Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

SULAWESI SELATAN > KABUPATEN SINJAI > BULUPODDO

Mengenal Hama Penggerek Batang Padi dan Cara Pengendaliannya

Sumber Gambar: BPP Bulupoddo

Kerugian atau penurunan hasil produksi padi setiap musim tanam antara lain  serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti penggerek batang padi (Scirpophaga spp, chilo supersalis) fase generative (mulai pembungaan).

Gejala serangan penggerek batang padi pada fase vegetative (pertumbuhan) menyebabkan matinya pucuk ditengah disebut sundep,  tapi  serangan  pada fase ini tidak menimbulkan kerugian atau penurunan hasil produksi  yang besar, karena masih bisa keluar anakan baru jika dilakukan aplikasi / penyemprotan insektisida seperti  Furadan  3 GR (BA= Carbofuran),  Agripo 290 WSC  (Bisultap = 290 gr/lt),.  Selanjutnya dilakukan pemupukan(N;P;K) dengan komposisi   (2:1:1) atau  menggunakan pupuk NPK (18 : 15 : 15) dan Urea  2/3 bagian dari anjuran pemakaian pemupukan pertama(I).

Gejala serangan pada fase generative menyebabkan malai muncul putih dan hampa ini disebut beluk.           Kerugian/penurunan hasil produksi yang disebabkan setiap gejala beluk  berkisar  1-3%.  Dan kerugian yang terbesar terjadi bila penerbangan ngengat  bersamaan dengan fase tanaman padi bunting.dapat dikendalikan/disemprot dengan Marshal  200 EC (BA=Carbosulfan) , dan sebagainya.

Cara Pengendaliannya:

Pengendalian dengan Pengaturan Pola Tanam, 1). Penanaman secara serentak (agar makanan yang tersedia bagi penggerek batang padi terbatas); 2). Pergiliran tanaman bukan padi (memutus siklus hidup Penggerek Batang Padi); 3). Sanitasi/pembersihan gulma ditengah pertanaman padi serta dipematang  (dapat mengurangi  habitat bagi larva dan ngengat dewasa); 4). Pengaturan waktu tanam yaitu pada awal musim hujan berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva

Pengendalian secara Fisik dan Mekanik, 1). Cara fisik yaitu menyabit tanaman padi (panen)serendah mungki (2 cm) atau sampai permukaan tanah; 2). Cara Mekanik dengan memungut dan mengumpulkan telur  PBP dipesemaian

Pengendalian secara Kimiawijika  terdapat lebih dari satu kelompok telur PBP/3m2  atau intensitas serangan rata-rata  > 5%.  Penggunaan insekisida butiran/tepung pada fase fegetatif  7 hari sebelum tanam sedangkan fase generative insektisida cair (EC atau SC). Kerugian/penurunan hasil prosuksi padi yangdisebabkan oleh Penggerek batang padi yaitu fase generative maka perludilakukan penyemprotan insektisida cair jika serangannya rata-rata  5% atau mencapai 50%  seperi Virtako 300 SC, Katana 200 SC, Marshal  200 EC (BA=Carbosulfan) dansebagainya.

Oleh Safrullah,SP.,M.P

Penyuluh Pertanian madya/BPP Bulupoddo Sinjai

Tanggal Artikel Diupload : Jum'at, 30 Jul 2021
Tanggal Cetak : Rabu, 20 Okt 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386