Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Alokasi Program Kementan akan lebih jelas dengan Pendataan Lahan Berbasis Geospasial

Sumber Gambar: Pusat Penyuluhan Pertanian

Penyuluh pertanian di era informasi yang serba cepat saat ini, harus mengerti tentang teknologi pertanian, salahsatunya teknologi Big Data Spasial dan kecerdasan buatan (AI), teknologi ini diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu implementasi dari kedua teknologi tersebut adalah kebijakan satu peta (one map policy) yang menjadi fondasi bagi pembangunan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan Revolusi Industri. Selain itu, manajemen data spasial juga diperlukan untuk mitigasi kebencanaan hingga pembangunan wilayah.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia sebanyak kurang lebih 270 juta penduduk, Kementerian Pertanian (Kementan) mempertajam salah satu program yaitu Pemetaan lahan pertanian berbasis Spasial/Poligon. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan bahwa mengurus pertanian bukan hanya sebuah profesi tapi juga tanggung jawab yang harus dipikul dengan jumlah penduduk yang sangat banyak yang harus dijaga makannya.“Tidak ada data-data fiktif, kita berbuat untuk kepentingan rakyat dan bangsa, jangan ada hal hal yang dapat merugikan rakyat dan bangsa ini," ujar SYL. 

Sementara Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada agenda kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 12 yang dilaksanakan pada hari Jumat (15/06/2021) di AOR BPPSDMP bertemakan sosialisasi pendataan lahan ditiap kelompoktani berbasis geospasial (poligon), mengatakan dengan adanya data parsial maka program Kementerian Pertanian akan lebih jelas dan memudahkan alokasi program-program Kementan. “Program Kementan harus berdasarkan data, bukan hanya data tabular tapi data sparsial” jelas Dedi.

Narasumber Ngobras, direktur jenderal tanaman pangan, Suwandi mengatakan bahwa data yang ada di Simluhtan setiap kelompok tani sudah lengkap berupa data-data tabular, akan lebih sempurna jika dilengkapi dengan data spasial. Sehingga lahan yang diberikan bantuan dapat terlihat dengan jelas letaknya. “Setiap penyuluh diharapkan dapat melakukan pemetaan poligon bagi kelompok tani binaannya. Entry data membuat poligon dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi baru yaitu ereporting dalam radius 25 km, tidak perlu berada di atas lahannya” ungkap Suwandi.

Lebih lanjut Suwandi mengatakan login aplikasi ereporting dapat masuk berdasarkan kecamatan, nanti akan terintegrasi dengan Simluhtan sehingga passwordnya akan sama dengan Simluhtan, namun untuk saat ini masih sama passwordnya yaitu 123456. Pada aplikasi ini tidak perlu memasukan alamat lengkap lahan karena sudah terintegrasi dengan Simluhtan. Hanya perlu mempersiapkan foto open camera, mengetahui lokasi lahan dan melakukan digitasi titik poligon.

Tidak perlu mengelilingi lahan, namun hanya perlu melakukan foto lahan dari satu titik menggunakan foto open camera. Ukuran foto open camera tidak boleh lebih dari 2 mp.” tutup Suwandi.hvy

Tanggal Artikel Diupload : Selasa, 15 Jun 2021
Tanggal Cetak : Kamis, 23 Sep 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386