Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

ANEKA OLAHAN UMBI GARUT

Sumber Gambar: cookpad.com

Kesadaran masyarakat terhadap makanan yang sehat makin tinggi.  Tanaman garut merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang menjadi pilihan masyarakat dan sumber karbohidrat potensial untuk dikembangkan menjadi pangan alternatif pengganti tepung terigu. Kandungan gizi garut tiap 100 gram umbi garut mengandung air 69,0-72,0%, pati 19,4-21,7%, protein kasar 1,0-2,2%, lemak 0,1%, serat kasar 0,6-1,3%, dan abu 1,3-4,0%. Umbi Garut memiliki kandungan serat yang tinggi, kandungan kolesterol yang sangat rendah, tidak mengandung purin yang menyebabkan asam urat tinggi dan mengandung barium untuk mempercepat pencernaan serta kandungan karbohidrat yang cukup tinggi.

Umbi garut yang masih muda maupun yang sudah tua dapat dimanfaatkan, jika umbi yang masih muda digunakan untuk makanan ringan dengan cara merebus, mengukus atau membakarnya lebih dulu. Sedangkan umbi yang sudah tua umumnya dapat diambil patinya atau digunakan untuk membuat tepung garut. Selain olahan tersebut, dapat diolah menjadi berbagai olahan lain seperti emping garut, keripik garut, jenang garut, brownis kukus, kue semprit dan lain sebagainya.

 

Aneka olahan umbi garut, antara lain :

1.  Pati Garut

Umbi garut yang akan diolah menjadi pati sebaiknya dipanen pada umur 10 bulan setelah tanam, karena rendemen pati dan kandungan amilosanya tinggi. Kadar amilosa pati garut meningkat seiring dengan bertambahnya umur umbi.
Pati garut dapat dimanfaatkan sebagai subsitusi terigu dalam pengolahan pangan.  

Cara memperoleh pati garut, Langkah pertama umbi dicuci yang bersih kemudian digiling dengan menggunakan mesin penggiling, lalu disaring sehingga diperoleh larutan pati.  Langkah kedua larutan tersebut diendapkan kemudian dibuang airnya.  Langkah ketiga pati yang basah dicuci dengan menambahkan air, diaduk lalu diendapkan.  Pencucian pati sebaiknya dilakukan 3-4 kali agar diperoleh pati yang berwarna putih.

 

2.  Tepung Garut

Kandungan nutrisi tepung garut adalah asam folat, vitamin B, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, dan lain-lain. Keunggulannya dibanding dengan tepung terigu yaitu tepung garut tidak mengandung gluten, sedangan tepung terigu memiliki kandungan gluten yang tinggi yang tidak baik untuk kesehatan.

Cara Membuat Tepung Garut, sebagai berikut :

 

3.  Emping Garut

Emping biasanya terbuat dari melinjo, tetapi embing bisa terbuat dari umbi garut dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Pengolahan emping garut sebaiknya menggunakan umbi yang dipanen pada umur 6−8 bulan setelah tanam. Rendemen emping garut dari umbi yang dipanen pada umur 6 bulan setelah tanam lebih tinggi (24,55%) dibandingkan dengan umbi yang dipanen pada umur 8 dan 10 bulan setelah tanam.  Selain rendemen. Kadar serat emping garut pada umbi yang dipanen pada umur 6 bulan setelah tanam lebih kecil yaitu 2,98% pada kadar air 2,24%, dibanding pada umur panen 8 dan 10 bulan setelah tanam.

Cara pembuatannya : umbi garut dipotong sekitar 10 cm dari ujungnya, karena bagian ini tidak terlalu banyak mengandung serat. Setelah itu umbi dikupas dan dicuci hingga bersih. Umbi dikukus sekitar 15 - 60 menit sampai umbi terasa kenyal dan lengket. Kemudian umbi dipotong-potong sebesar 1 - 2 cm untuk umbi yang besar dan 2 - 3 cm untuk umbi yang kecil agar emping yang dihasilkan dapat seragam bentuknya. Umbi yang dipotong ditumbuk pelan-pelan dengan dialasi plastik. Pengeringan emping dilakukan dengan menjemur dibawah sinar matahari selama 2 - 5 hari. Emping garut juga dapat dijual matang dengan cara menggorengnya terlebih dahulu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.  Keripik Garut

Keripik garut tidak kalah dengan keripik jenis umbi lainnya, menjadi pilihan alternatif bagi penggemar makanan ringan. 

Cara pembuatan keripik garut yaitu umbi dicuci lalu diiris-iris setebal 0,5 cm. Irisan tersebut di taburi garam, diaduk sampai rata dan didiamkan setengah jam agar lunak dan hilang getahnya. Dicuci dan ditiriskan kemudian dikukus sampai kering. Irisan itu digoreng dalam minyak panas, apinya dijaga jangan sampai kental, kemudian masukkan esen dan aduk sampai rata. Api dikecilkan dan keripik dimasukkan dalam adonan gula dan diaduk sampai rata. Setelah rata diangkat dan dianginkan sampai dingin. Selanjutnya siap disantap atau dipak dalam kantong plastik untuk dijual.

 

5.  Jenang Garut

Jenang garut merupakan olahan dari tepung garut yang disajikan dengan parutan kelapa. 

Cara membuat jenang garut, sebagai berikut :

 

6.  Brownis Kukus Garut

Brownis kukus biasanya dibuat dari tepung terigu, ternyata dapat juga dibuat dari tepung garut. 

Bahan-bahan yang disiapkan : 6 sdm tepung garut,  6 sdm coklat bubuk, 8 sdm gula pasir, 2 butir telur, 6 sdm mentega yg sudah dicairkan 6 sdm air 6 sdm susu cair dan  1/2 sdt baking soda

Cara pembuatannya, sebagai berikut :  Kocok telur dan gula pasir sampe larut: Masukkan coklat bubuk, susu, tepung garut, baking soda, mentega dan air lalu diaduk rata: Tuang ke cetakan yang sudah dioles mentega dan kukus selama 30 menit, angkat dan sajikan dengan toping sesuai selera

 

7.  Kue Semprit

Olahan kue kering juga yang dapat dibuat dari tepung garut yaitu kue semprit.

Bahan-bahannya : 225 gr margarin, 225 gr gula halus, 450 gr tepung garut, 1 kuning telur, 1 sdm putih telur, 1 sachet santan kara 65ml, 100 gr keju parut halus, Secukupnya pewarna makanan/ pasta pandan, dan topping sesuai selera (keju parut dll).

Cara membuatnya, yaitu :

 

Penulis : Ely Novrianty (BPTP Lampung)

 

Sumber :

Empinggarutmadiun.blogspot.com. (2017). Produk Produk Olahan dari Tanaman Garut. Diakses pada 6 Juli 2021, dari https://empinggarutmadiun.blogspot.com/2017/03/produk-produk-olahan-dari-tanaman-garut.html

Cookpad.com. Resep Tepung Garut. Diakses pada 7 Juli 2021, dari https://cookpad.com/id/cari/tepung%20garut

Tanggal Artikel Diupload : Selasa, 13 Jul 2021
Tanggal Cetak : Kamis, 23 Sep 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386