Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

MENGENAL TANAMAN LADA PERDU DAN CARA MERAWATNYA

Sumber Gambar: BPTP LAMPUNG

PENDAHULUAN

Lada semenjak puluhan tahun silam sudah dikenal dengan sebutan The King of Spice atau raja rempah-rempah. Lada atau merica adalah tanaman budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Jika dibandingkan dengan komoditas pertanian lainnya, harga jual lada jauh lebih menggiurkan. Ada dua jenis tanaman lada yang dikenal masyarakat, yaitu lada panjat dan lada perdu. Di sentra-sentra penghasil lada tanaman ini merupakan primadona bagi petani. Harga jualnya yang relatif tinggi menjadi daya tarik bagi petani untuk membudidayakan tanaman rempah ini, tidak hanya dijual di pasar lokal, tetapi juga  salah satu komoditas penting perdagangan dunia.

Sebagai wilayah sentra lada yang terkenal dengan sebutan black pepper, Lampung melalui BPTP Lampung, kebun percobaan Natar saat ini mengembangkan budidaya lada perdu. Lada perdu merupakan solusi dalam budidaya lada tanpa tiang panjat (lebih murah), mempercepat produksi, juga dapat dikembangkan di pekarangan rumah dengan menggunakan pot/polybag. 

LADA PERDU DAN KELEBIHANNYA

Pembibitan

Penanaman

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman lada perdu meliputi : a) penyiangan, b). perompesan bunga, c). penyiraman, d). perbaikan guludan, e). pemberian mulsa, f). perbaikan saluran pembuangan air.

Guludan harus selalu bersih bebas dari gulma, dengan cara penyiangan terbatas, dengan menyiangi gulma di sekitar batang tanaman/tajuk.

Tanaman lada perdu biasanya sudah berbunga pada umur ± 1 tahun setelah dipindah ke lapang. Bunga yang muncul harus segera dibuang sampai tanaman berumur ± 1,5 tahun

Penyiraman sangat diperlukan terutama pada awal penanaman, setelah tanaman cukup kuat maka penyiraman dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk mempertahankan bentuk dan tinggi guludan, lakukan perbaikan guludan dengan cara menaikkan kembali tanah yang terkikis air sekaligus pengendalian gulma

 

Pemberian mulsa, baik mulsa plastik maupun mulsa alam, sangat dianjurkan terutama pada musim kemarau. Selain untuk mempertahankan kelembaban pada tanah juga berguna sebagai pupuk organik dan dapat menekan pertumbuhan gulma

Perbaiki saluran drainase dengan tujuan menghindari terjadinya genangan air di areal kebun lada perdu yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman dan dapat menjadi sumber patogen.

Untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman, lakukan penyemprotan pestisida 1 kali sebulan atau sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit, bisa dengan menggunakan agensi hayati dan biopestisida. Penyakit yang sering menyerang lada perdu yaitu penyakit busuk pangkal batang dapat dikendalikan dengan penggunaan agensi hayati Trichoderma. Sedangkan biopestisida yang biasa digunakan untuk mengendalikan hama lada perdu antara lain ekstrak biji bengkuang, tepung cengkeh, dan ekstrak akar tuba.

 

PANEN

Pada tahun pertama bunga yang tumbuh dibuang, agar tanaman tumbuh dengan kokoh dan rimbun terlebih dahulu.  Lada perdu mulai berproduksi pada umur 2 tahun, dan panen selanjutnya dilakukan setiap tahun sampai tanaman berumur lebih dari 10 tahun, tergantung pemeliharaan. Panen pertama dapat menghasilkan ± 200 gram lada kering/tanaman. Panen berikutnya akan meningkat sampai ± 300 gram lada kering/tanaman. Setelah itu, bunga mulai dibuahkan dan pemanenan buah dilakukan selang 9 bulan ke atas. Setelah itu pemanenan lada bisa dilakukan rutin setiap 1 minggu sekali. Lada siap dipanen dengan ciri tangkai sedikit menguning dan buahnya berwarna kuning atau merah. Pemanenan lada dilakukan dengan cara memetik pangkal tangkai buah kemudian di pipil.

Sumber            :   BPTP Lampung dan  sumber lainnya

Penyusun         :   Nasriati

 

Tanggal Artikel Diupload : Rabu, 28 Jul 2021
Tanggal Cetak : Rabu, 20 Okt 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386