Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Pertanian harus menguntungkan salahsatunya dengan membentuk KEP

Sumber Gambar:

[JAKARTA] Pendekatan penyuluhan dilakukan untuk menumbuhkembangkan Kelompok Ekonomi Petani (KEP) melalui peningkatan kapasitas kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian yang difokuskan melalui pengawalan dan pendampingan penyuluh. Penyuluhan pertanian sangat diperlukan untuk membantu petani agar mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi sendiri, sehingga di dalam kelembagaan ekonomi petani, perlu ada penumbuhan kesadaran bagi petani tentang pengaruh luar yang membatasi usahanya, serta identifikasi kebutuhan kebutuhan yang timbul akibat pengaruh tersebut untuk selanjutnya menentukan pemenuhannya.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menganalogikan pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern mengikuti pola Piramida Terbalik. Gerakan pembangunan pertanian seperti pola Piramida Terbalik. Petani dan penyuluh di posisi teratas, BUMN dan pihak swasta di tengah dan terbawah adalah pemerintah, yang menggambarkan kontribusi dan porsinya paling sedikit. "Bukan lagi jamannya petani bekerja dan berusaha tani sendiri-sendiri, harus berjama’ah diawali dari kelompok-kelompok tani untuk membentuk korporasi petani. Saham korporasi dari petani," ujar Mentan SYL. 

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nuryamsi pada agenda kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) volume11 di AOR BPPSDMP,Kementan Selasa (08/06/2021) mengatakan bahwa sesungguhnya usahatani itu menguntungkan, apabila tidak menguntungkan berarti ada yang salah pada saat pengolahan, on farm dan pemasaran hasil pertanian. “Pertanian bukan hanya sebagai hobi tapi harus menghasilkan duit yang banyak, pertanian harus menguntungkan salahsatunya dengan membentuk KEP” ungkap Dedi.

Ketua Harian DPP Perhiptani, Fathan A rasyid narasumber kegiatan Ngobras menjelaskan pada paparan materinya bahwa sinergitas komponen yang ada di tingkat lapak, dengan lebih memperjelas peran dan tanggung jawab masing-masing komponen dan interkoneksinya dengan mesinkronkan atau mensinergikan semua program yang ada. ”Penyuluhan pertanian harus mendukung percepatan menuju pertanian maju mandiri modern dan tidak bisa bersifat parsial, tetapi harus membangun Sistem yang berbasis Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) diharapkan satu BPP satu koperasi”. jelas Fathan. Diinformasikan pada kegiatan Ngobras selain narasumber memaparkan materi terkait dengan KEP, juga diadakan diskusi dengan beberapa Bpp sebagai testimoni diantaranya BPP kecamatan Jamilan dan BPP kecamatan Sumbang.

Saat ini diperlukan sistem untuk solusi permanen dari permasalahan klasik petani termasuk ketersedian benih yang bermutu, murah dan mudah diakses petani selaku pelaku utama. Implementasi difokuskan pada Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian (WKBPP) dengan memperkuat peran kepala BPP sebagai ketua harian Kostratani dalam mengkoordinasikan, mensinergikan dan mengsinkronkan program yang masuk dalam wilayah WKBPP, tutup fathan.hvy

Tanggal Artikel Diupload : Selasa, 08 Jun 2021
Tanggal Cetak : Kamis, 23 Sep 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386