Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

PUPUK ORGANIK DAN PUPUK HAYATI SALAHSATU SOLUSI MENGATASI KEKURANGAN PUPUK BERSUBSIDI

Sumber Gambar: Pusat Penyuluhan Pertanian

[ JAKARTA ] Pupuk merupakan hal yang penting bagi pertanian oleh karena itu pupuk menjadi barang yang sangat dibutuhkan. Pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi untuk meningkatkan produktivitas. Petani harus bisa mengelola pupuk dengan sebaik-baiknya. Pengelolaan pupuk bersubsidi mulai dari eRDKK dilanjutkan direkap oleh dinas kabupaten, propinsi, kementerian pertanaian, lalu diusulkan ke Presiden. Kementerian Keuangan yang menentukan alokasi pupuk yang akan diberikan.

Setiap tahun Kementerian Pertanian mengajukan pupuk bersubdidi sebanyak 24 juta ton pupuk, namun pemerintah hanya mampu mengalolasikan 9 juta ton saja. Hanya 40% alokasi subsidi pupuk dari pupuk yang kita perlukan. Ini yang harus jadi perhatian. Penyuluh pertanian harus paham hal tersebut, dan menginformasikan kepada petani dilapangan.

Menteri Pertanian(Mentan),Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan kebijakan pupuk bersubsidi dikeluarkan bukan untuk memberatkan petani. Tetapi justru untuk membantu petani memperlancar usaha taninya.“Pupuk subsidi dikeluarkan untuk mendukung aktivitas usaha tani para petani. Jadi tidak ada kebijakan menjual pupuk subsidi secara paket. Petani bisa mendapatkan pupuk tersebut sesuai dengan kebutuhannya," ujar Mentan SYL.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada agenda kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 16 yang dilaksanakn pada hari selasa (13/07/2021) secara virtual mengatakan Pupuk bersubsidi tidak akan mencukupi kebutuhan petani, karena anggaran pemerintah terbatas. Produsen pupuk hanya bisa memproduksi 13 juta ton tiap tahunnya, 9 juta ton untuk subsidi dan sisanya dijual non subsidi dan ada yang ekspor.”Pemupukan seperlunya saja, tidak berlebihan. Jika pupuk berlebih bisa mencemari lingkungan”. jelas Dedi.

Hal senada dikatakan oleh A.Kasno, Peneliti Utama Balai Penelitian Tanah yang hadir pada kegiatan Ngobras sebagai narasumber. Beliau mengatakan diperlukannya pemupukan berimbang untuk meningkatkan produksi pertanian. “Pemberian pupuk berimbang harus di cek dulu keadaan tanahnya untuk keperluan pemberian pupuk”. jelas Kasno.

Dengan adanya kekurangan pupuk bersubsidi, dapat dilakukan beberapa solusi untuk mengatasinya yang pertama bisa dengan cara meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, dengan pemupukan berimbang.

Solusi yang kedua yaitu dengan menggunakan pupuk organik, hayati dan mikroorganisme lokal sebanyak-banyaknya. Tanah sangat lapar bahan organik. Kebutuhan pupuk kimia bisa dikurangi setengahnya jika dikombinasikan dengan pupuk organik. Yang terakhir dengan menerapkan 6 (enam) tepat yaitu tepat jenis, dosis, waktu, formulasi, penggunaan atau implementasi.hvy  

Tanggal Artikel Diupload : Selasa, 13 Jul 2021
Tanggal Cetak : Kamis, 23 Sep 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386