Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

CARA MENGHASILKAN BENIH UNGGUL BERSERTIFIKAT

Sumber Gambar: Yesika R. Silitonga

Benih bersertifikat adalah benih yang proses produksinya melalui tahapan system sertifikasi benih dan telah memenuhi standar mutu, baik standar lapangan maupun laboratorium untuk masing-masing komoditi dan kelas benih yang ditentukan. Produksi benih ini diawasi oleh petugas sertifikasi benih dari UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Barat.

PENGERTIAN, TUJUAN DAN FUNGSI SERTIFIKASI

Sertifikasi Benih adalah Proses pemberian Sertifikat  Benih Tanaman  setelah melalui pemeriksaan,  pengujian dan  pengawasan  serta memenuhi semua persyaratan untuk diedarkan

Sertifikasi Benih bertujuan memelihara kemurniaan genetik dan mutu benih dari suatu varietas serta untuk menjamin ketersediaan benih bermutu secara berkesinambungan

Fungsi Sertifikasi adalah : - Membantu para pemulia tanaman (Breeder) dalam memelihara kebenaran varietas hasil karya mereka. - Membantu para produsen benih dalam usaha mencapai tingkat mutu benih yang sebaik-baiknya. - Membantu para konsumen benih dalam usaha untuk mendapatkan benih yang sejauh mungkin dapat dijamin baik kebenaran varietas maupun mutunya sesuai dengan tingkat mutu dan varietas yang diinginkan.

 

PROSES SERTIFIKASI BENIH

1. Permohonan Sertifikasi Tanaman Pangan melalui UPTD/UPTPSBH Provinsi Sulawesi Barat

 

 2. Pemeriksaan Lapangan

Pemeriksaan pendahuluan dilapangan dilaksanakan sebelum pengolahan tanah s/d sebelum tanam

3. Pemeriksaan Lapangan

Pemeriksaan lapangan dilakukan pada fase-fase pertumbuhan tertentu, sesuai dengan petunjuk pemeriksaan                  lapangan untuk tiap-tiap jenis tanaman

    Adapun fase pertumbuhan yaitu:

4. Pemeriksaan Alat dan Pengawasan

Pengawasan Panen, Pengeringan dan Pengolahan: Peralatan dan/ atau cara panen, dan pengolahan diperiksa                sebagiamana yang ditetapkan untuk menjamin bahwa benih yang dipanen dan diolah tersebut tidak tercampur              varietas lain.

Pemeriksaan Gudang dan Tempat Penyimpanan Benih:

 5. Pengambialan contoh dan Pengujian/ Analisis Benih di Laboratorium

6. Penerbitan Sertifikasi

 7. Pelabelan dan Tanda Label

 Pada setiap label harus dicantumkan kata-kata dalam huruf  cetak BENIH BERSERTIFIKAT diikuti dengan nama               kelas benih yang bersangkutan yaitu:

 

Referensi:

Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 991/HK.150/C/05/2018

 

Penyusun: Yesika Resonya Silitonga, SP (Penyuluh Pertanian BPTP SulBar)

Tanggal Artikel Diupload : Senin, 14 Jun 2021
Tanggal Cetak : Minggu, 29 Mei 2022

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386