumur 70-120 HST tergantung pada  varietas dan ketinggian tempat. Lama panen tergantung kepada pemeliharaan, bisa sampai 20 kali dengan jadwal panen 2 kali seminggu. Produksi juga tergantung kepada pemeliharaan dan pupuk yang digunakan bisa mencapai 0.7-1.5 kg per batang.   Sumber:

Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP) kerjasama Dinas tanaman pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat dengan Balai pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, 2017.

Oleh : Riri Isnaini Lestari, S.Pt/  (PP Pertama pada BPP Kec.Sangir Kab. Solok Selatan)

 

 

 

 

Oleh : Riri Isnaini Lestari, S.Pt/  (PP Pertama pada BPP Kec.Sangir Kab. Solok Selatan)

 

 

 

Tanggal Artikel Diupload : Sabtu, 28 Agu 2021
Tanggal Cetak : Senin, 06 Des 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386