Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

KALIMANTAN SELATAN > KABUPATEN TABALONG > MUARA UYA

Mengoptimalkan Lahan Karet Dengan Pola Supradin Di Desa Santuun Kecamatan Muara Uya

Sumber Gambar: Dokumen PPL Desa Santuun

 Supradin

 

Fluktuasi harga karet menjadi masalah serius bagi petani karet. Sistem tumpang sari berbasis karet dengan tanaman ekonomis lainnya memberikan solusi untuk masalah ini. Sistem ini dapat meningkatkan produktivitas secara keseluruhan baik produktivitas lahannya maupun produktivitas karetnya.

Kendala utama pengembangan tanaman sela di antara tanaman karet adalah rendahnya intensitas cahaya karena faktor naungan tajuk tanaman karet. Pada tanaman karet dengan jarak tanam 6 x 3 m, saat berumur 4 tahun pengurangan cahaya dapat mencapai 75%. Tanaman sela yang ditanam di bawah naungan kurang dari 50% mengalami penurunan hasil mencapai 60%, dibandingakn dengan keadaan tanpa naungan.

Oleh karena itu, perlu ada perubahan teknik budi daya karetnya, yaitu salah satunya dengan merubah jarak tanam karet dari jarak tanam tunggal ke jarak tanam ganda.  Jarak tanam ganda cocok untuk tumpang sari berbasis karet jangka panjang, karena pada jarak tanam ganda penetrasi cahaya lebih tinggi.

            Dinas perkebunan dan Peternakan Propinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong, mulai memperkenalkan dan menerapkan sistem pola tanam yang di sebut dengan Supradin dengan jarak tanam 18 m + (2m x 2,5 m).  Hal ini dilakukan dengan tujuan bila petani menanam tanaman palawija atau tanaman pangan di sela-sela karet, tanaman tersebut akan mendapatkan cahaya matahari yang cukup.

            Supradin adalah pola “Sistem Usaha Tani Perkebunan Rakyat Diversifikasi Integratif” Berbasis Tanaman Perkebunan.  Pola ini merupakan langkah implementasi perubahan model usaha tani monokultur menjadi polikultur. 

Sistem usahatani diversifikasi berbasis tanaman perkebunan yang terintegrasi atau diversifikasi fungsional antara dua komoditas atau lebih yang diusahakan oleh pekebun dalam pemanfaatan zat makanan, sehingga antar komoditas tidak bersaing melainkan saling substitusi dalam hal memenuhi kebutuhan hara, sehingga terbentuk rantai ekosistem pemanfaatan zat makanan secara tertutup.

 

            Salah satu kelompok tani yang akan melaksanakan sistem tanam supradin adalah kelompok Gunung Batuah Desa Santuun Kecamatan Muara Uya.  Pada hari senin, tanggal 11 Maret 2019 melalui Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong Bidang Perkebunan, mengambil titik koordinat sekaligus verifikasi calon lahan peremajaan karet dengan pola Supradin.  Kelompok tani yang mau melaksanakan pola tanam supradin ini akan mendapatkan paket bantuan berupa : 1) Benih karet siap tanam 440 batang/ha, 2) Herbisida 2 liter/ha, 3) Fungisida 2 liter/ha, 4) Pupuk NPK 120 Kg/ha, 4) Knapsack Sprayer 4 buah/25 ha, 5) chainsaw 1 buah/25 ha.

 

Penulis :  Khairun Nisa, SP

                PPL WKPP Muara Uya Desa Santuun

 

Tanggal Artikel Diupload : Selasa, 26 Mar 2019
Tanggal Cetak : Senin, 26 Agu 2019

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386