Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

RIAU > KABUPATEN ROKAN HILIR > RIMBA MELINTANG

Rekomendasi Pemupukan di Sawah Terpencil dan Pesisir Sungai Rokan

Sumber Gambar: Tomiri

Upaya dalam meningkatkan Produksi usaha pertanian khususnya tanaman padi tak terlepas dengan metode teknologi pemupukan berimbang, harapan adalah agar produksi meningkat secara optimal. kendala yang didahapi adalah tidak tahu dosis pemupukan dan kapan pemupukan sebaiknya dilakukan. dari hal itu Penyuluh Pertanian memberikan Penyuluhan pentingnya mengetahui Kadarhara dalam tanah sawah, serta teknologi pemupukan berimbang.

Penyuluhan Pertanian dapat dilakukan secara lansung kepada petani, baik itu secara teori maupun praktek lansung, hal ini tentunya memberikan pengetahuan penting bagi petani atau pelaku utama, selain itu tentulah penggunaan puopuk pasti sesuai dengan anjuran rekomendasi sepesifik lokasi.

Kelompok Tani Sri Rokan Desa Lenggadai Hulu Kecamatan Rimba Melintang saat ini mendapatkan penyuluhan dan Uji kadar hara tanah yang diselenggarakan oleh Petugas Penyuluh Pertanian lapangan WKPP Lenggadai Hulu, yaitu pengujian sampling tanah sawah lansung dilahan pertanian milik mereka. dan ternyata pada saat pengujian, petani banyak salah dalam melakukan aplikasi pemupukan sebelum mereka mengetahui sebenarnya, bahkan penggunaan pemupukan jenis Urea saja berlebihan hingga 200 persen dari anjuran, sedangkan pemupukan dengan jenis SP36 dilakukan setelah penanaman berumur lebih dari sebulan padi setelah tanam, ini merupakan tindakan mumazir dan tidak tepat waktu maupun dosis.

dari hasil uji Kadar hara tanah dengan menggunakan PUTS, oleh Penyuluh Pertanian Lapangan Tomiri, di lahan pertanian kelompok Tani Sri Rokan Kepenghuluan Lenggadai Hulu Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir, maka rekomendasi Pemupukan sebagai Berikut :

  1. Untuk kadar Nitrogen (N) sangat Tinggi, maka dibutuhkan pupuk urea sejumlah 100 Kg/Ha selama musim tanam.
  2. Untuk kadar Fospor (P) tinggi, maka pemupukan jenis SP-36 dibutuhkan sejumlah 50 Kg, dan dilakukan pemupukan sebelum tanam padi.
  3. Untuk kadar Kalium (K) cukup tinggi, maka kebutuhan K bisa diambil dengan jerami padi sebanyak 5 ton atau dapat diganti dengan Pupuk KCL sebanyak 25 Kg
  4. pH tanah sangat ideal yaitu 6 sd 7.

Rekomendasi ini akan menjadi acuan pemupukan petani di daerah Pesisir Sungai Rokan Hilir untuk melakukan pemupukan spesifik lokasi, dan dapat menghemat penggunaan pupuk non kimia.

(BPP Rimba Melintang)

Tanggal Artikel Diupload : Sabtu, 31 Jul 2021
Tanggal Cetak : Rabu, 20 Okt 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386