Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI HIBRIDA

Sumber Gambar: Internet

Seiring meningkatnya populasi manusia Pemintaan terhadap beras juga meningkatkan namun disisi produksi masih jauh dari target hal demikian disebabkan karena penggunaan variatas yang kurang baik bahkan karena keterbatasan kemampuan genetik tanaman. Melihat kondisi saatn ini, sesuai tujuan pembangunan pertanian yang lebih memfokuskan kepada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, maka program intensifikasi padi sudah selayaknya mendapat perbaikan dan penyempurnaan dari berbagai aspek.

Padi hibrida berperan untuk meningkatkan produksi. Teknologi pengembangan padi hibrida yang diterapkan secara intensif di daerah asalnya China, India dan Vietnam mampu meningkatkan produktifitas sebesar 15 - 20 %. Keberhasilan penanaman padi hibrida secara intensif menunjukkan bahwa varietas padi hibrida merupakan teknologi yang praktis dalam peningkatan produksi padi. Adapun teknologi budidaya yang diterapakan pada Varietas Hibrida sebagai berikut:

 

Persiapan Lahan /Penyiapan Lahan:

Pada Prinsipnya lahan untuk budidaya padi hibrida sama dengan penyiapan lahan untuk budidaya padi biasa (inhibrida) yakni:

 

Persemaian

 

Penamaan

Penanaman dilakukan pada saat bibit berumur 10 - 15 hari. Jarak tanam 20 x 20 cm, satu tanaman per rumpun. Populasi bibit di persemaian lebih jarang dari pada yang bisa dipraktekan petani, sehingga pada umur 21 hari bibit telah mempunyai anakan. Sebelum penanaman/persemaian dilakukan pemilihan varietas. Varietas yang digunakan pada bididaya padi hibrida ini adalah varietas Dari hasil uji coba yang telah dilaksanakan telah didapat beberapat beberapa varietas padi hibrida yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian maupun introduksi dari negara China, Vietnam, Jepang dan lain-lain yaitu : Varitas rokan, Varietas Maro, Varietas Intani 1, Varietas Intani 2, Varietas Miki 1, Varietas Miki 2dan Varietas Miki 3.

 

Pemupukan

Pemupukan ini sangat penting untuk dilakukan. Adapun anjuran pemupukan padi hibrida adalah :

Musim Kemarau

Musim Hujan

 

Penyiangan

Penyiangan dilakukan secara intensif agar tanaman tidak terganggu gulma, yang dilakukan paling sedikit 2 kali yaitu menjelang pemupukan ke 2 dan ke 3. Padi hibrida yang ada pada saat ini peka terhadap penyakit tungro dan hama wereng coklat. Maka padi hibrida yang dikembangkan di daerah endemis hama dan penyakit perlu diterapkan PHT dengan monitoring keberadaan tungro dan kepadatan populasi wereng secara intensif. Perhatikan juga serangan tikus sejak dini dan monitoring penerbangan ngengat penggerek batang.

 

Panen dan Pasca Panen: 

Pada prinsipnya secara panen dan pasca panen padi hibrida tidak beda dengan padi biasa (inhibrida). Penentuan saat panen sangat berpengaruh terhadap kualitas gabah. Tanaman padi yang dipanen muda juga digiling akan menghasilkan banyak beras pecah. Ciri-ciri tanaman padi yang siap untuk dipanen adalah :

Peralatan panen dapat digunakan sabit bergerigi atau reaper dan dilaksanakan secara beregu. Hasil panen dimasukan kedalam karung kemudian dirontokkan dengan pedal thresher atau power thresher. Keterlambatan perontokan dan pengeringan akan mengakibatkan butir kuning.

Selama perontokan agar menggunakan alas dari anyaman bambu, tikar plastik, sehingga gabah hasil perontokan mudah dikumpul kembali. Gabah setelah dirontok dibersihkan dari kotoran gabah hampa dan benda asing lainnya. Pembersihan gabah akan mempertinggi efisiensi pengolahan hasil, mempertinggi daya simpan dan harga jual per satuan berat.

Pengeringan agar menggunakan lantai jemur, bila tidak ada panas matahari dapat menggunakan dryer. kematangan gabah dan alat penggilingan sangat menentukan rendemen, tingkat kehilangan hasil dan mutu beras. Umur tanaman yang belum optimal dan tidak seragam akan menurunkan mutu berat dan rendemennya.

Penyusun: Marwayanti Nas ( BPTP Sulawesi Barat)

Referensi: Balitbangtan BB Padi

Tanggal Artikel Diupload : Selasa, 13 Jul 2021
Tanggal Cetak : Kamis, 23 Sep 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386