Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

KALIMANTAN UTARA > KABUPATEN NUNUKAN >

Jangan Biarkan Lahan Kering dan Pekarangan Menganggur

Sumber Gambar: BPP Kecamatan Nunukan

BPP KECAMATAN NUNUKAN - Petani itu supaya fokus, selain tanam padi sebaiknya menanam hortikultura juga, bisa di pekarangan maupun di kebun, lahan sawah digunakan tanam padi sementara lahan kering ditanami hortikultura ketika tidak mengerjakan sawah.  

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Nunukan, Sambiyo mengungkapkan hal tersebut pada pertemuan kelompok tani penerima bantuan pengembangan hortikultura di Desa Binusan Dalam Kilo 8, Kamis siang (18/2/2021).  

“Memilki lahan kering seperempat hektar yang dikelola dengan baik ditanami hortikultura, nilainya hampir sama dengan sawah satu hektar,” ujarnya.

Hortikultura itu ada yang 3 bulanan panen seperti semangka, melon dan tomat, ada juga 1 bulan panen seperti sayuran daun, hal itu diatur dan didiskusikan dengan baik bersama anggota kelompok.  

“Yang lebih penting lagi dibahas dan dibicarakan dengan kelompok adalah pasarnya, untuk pulau Nunukan pasaran yang aman terkendali itu adalah semangka dan melon, karena petaninya sudah memiliki pola tanam dan faham pangsa pasarnya,” katanya.  

Ia menambahkan, kalau menanam sayuran harus hati-hati, lebih baik menanamnya secara bertahap, tanaman umur tiga bulanan seperti tomat, cabe harusnya seminggu sekali bisa panen untuk dijual.  

“Sekarang, seperti harga cabe jenis dewata saja ditingkat petani bisa mencapai 55 ribu per kg, sementara cabe jenis gorontalo 60 ribu per kg, intinya lahan-lahan pekarangan dan lahan kering jangan ada yang menganggur,” jelasnya.  

Kabid TPH ini juga mengatakan, saat ini tanaman hortikultura yang menjadi program pusat untuk dikembangkan di Nunukan salah satunya adalah bawang merah melalui biji, agak rumit memang budidaya nya tapi kalau dibiasakan dan sering praktik, insya Allah berhasil.  

“Semua ini kan ilmu katon (kelihatan) bisa dipelajari, tidak ada yang sulit, teorinya dipahami kemudian dipraktikan maka akan menjadi mudah, kalau kelihatan banyak yang menanam bawang merah nanti kita tambahi bantuannya,” pungkasnya.  

Selain Kabid TPH, pertemuan ini juga dihadiri oleh koordinator BPP Kecamatan Nunukan, penyuluh kabupaten bagian pangan, PPL dan POPT Kecamatan Nunukan, perwakilan kelompok tani Eljireh, Sipadanun dan Sederhana Tani.

Tanggal Artikel Diupload : Selasa, 23 Feb 2021
Tanggal Cetak : Kamis, 23 Sep 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386