Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

SULAWESI SELATAN > KOTA PALOPO > SENDANA

PEMELIHARAAN TANAMAN BAWANG MERAH

Sumber Gambar: PPL Kel. Purangi

Bawang merah (Allium ascalonicum L) adalah salah satu komoditas hortikultura, biasa digunakan sebagai penyedap masakan, bahan baku industri makanan, obat-obatan dan disukai karena aroma dan rasanya yang khas.  Selain itu bawang merah merupakan sumber vitamin B, C, kalium, fosfor dan mineral.oleh karena itu untuk produksi bawang merah yang meningkat dan berkualitas tentu dengan pemeliharaan tanaman yang optimal pula.

Penyulaman

Seringkali bibit yang telah ditanam tidak tumbuh 100 % di lapangan. Untuk mempertahankan agar  populasi per hektar optimal perlu dilakukan penyulaman. Penyulaman juga dilakukan terhadap pertanaman yang pertumbuhannya  tidak  bagus  dan  terserang  penyakit.

Untuk mengganti tanaman yang kurang baik, maka dilakukan penyulaman. Penyulaman dilakukan pada tanaman yang pertumbuhan tidak sehat, diganti dengan bibit baru yang umurnya hampir sama. Penyulaman dapat dilakukan sebelum  tanaman berumur 7 hari yakni  berkisar 2 – 3 hari tanaman mulai tumbuh.  Bibit bawang merah yang digunakan untuk  sulaman merupakan bibit cadangan yang telah disiapkan bersamaan dengan bibit produksi dari persemaian. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang mati / kurang baik tumbuhnya dan ganti dengan tanaman baru pada lubang yang sama.

Jika setelah berumur 10 hari masih ada tanaman yang mati, baik karena hama maupun penyakit, kita perlu menyulam atau mengantinya. Penyulaman saat tanaman  berumur lebih dari 2 minggu akan menghasilkan tanaman yang tidak seragam, baik umur maupun waktu panennya, sehingga  akan menyulitkan perawatannya.

Bibit bawang merah  yang kita tanam dilahan tidak semuannya dapat tumbuh sempurna. Bahkan kadang – kadang ada yang mati. Hal ini selain diakibatkan cara penanaman yang tidak benar, juga diakibatkan faktor sinar matahari yang terlalu panas, hujan yang terlalu besar atau serangan hama dan penyakit.

Penyiangan

Penyiangan pertama dilakukan umur 7-10 HST dan dilakukan secara mekanik untuk membuang gulma atau tumbuhan liar yang kemungkinan dijadikan inang hama ulat bawang. Pada saat penyiangan dilakukan pengambilan telur ulat bawang. Penyiangan kedua dilakukan pada umur 30-35 HST dilanjutkan pendagiran, pembumbunan dan perbaikan bedengan yang rusak.

Penyiangan tanaman bawang merah dengan cara manual dilakukan sesuai keadaan gulma di lapangan, yaitu antara satu sampai dua kali penyiangan, dan umumnya dilakukan sebelum aplikasi pemupukan. Setelah dilakukan penyiangan gulma dilakukan dengan perbaikan bedengan tanam pada saat tanaman umur 30-40 hari.

Penyiangan pertama dilakukan dengan cara mekanik untuk membuang gulma atau tumbuhan liar yang kemungkinan dijadikan inang hama ulat bawang. Pada saat penyiangan dilakukan pengambilan telur ulat bawang tanaman bawang merah harus disiram setiap hari sampai daun pertama tumbuh. Penyiraman dilakukan dua kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. Penyiraman baru dapat dilakukan sehari sekali jika tanaman bawang merah sudah berumur 50 hari.

Ketika menyiram tanaman bawang merah sebaiknya tidak terlalu basah, karena mengakibatkan tanah bisa menjadi padat dan berdampak pada terganggunya pertumbuhan tanaman, serta terjadinya pembusukan.

Penggemburan tanah

Dilakukan pendangiran, yaitu tanah di sekitar tanaman didangir dan dibumbun agar perakaran bawang merah selalu tertutup tanah. Selain itu bedengan yang rusak atau longsor perlu dirapikan kembali dengan cara memperkuat tepi-tepi selokan dengan lumpur dari dasar saluran

Pemupukan

Pemupukan : Pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang, dengan dosis 10 ton/ha, pupuk buatan dengan dosis urea 100 kg/Ha, ZA 200 kg/Ha, TSP/SP-36 250 kg/ha. KCI 150 kg/ha (sesuai dengan kesuburan tanah)

Pengendalian OPT

Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada serangan hama dan penyakit. Hama yang menyerah tanaman bawang merah adalah ulat tanah, ulat daun, ulat grayak, kutu daun dan Nematoda Akar.

Pengendalian Hama dilakukan dengan cara:

  1. Sanitasi dan pembuangan gulma
  2. Pengumpulan larva dan memusnahkan
  3. Pengolahan lahan untuk membongkar persembunyian ulat
  4. Penggunaan Insektisida
  5. Rotasi Tanaman

Penyakit yang sering menyerang bawang merah adalh Bercak Ungu, Embun Tepung, Busuk Leher Batang, Antraknose, Busuk Umbi, Layu Fusarium dan Busuk Basah.

Pengendalian penyakit dilakukan dengan cara:

- Penyemprotan Trichoderma pada lahan tanam 15 hari sebelum pindah tanam

- Sanitasi dan pembakaran sisa tanaman yang sakit

- Penanaman benih/bibit  yang sehat

- Penggunaan fungisida yang efektif

 

Oleh : Nurhayati  A  (PPL)

Tanggal Artikel Diupload : Sabtu, 31 Jul 2021
Tanggal Cetak : Rabu, 20 Okt 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386