Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

JAWA TENGAH > KABUPATEN WONOGIRI >

Perkenalkan Teknologi Baru Semangka Bupati Wonogiri Lakukan Panen Perdana

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

Bupati Wonogiri Joko Sutopo melaksanakan panen perdana semangka baby black sweet di lahan yang bertempat di Dusun Marekan Desa Pule Kecamatan Selogiri yang dikelola Gapoktan Tani Makmur, Selasa 2 maret 2021.

Hadir pada acara panen perdana tersebut Ketua Komisi I DPRD Bambang Sadriyanto, Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri Titik Sugiyarti dan Margono, Asisten Sekda FX Pranata, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Wonogiri, Camat dan Sekcam Selogiri, juga Koordinator PPL dan PPL Kecamatan Selogiri.
Dengan potensi keuntungan yang menjanjikan, budidaya semangka yang bertekstur renyah, rasa manis, dan ukuran yang tidak terlalu besar untuk pasar premium ini bekerjasama dengan Sweety Farm Jakarta, yang telah menjalankan usaha yang sama di wilayah Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut Bupati mengajak petani di wilayah Kecamatan Selogiri dan Kabupaten Wonogiri pada umumnya untuk melaksanakan budidaya tanaman hortikultura, sebagai ikhtiar untuk meningkatkan pendapatan di luar tanaman pangan. Nasib petani yang cenderung terpinggirkan, dengan penghasilan yang tidak mencukupi harus diupayakan untuk semakin membaik dengan bertani secara cerdas, memanfaatkan teknologi, menggandeng rekanan, serta senantiasa ber-inovasi membangun kemitraan menuju petani yang mandiri di Kabupaten Wonogiri.
“Petani kita masih terbiasa dengan pola tanam padi-padi-pantun, saya sangat faham karena masa kecil saya bertani, kemudian sebelum menjadi Bupati, saya adalah ketua gapoktan,” jelasnya.
Persoalan klasik petani yaitu permodalan yang menjadi kendala dalam budidaya semangka, dapat diatasi dengan menggandeng unsur perbankan yang menyusun skema kredit untuk petani.
Di bagian lain, Suwarno dari Sweety Farm menjelaskan tentang keuntungan bertanam semangka black sweet yang dipasarkan sebagai produk premium. Dengan modal per pohon sebesar Rp 24.000 sampai dengan panen, petani dapat meraup penghasilan minimal Rp 40.000 per pohon, dari buah dengan berat grade A 2-3 kg. Lebih dari itu, masuk grade B, karena pasar justru mendambakan buah yang tidak terlalu besar,s ehingga varietas ini disebut baby black sweet. Kebutuhan pasokan mitra Sweety Farm di wilayah Jakarta 500-800 ton per tahun, sehingga per bulan dibutuhkan sekitar 60 ton, dan kuota produksi masih sangat terbuka.
Sekilas teknis penanaman semangka black sweet ini seperti budidaya melon, yaitu menggunakan ajir bambu untuk merambat tanaman, memungkinkan dari satu pohon menghasilkan lebih dari satu buah, dilakukan pembuahan sehingga menghasilkan buah semangka non biji, pematangan secara bertahap, dimulai dari buah yang di bawah yang artinya panen tidak harus serentak atau bertahap.
Suwarno menambahkan, panen perdana ini dilakukan di lahan seluas 1 bau (sekitar 7.000 m2, jumlah tanaman 12.000 pohon. Ke depan, budidaya semangka black sweet akan dilaksanakan pada lahan seluas tiga hektar di sekitar lahan awal tersebut.

Tanggal Artikel Diupload : Selasa, 02 Mar 2021
Tanggal Cetak : Minggu, 29 Mei 2022

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386