Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

MENGENAL MANFAAT BUNGA TELANG DAN CARA MENANAMNYA

Sumber Gambar: Borneo24.com

PENDAHULUAN

 

Bunga telang dalam bahasa inggris disebut sebagai Butterfly pea, karena bentuknya yang menyerupai kupu-kupu memiliki nama latin Clitoria ternatea. Bunga ini diyakini berasal dari Amerika Selatan bagian tengah yang menyebar ke daerah tropik sejak abad 19, terutama ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri beragam nama untuk penyebutan bunga telang. Di daerah Sumatera disebut bunga biru, bunga kelentit, bunga telang; sedangkan di Jawa disebut kembang teleng atau menteleng. Di Betawi/Jakarta disebut dengan teleng. Di daerah Sulawesi disebut bunga talang, taman lareng, dan di Maluku disebut bisi, atau seyamagulele dan  populer saat ini dengan nama Bunga Telang

 Tanaman tumbuh merambat yang  banyak ditemukan di kebun atau tumbuh secara liar, termasuk dalam spesies polong-polongan.  Beberapa  bagian  tanaman  bisa dimanfaatkan seperti  daun nya bisa dipakai sebagai pakan ternak dan potensial menggantikan alfalfa (spesies tanaman yang dimanfaatkan sebagai makanan ternak untuk sapi perah, kuda, sapi potong, domba dan kambing). Sementara akarnya bisa jadi tempat bakteri mengikat nitrogen dan hasil penelitian memperlihatkan bahwa tanaman telang juga bisa menyehatkan lahan kritis (setelah 180 hari ditanami telang, kandungan organik, N, P, dan K pada tanah meningkat tajam).

MANFAAT BAGI KESEHATAN

Manfaat tanaman telang bagi kesehatan meliputi:

Kandungan yang terdapat dalam bunga Telang

protein berkisar 21-29%, energi kasar 18,6 MJ/kg, kecernaan bahan organik 69,7%, kecernaan energi 66,6 % energi tmeterabolis pada ruminan 12,4 MJ /kg,  protein kasar (25-38 %), lemak kasar ( 10 %) dan gula pada biji  (5 %). 

Dengan demikian tanaman ini berpotensi sebagai sumber protein dan energi untuk ternak ruminansia. Tanaman kembang telang dapat diberikan ke ternak berupa hijauan segar atau campuran di dalam konsentrat.

CIRI BUNGA

Bunga telang pertama kali diekstraksi di Ternate, Maluku. Oleh karena itu, disebut ternatea.  Tanaman ini tumbuh dengan cepat dan mencapai ketinggian 6-10 kaki (182-304 cm). Saat dewasa, tanaman bunga telang memiliki daun elips dengan panjang 1-2 inci (2-5 cm), sedangkan batangnya 1-9 kaki (30-274 cm). Bunganya bisa tumbuh sepanjang 1-3 inci (2-7 cm). Bunga biasanya mekar di awal musim semi, awal/akhir musim panas, atau awal musim gugur. Bunga telang mekar di pagi hari dalam posisi terbalik dan tidak mengeluarkan aroma atau rasa. Tanaman ini paling baik beradaptasi dengan lokasi yang terkena curah hujan musim panas tahunan sekitar 12 inci (30 cm).

CARA TANAM

Syarat Tumbuh

       Pembibitan

Siapkan media tanam (tanah, kompos dan pasir : 2:1:1).   Kemudian basahi  lalu letakkan dalam pot-pot kecil. Beri pupuk organik secukupnya dan media yang hendak dipakai. Kemudian basahi dan segera taburkan biji-biji bunga telang tersebut, yang sebelumnya telah direndam terlebih dahulu selama kurang lebih 12 jam di dalam air bersih. Selanjutnya tunggu selama 1-2 minggu sampai muncul kecambah. Biarkan selama 5 minggu, baru dipindahkan ke media tanam yang sesungguhnya. Bisa dimasukkan ke dalam pot besar atau ditanam di halaman rumah sebagai tanaman hias.

Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai perawatan dan pemeliharaannya:

Hama

Hama yang biasanya menyerang bunga telang adalah kutu daun, tungau, dan laba-laba yang memakan semak abadi (rumpu-rumputan).  Untuk mengusir hama, bisa menggunakan minyak mimba atau minyak neem. Kondisi overwatering atau under watering seringkali menyebabkan hama seperti ulat dan belalang menyerang tanaman .

 Panen

 

Sumber      : kompas.com dan 99.co/id.

  Penyusun  : Nasriati

 

 

Tanggal Artikel Diupload : Minggu, 07 Feb 2021
Tanggal Cetak : Kamis, 23 Sep 2021

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386