Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Lima Peran Kostratani Dijalankan BPP Rambutan

Sumber Gambar: liputan1.com

BANYUASIN – Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang pusat gerakannya ada di kecamatan saat ini gencar berperan dalam penyediaan stok pangan di tengah pandemi COVID-19.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, dengan Kostratani pertanian akan lebih maju mandiri bahkan dengan pengolahan yang lebih modern.

“Menyikapi pandemi COVID-19 yang saat ini belum juga usai, harus dipastikan agar masyarakat tidak perlu khawatir soal pangan, 11 komoditas bahan pokok dikawal pemerintah secara intens”, ujar Mentan SYL.

Hal serupa kembali ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi yang mengatakan meskipun di tengah pandemi COVID-19 sektor pertanian tidak berhenti, bahkan peran Kostratani justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian dan ekspor berbasis IT (Informasi Teknologi).

“Kostratani ini ibarat menu lengkap, dari hulu hingga hilir pertanian bahkan sampai makanan ada di meja makan tidak lepas dari peran Kostratani. Apalagi di saat COVID-19 seperti ini, peran Kostratani menjadi meningkat dalam menyediakan stok pangan,” ujar Dedi.

Untuk itu ditambahkannya Penyuluh dituntut meningkatkan kapasitasnya agar dapat menjadi sumber inspirasi petani yang maju, mandiri dan modern.

Hal itu ditindaklanjuti Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya saat mengunjungi BPP Rambutan – Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Jum’at (25/5/2021) untuk memastikan BPP Rambutan telah menjalankan lima peran dan fungsi Kostratani.

Bustanul memberikan apresiasi untuk BPP Rambutan. Terbukti melalui langkah-langkah operasional BPP Rambutan telah menjalankan lima peran fungsi BPP sebagai Kostratani. Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi antara Pemerintah Pusat dan daerah. Konsep tersebut dibuat untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia termasuk pemberdayaan penyuluh dan petani. Begitu pun dukungan Pemerintah pusat, salah satunya dengan pengangkatan 11.670 orang THL-TB Penyuluh Pertanian menjadi ASN P3K Penyuluh Pertanian.

“Dalam bekerja untuk program pembangunan pertanian, kita juga membutuhkan penyuluh sebagai penghubung program dan penghubung teknologi. Karena penyuluh merupakan garda terdepan pembangunan pertanian”, ujar Bustanul. (NF)

sumberberita: liputan1.com

Tanggal Artikel Diupload : Senin, 31 Mei 2021
Tanggal Cetak : Kamis, 23 Sep 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386