Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

JENIS PUPUK ORGANIK

Sumber Gambar: http://www.gogle.com/.....

Pupuk organik dapat terbentuk dari hasil penambahan bahan organik  secara terus menerus hasil pelapukan sisa tanaman secara alami maupun penambahan yang diatur oleh manusia. Bahan organik tanah yang secara alami bertambah terus dapat dijumpai pada lahan vegetasi hutan yang belum diganggu.  Pada lahan dengan tanaman budidaya, penambahan bahan organik lebih banyak terjadi didaerah perkebunan atau hutan industri.  Di lahan petani terutama lahan budidaya tanaman pangan, penambahan bahan organik makin langka.  Tetapi sebagian petani hortikultura masih rajin menggunakan bahan organik berupa pupuk kandang.

 

Macam-macam pupuk organik

Saat ini telah banyak ditemukan macam-mamcam pupuk yang berasal dari bahan organik yaitu; 1) pupuk kandang; 2) pupuk kompos; 3) pupuk organik segar/hijauan; 4) tanaman lorong; 5) pupuk guano; dan 6) tanaman penutup tanah (cover crop).

 

Pupuk kandang

Pupuk kandang adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan. Disebut pupuk kandang karena biasanya diperoleh dari hewan yang dikandangkan bercampur dengan sisa jerami dan urine. Kualitasnya bervariasi dari kotoran sapi/kerbau, kambing atau ayam.  Kotoran ayam lebih banyak bercampur dengan sisa-sisa makanan ayam.  Waktu pematangan pupuk kandang dapat dicapai dalam waktu 1-3 bulan. Kualitas pupuk kandang bervariasi tergantung jenis makanan hewannya. Umumnya petani menggunakan kotoran kambing karena selain bisa langsung digunakan, kotoran kambing mempunyai rasio C/N yang rendah. 

 

Pupuk Guano

Pupuk guanoadalah pupuk alami yang merupakan hasil timbunan kotoran burung pada suatu tempat (di gua) yang berlangsung dalam waktu lama. Pupuk guano yang murni sudah mempunyai kualitas cukup baik, namun karena terletak diatas tanahmaka pada waktu pengambilan kotoran tersebut sering tercampur dengan tanah.  Pupuk guano biasanya digolongkan pada pupuk fosfat alam, karena mempunyai kadar fosfat cukup tinggi.

 

Pupuk kompos

Pupuk kompos adalah pupuk yang dibuat dari sisa-sisa tanaman (terutama daun-daunan mudah lapuk) atau sisa hasil panen dengan proses pemeraman selama  beberapa bulan.  Ada beberapa cara untuk membuat pupuk kompos yaitu dengan pengolahan tradisional oleh petani dan olahan oleh pabrik. Pembuatan kompos secara tradisional yaitu dengan membuat lubang didalam tanah, kemudian sisa-sisa daun atau sampah dari tanaman dimasukkan lalu ditutup tanah. Penyiraman dilakukan secara alami oleh air hujan  merupakan penyiraman alami atau penyiraman dilakukan oleh petani. Cara lain yaitu mencampur daun-daunan atau sisa tanaman dengan kotoran hewan, urea dan kapur, kemudian ditutup plastik dengan memberikan aerasi. Kompos pabrik dibuat dengan bahan dasar sampah organik kota, yang kemudian hancurkan sampai halus, selanjutnya diproses menjadi pupuk granul/bentuk butiran.

 

Pupuk organik segar/hijauan

Pembuatan pupuk organik segar dalam tanah dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: 1) pemberian bahan serasah; 2) pemberian pupuk hijau; 3) hasil pangkasan tanaman lorong; dan 4) penanaman tanaman penutup (cover crop).

Pemberian bahan serasah, yaitu pupuk yang berasal dari serasah dari sisa-sisa tanaman kering atau hasil panen yang terdapat di permukaan tanah atau pada tanaman budidaya yang disebarkan di permukaan tanah berupa mulsa (mulch). Fungsi mulsa dalam tanah antara lain untuk : menjaga kelembaban tanah (karena mengurangi penguapan air), dapat menahan tekanan butir-butir air hujan dan mengurangi erosi, memperbanyak kehidupan organisme tanah, menekan pertumbuhan gulma dan memperbaiki struktur tanah. Pemberian mulsa umumnya diberikan pada permukaan tanah terutama pada lahan kering yang ditanami tanaman hortikultura. 

 

Pemberian pupuk hijau, pupuk hijau biasanya berasal dari tanaman legum (leguminoseae) atau beberapa tanaman perdu seperti pohon crotalaria sp dan flemingia sp, yang dipanen secara periodik sewaktu tanaman masih segar kemudian dibenamkan kedalam tanah atau disebarkan dipermukaan tanah yang dapat membusuk dengan cepat. Pupuk hijau bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan efisiensi pemupukan tanaman.

 

Tanaman lorong, penanaman dengan sistim lorong bertujuan untuk memperoleh bahan organik (yang berasal dari pangkasan tanaman lorong)  dengan cepat agar dapat diserap kedalam tanah. Manfaat lain adalah, jalur tanaman lorong tersebut makin lama dapat membentuk teras yang dapat mencegah dan mengurangi bahaya erosi. Sistem pertanaman lorong, dapat dikembangkan untuk semua jenis tanah pada semua tipe iklim terutama di lahan kering. Tanaman lorong yang baik adalah Flemingia congesta.  

 

Penanaman tanaman penutup (cover crop), tanaman penutup tanah adalah tanaman pada lahan kering yang dapat menutup seluruh permukaan tanah dengan tujuan untuk menekan pertumbuhan gulma, memberikan bahan organik pada tanah, mengatur kelembaban dan suhu tanah, serta meningkatkan kesuburan. Karena itu dipilih tanaman yang mempunyai pertumbuhan cepat, memberikan biomas (terutama daun-daunan) yang banyak dan mudah lapuk. Tanaman penutup tanah umumnya dikembangkan di lahan perkebunanyang bertujuan untuk menekan pertumbuhan gulma, memberikan bahan organik pada tanah, mengurangi tenaga kerja dalam pemeliharaan kebun.  Karena itu dipilih tanaman legume yang tidak mengganggu pertumbuhan tanaman utama. (Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com)

Tanggal Artikel Diupload : Sabtu, 10 Jul 2021
Tanggal Cetak : Rabu, 20 Okt 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386