Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

SULAWESI SELATAN > KABUPATEN BONE >

Manfaat Pupuk Dolomit Untuk Kesuburan Tanah Dan Tanaman

Sumber Gambar: https://m.suarakarya.id/detail/92900/Penggunaan-Dolomit-Terbukti-Tingkatkan-Produksi-Pertanian

Kapur dolomit adalah mineral yang mengandung unsur hara kalsium oksida (CaO) dan juga magnesium oksida (MgO) dengan kadar yang cukup tinggi sehingga dapat menetralkan pH tanah. Jika tanah kekurangan hara kalsium dan magnesium, maka otomatis tanaman menjadi kurang maksimal dalam berproduksi

Pemberian kapur dolomit untuk tanaman sangat membantu produktivitas tanaman tersebut, dan inilah yang diharapkan oleh semua petani. Tetapi terkadang banyak diantara mereka yang tidak tahu apa fungsi dari kapur dolomit ini. Banyak diantara mereka yang mengetahui kalau kapur dolomit ini hanya untuk menetralkan pH tanah saja, padahal masih banyak lagi kegunaan dari kapur dolomit ini.

Sebelum memberikan kapur dolomit, lakukan terlebih dahulu pengukuran terhadap keasaman tanah. Pengukuran ini bisa dilakukan dengan kertas lakmus, soil tester atau pH tester, namun pH tester adalah alat yang sering digunakan karena alat ini termasuk alat yang sederhana dan cukup murah harganya.

 

Kenaikan derajat keasaman yang dipaksakan secara mendadak dari sangat asam atau asam kuat menjadi netral membuat tanaman tersiksa, untuk mengatasinya sebaiknya pemberian dolomit secara bertahap, dengan selang waktu 3 minggu dan juga setelah hujan.

Setiap tanaman memiliki kesenangan atau kesesuaian derajat keasaman yang berbeda-beda, jadi pemberian kapur dolomit dapat diatur dengan menyesuaikan jenis tanaman yang akan ditanam.

Perlu diketahui jika pemupukan dan pengapuran dilakukan secara bersamaan maka terjadi reaksi antara kapur dan pupuk.

Pupuk seperti NPK, ZA, TSP yang bersifat asam karena mengandung belerang akan dinetralkan oleh kapur yang bersifat basa dampaknya pH tanah tidak naik dan nutrisi tidak tersedia lagi, oleh karena itu pemupukan dan pengapuran harus dilakukan secara terpisah, paling tidak selang 3 minggu atau idealnya 40 hari setelah pengapuran baru dilakukan pemupukan, tujuannya agar kondisi unsur hara tanah kembali pulih. Pada prinsipnya semua tanaman membutuhkan unsur hara berupa kalsium dan juga magnesium, jika tanaman kekurangan dua unsur hara tersebut akan ada dampak buruk yang terjadi, manfaat kapur dolomit yang cukup terkenal untuk tanaman adalah sebagai pupuk.

Dolomit merupakan jenis batuan kapur yang juga dapat memberi manfaat bagi tanah dan tanaman, adapun manfaat pupuk dolomit untuk kesuburan tanah dan tanaman adalah sebagai berikut :

  1. Memberikan nutrisi yang berharga bagi tanaman
  2. Membantu mengubah pH tanah sesuai dengan kebutuhan tanaman
  3. Dapat menetralisir kejenuhan zat-zat yang berlebihan dan bisa meracuni tanah dan tanaman, seperti zat Al (alumunium), Fe (zat besi), Cu (Tembaga) jika berlebihan tentu akan menimbulkan efek buruk bagi tanah dan tanaman
  4. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi tanah terhadap zat-zat hara di dalamnya
  5. Menjaga ketersediaan unsur hara dalam tanah
  6. Mengaktifkan berbagai jenis enzim dalam tanaman
  7. Merangsang pembentukan zat lemak, karbohidrat, dan berbagai nutrisi lain

Cara aplikasi kapur dolomit berdasarkan keperluan

Penulis : Isna Noviana, SP, M.Si (Penyuluh Pertanian) 

 

Tanggal Artikel Diupload : Rabu, 10 Feb 2021
Tanggal Cetak : Kamis, 23 Sep 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386