Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Budidaya Padi Gogo (LARGO SUPER)

Sumber Gambar: Koleksi Ria Maya

Pendahuluan

 

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai besar wilayahnya merupakan lahan kering dataran rendah yang potensial untuk budidaya padi gogo. Bertanam padi gogo merupakan bagian dari  budaya masyarakat Bangka Belitung yang telah dilakukan turun temurun. Budaya menanam padi gogo/padi ladang sampai saat ini masih tetap dilakukan petani di Kepulauan Bangka Belitung satu kali dalam setahun yang biasanya dilakukan penanaman dimulai pada bulan Agustus sampai bulan September.  Padi gogo memiliki kontribusi sepertiga total produksi padi di Bangka Belitung, dengan produktivitas 1 – 1.5 t/ha. Produksi padi gogo ini memang masih rendah karena masyarakat Bangka Belitung dalam bertanam padi gogo menggunakan prinsip 5 T (Tebang hutan, Tunu/Bakar hutan, Tanam padi, Tinggalkan, Tuai hasil), artinya budidaya yang dilakukan tidak sesuai anjuran dan tidak direkomendasikan sehingga hasilnya belum optimal. Upaya peningkatan produktivitas padi gogo ini tentu dapat ditingkatkan melalui penerapan teknologi budidaya anjuran.

 

Komponen Teknologi Anjuran

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan beberapa komponen  teknologi anjuran, salah satunya adalah inovasi sistem tanam Larikan Gogo (LARGO). Inovasi sistem tanam Larikan Gogo (LARGO) bertujuan untuk mendapatkan hasil maksimal dalam upaya mendukung peningkatan produksi padi nasional. Larikan Gogo (LARGO) adalah terobosan teknologi budidaya padi gogo dengan merekayasa jumlah populasi per hektar minimal 200.000 rumpun dengan menerapkan cara tanam jajar legowo. Penanaman  dilakukan dengan alsin tabela larik pola jajar legowo 2:1 atau 4:1. Inovasi Sistem Tanam Largo terus dikembangkan dengan penambahan beberapa komponen teknologi sehingga dihasilkan Inovasi Sistem Tanam LARGO SUPER. LARGO SUPER merupakan inovasi teknologi budidaya terpadu untuk peningkatan provitas padi di lahan berbasis tanam jajar legowo 2:1. Sistem Tanam LARGO SUPER merupakan penerapan beberapa komponen teknologi antara lain (1) penggunaan benih unggul, (2) aplikasi biodekomposer, (3) pemupukan berimbang berdasarkan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) dan  pupuk hayati sebagai seed treatment, (4) Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menggunakan pestisida nabati dan pestisida anorganik, (5) Alat dan mesin pertanian, untuk tanam (ATABELA), sistem larikan mesin dan manual serta panen (combine harvester).

 

Varietas Unggul dan Benih Bermutu

 

Varietas unggul merupakan salah satu komponen utama teknologi yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi dan pendapatan petani. Penggunaan varietas unggul dan benih bersertifikat atau benih dengan vigor tinggi akan menghasilkan  bibit yang sehat dengan perakaran lebih banyak, sehingga pertumbuhan tanaman lebih cepat dan merata. Beberapa varietas unggul padi gogo yang potensi hasilnya tinggi antara lain varietas Inpago 8, 9, 10 dan 11.

 

Penyiapan Lahan

 

Penyiapan lahan dianjurkan menggunakan mekanisasi Pertanian pada saat pengolahan tanah yaitu dengan menggunakan traktor atau Cultivator.  Komponen anjuran budidaya padi gogo LARGO Super adalah penggunaan Dekomposer seperti M-Dec. Pada lahan pertanian kering penggunaan Dekomposer dapat mempercepat pelapukan bahan organik, sehingga dapat meningkatkan ketersediaan N, P, dan K pada tanah. Takaran penggunaan M-Dec 4 kg/ha.

 

Penyiapan benih dan Penggunaan Pupuk Hayati

 

Penyiapan benih dilakukan bersamaan dengan aplikasi pupuk hayati.  Penggunaan pupuk hayati  Agrimeth dianjurkan pada budidaya padi LARGO SUPER.  Pupuk hayati Agrimeth memiliki aktivitas enzimatik dan fitohormon yang berpengaruh positif terhadap pengambilan hara makro dan mikro tanah, memacu pertumbuhan, pembungaan, pemasakan biji, pematahan dormansi, meningkatkan vigor dan viabilitas benih, efisiensi penggunaan pupuk NPK anorganik, dan produktivitas tanaman. Manfaat lain dari Agrimeth adalah menghemat biaya produksi, meningkatkan produktivitas tanaman sebesar 20 – 50%, memperbaiki dan meningkatkan pertumbuhan akar, batang, daun, bunga dan buah. Pupuk ini juga dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan mikroba pathogen, menjamin kesuburan tanah pertanian tetap terjaga, aman digunakan dan bersahabat dengan lingkungan. Pupuk ini hanya diaplikasikan sekali, yakni pada saat benih akan disemai dengan  cara perlakuan benih (seed treatment) dan dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB  atau sore hari pada pukul 15.00 -17.00 WIB saat tidak hujan.

 

Penanaman 

 

Padi gogo dapat dibudidayakan secara monokultur atau tumpang sari dengan tanaman semusim atau tanaman tahunan dengan intensitas naungan maksimum 50% dan penanaman dilakukan pada awal musim hujan . Cara tanam dilakukan dengan jajar legowo yang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan populasi tanaman. Jarak tanam dan populasi tanaman mempengaruhi (1) penangkapan radiasi surya oleh individu tanaman, terutama daun untuk fotosintesis, (2) efektivitas penyerapan hara oleh akar tanaman, (3) kebutuhan air tanaman, (4) sirkulasi udara terutama CO2 untuk fotosintesis dan O2 untuk hasil fotosintesis, (5) ketersediaan ruang yang menentukan populasi gulma, dan (6) iklim mikro (kelembaban dan suhu udara) di bawah kanopi, yang juga berpengaruh terhadap perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Keenam faktor tersebut berpengaruh terhadap kualitas pertumbuhan individu rumpun tanaman padi gogo. Pada budidaya padi gogo, pengaturan jarak tanam dengan membentuk barisan tanaman yang lurus bertujuan untuk mempermudah pemeliharaan (penyiangan, penyemprotan dan pemupukan). Jarak tanam 25 x 20 cm, Larikan gogo 2 : 1  dan Legowo 4 : 1 disesuaikan dengan kesuburan tanah. Jumlah biji per lubang tanam sekitar 2-3 biji sehingga kebutuhan benih sekitar 30 kg/ha. Mekanisasi Pertanian juga digunakan pada saat penanaman yaitu menggunakan Alat Tanam Benih Langsung (ATABELA).

 

Pemeliharaan Tanaman 

 

Pemupukan Hara Spesifik Lokasi berdasarkan hasil uji PUTK Perangkat Uji     Tanah Kering (PUTK) adalah suatu alat untuk analisis kadar hara tanah lahan kering, yang dapat digunakan di lapangan dengan cepat, mudah, murah dan cukup akurat. PUTK dirancang untuk mengukur kadar P, K, C-organik, pH dan kebutuhan kapur. Prinsip kerja PUTK adalah mengukur hara P, dan K tanah yang terdapat dalam bentuk tersedia secara semi kuantitatif. Penetapan P dan pH dengan metode kolorimetri (pewarnaan). Hasil analisis P dan K tanah selanjutnya  digunakan sebagai dasar penentuan rekomendasi pemupukan P dan K spesifik lokasi untuk tanaman jagung, kedelai dan padi gogo. Kegiatan Pembersihan gulma, pengendalian hama dan penyakit mengacu pada konsep Pengendalian Hama secara Terpadu (PHT).

 

 

Panen dan Pascapanen

 

Panen merupakan kegiatan akhir dari proses produksi padi di lapangan dan      faktor penentu mutu beras, baik kualitas maupun kuantitas. Panen dilakukan pada saat tanaman matang fisiologis yang dapat diamati secara visual pada hamparan tanaman padi, yaitu 90-95% bulir telah menguning atau kadar air gabah berkisar 22-27%. Padi yang dipanen pada kondisi tersebut menghasilkan gabah berkualitas baik dan rendemen giling yang tinggi. Panen sebaiknya dilakukan dengan menggunakan alat dan mesin panen untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja. Seperti contohnya alat panen Combine harvester, merupakan alat pemanen produk Balitbangtan. Alsin ini menggabungkan kegiatan pemotongan, pengangkutan, perontokan, pembersihan, sortasi, dan pengantongan gabah menjadi satu rangkaian yang terkontrol, Setelah itu Gabah perlu dikemas untuk menghindari tercecernya gabah selama pengangkutan. Pengangkutan gabah umumnya menggunakan truk, bak terbuka, gerobak dorong, sepeda motor atau sepeda. Kemudian Pengeringan dapat dilakukan di bawah sinar matahari langsung atau dengan mesin pengering. Penjemuran sebaiknya beralas terpal dengan tebal lapisan gabah 5-7 cm dan dilakukan pembalikan setiap 2 jam sekali. Penjemuran dihentikan setelah kadar air gabah mencapai 14% (Gabah Kering Giling/GKG). Gabah dikemas dalam karung atau kantung plastik yang berfungsi sebagai wadah, melindungi gabah dari  kontaminasi, dan mempermudah pengangkutan.

Tanggal Artikel Diupload : Kamis, 29 Jul 2021
Tanggal Cetak : Rabu, 20 Okt 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386