Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Menentukan Metode Panen Dalam Memproduksi Benih Secara Mandiri

Sumber Gambar: banyumasdaily.com

Sebelum melakukan pemanenan yang perlu dipertimbangkan adalah menentukan metode panen dan menentukan saat panen. Hal tersebut penting karena Hasil padi yang berkualitas tidak hanya diperoleh dari penanganan budi daya yang baik saja, tetapi juga didukung oleh penanganan panennya. Keterlambatan panen menyebabkan produksi menurun karena gabah banyak yang rontok.

Pemanenan padi harus dilakukan pada umur panen yang tepat, menggunakan alat dan mesin panen yang memenuhi persyaratan teknis, kesehatan, ekonomi dan ergonomis, serta menerapkan sistem panen yang tepat. Ketidaktepatan dalam melakukan pemanenan padi dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu hasil yang rendah.  Pada tahap ini, kehilangan hasil dapat mencapai 9,52 % apabila pemanen padi dilakukan secara tidak tepat.

Waktu panen padi yang tepat yaitu jika gabah telah tua atau matang. Waktu panen tersebut berpengaruh terhadap jumlah produksi, mutu gabah, dan mutu beras yang akan dihasilkan. Hasil padi yang berkualitas tidak hanya diperoleh dari penanganan budi daya yang baik saja, tetapi juga didukung oleh penanganan panennya. Keterlambatan panen menyebabkan produksi menurun karena gabah banyak yang rontok. Waktu panen yang terlalu awal menyebabkan mutu gabah rendah, banyak beras yang pecah saat digiling, berbutir hijau, serta berbutir kapur. Panen padi untuk konsumsi biasanya dilakukan pada saat masak optimal. Adapun panen padi untuk benih memerlukan tambahan waktu agar pembentukan embrio gabah sempurna .

Saat panen di lapangan dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti tinggi tempat, musim tanam, pemeliharaan, pemupukan, dan varietas. Pada musim kemarau, tanaman biasanya dapat dipanen lebih awal. Jika dipupuk dengan nitrogen dosis tinggi, tanaman cenderung dapat dipanen lebih lama dari biasa.

Panen yang baik dilakukan pada saat cuaca terang. Secara umum, padi dapat di panen pada umur antara 110–115 hari setelah tanam.

Kriteria tanaman padi yang siap dipanen dapat dilakukan dengan dua cara yaitu visual / fisik maupun secara teoritis. Secara visual/penampakan ditunjukkan dengan melihat warna kulit, bentuk buah, ukuran, perubahan bagian tanaman seperti daun mengering yang diperlihatkan oleh menguningnya daun bendera dan bulir padi mencapai 90%. Umur tanaman padi mencapai umur yang tertera pada deskripsi, daun bendera dan 90% bulir padi telah menguning malai padi menunduk karena menopang bulir-bulir yang bernas.

Terdapat 4 stadia masak dalam proses pemasakan bulir yaitu stadia masak susu, stadia masak kuning, stadia masak penuh dan stadia masak mati. Saat panen untuk gabah konsumsi sebaiknya dilakukan pada stadia masak kuning sedang gabah untuk benih, dipanen pada stadia masak penuh. Stadia masak kuningTanda-tandanya; seluruh tanaman tampak kuning; dari semua bagian tanaman, hanya bulu-bulu sebelah atas yang masih hijau; isi gabah sudah keras, tetapi mudah pecah dengan kuku; stadia masak kuning terjadi 7 hari setelah stadia masak susu. Sedangkan  stadia masak penuh dengan tanda-tandanya; buku-buku sebelah atas berwarna kuning sedang batang-batang mulai kering; isi gabah tidak dapat/sukar dipecahkan; pada varietas-varietas yang mudah rontok stadia ini belum terjadi kerontokan; stadia masak penuh terjadi 7 hari setelah stadia masak kuning.

 

Setelah areal tanam memenuhi criteria panen segera laksanakan pemanenan caranya:1.Keringkan lahan pertanaman 7-10 hari sebelum padi di panen ;2.Gunakan alat panen yang baik. Cara manual menggunakan ani-ani.       b. Alat potong mekanis : sabit, sabit bergerigi dan dengan alat “Combine harvester”/mesin.

Kalau petani bisa berhasil dalam memproduksi benih yang bermutu yang memenuhi kriteria perbenihan maka akan memberikan kontribusi positif terhadap penyediaan benih secara mandiri. Apalagi kalau  kalau bisa bersinergi dengan lembaga benih maka hasilnya akan lebih meyakinkan mutunya.

Yulia T S.

yuliatrisedyowati@gmail.com

Daftar Pustaka: 

  1. I Ketut Siadi I Gusti Ngurah Raka, 2017, Penataan Sistem Perbenihan Untuk Menunjang Revitalisasi Perbenihan Tanaman Pangan Di Bali, Fakultas Pertanian Universitas Udayana Denpasar Bali
  2. https://media.neliti.com/media/publications/55241-ID-sistem-perbenihan-padi-dan-karakteristik.pdf
  3. Modul Produksi Benih Secara Mandiri, 2021, Program IPDMIP

Tanggal Artikel Diupload : Kamis, 24 Jun 2021
Tanggal Cetak : Senin, 06 Des 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386