Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

SUMATERA BARAT > KABUPATEN PASAMAN BARAT >

TUMPANGSARI TANAMAN JAGUNG (Zea mays) DENGAN TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea) KEGIATAN UPT BALAI PENYULUHAN KECAMATAN SASAK RANAH PASISIA

Sumber Gambar: Doc.ppl

Pelaksanaan kegiatan UPT BPK Ranah Pasisia Sejalan dengan Visi  Kementrian Pertanian yakni Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani. Pada tingkat BPP dilakukan berbagai  kegiatan diantaranya, Penguatan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan.  Kecamatan Sasak Ranah Pasisia merupakan satu dari 11 Kecamatan di Pasbar yang berada dibagian pesisir barat langsung berbatasan dengan samudra Indonesia.  Memiliki 4 Nagari yang teridiri dari 1 nagari induk dan 3 nagari persiapan pemekaran dengan total 11 Jorong.  Kecamatan Saranpas potensial bidang kelautan, akan tetapi daerah daratan arah timur berbatasan dengan kecamatan Luhak Nan Duo berpotensi dikembangkan komoditas tanaman pangan dan hortikultura seperti padi gogo/ padi lahan tadah hujan, jagung, kacang2an dan aneka cabai.  Wilayah binaan UPT BPK SRP terdiri dari 3 WKP yang dibina oleh tiga orang Penyuluh Pertanian

Untuk meningkatkan kapasitas Balai Penyuluhan Pertanian (UPT BPK Saranpas) diantaranya dilaksanakan kursus tani.  Pelaksanaan kegiatan untuk pembelajaran petani melalui pembuatan kaji terap yang dilaksanakan di lahan petani seluas lebih kurang 0,25Ha.  Pelaksanaan dimulai Bulan Nopember 2018 dan berakhir di Bulan Pebruari 2019.  Sumber dana kegiatan berasal dari Dana Opreasional Kegiatan UPT Balai Penyuluhan Kecamatan

Kaji terap yang dilaksanakan sebagai kegiatan pembelajaran bagi petani dan petugas BPP memilih teknologi budidaya tumpangsari tanaman jagung dan kacang tanah.  Teknik tumpangsari dipilih bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan pendapatan petani.  Tumpang sari merupakan suatu usaha menanam beberapa jenis tanaman pada lahan dan waktu yang sama, yang diatur sedemikian rupa dalam barisan- barisan tanaman.  Untuk dapat melaksanakan teknik tumpang sari dengan baik, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satu syaratnya adalah tanaman tumpang sari harus bisa mendukung perkembangan tanaman lain dan tidak saling bersaing dengan negatif

Tahap- tahap dalam pelaksanaannya:

Pengolahan tanah, dilakukan dengan TOT, hanya dengan penyemprotan gulma menggunakan herbisida.  Penanaman,  pola tumpang sari ini benih jagung ditanam lebih dahulu, kacang tanah ditanam setelah jagung berumur 1,5 bulan.  Jarak tanaman kacang tanah adalah 25 x 25 cm. Kacang ditanam pada lubang tanam dengan kedalaman sekitar 3 cm dan diisi 1 benih kacang pada tiap lubangnya (model ditugal).  Benih jagung yang ditanam sebelumnya dilakukan seed treatment dengan jarak tanam 20 x 80 cm. Pemupukan, dilakukan 1 kali yaitu pada saat tanaman jagung berumur 21hst  dengan dosis pupuk keseluruhan yang digunakan adalah untuk jagung dan kacang tanah ZA 37,5Kg, SP- 36 25Kg, KCl 37,5Kg dan kapur pertanian 50Kg.  Pemeliharaan tanaman meliputi penyulaman, penyiangan dan pembumbunan. Penyulaman untuk tanaman jagung dilakukan antara 4- 7hst, sedangkan untuk kacang tanah antara 5- 10hst. Penyiangan dan pembumbunan dilakukan paling tidak sebanyak dua kali atau menyesuaikan dengan kondisi gulma. Pada penyiangan kedua sekaligus dilakukan pembumbunan yaitu dengan menggemburkan tanah dan menaikkan tanah ke sekitar batang.  Pemanenan, masa panen kacang tanah adalah sekitar 2 pekan setelah panen jagung.  Panen kacang tanah dilakukan dengan jalan mencabut. Untuk menghindari banyak polong yang tertinggal dalam tanah maka diusahakan panen pada saat tanah lembab atau basah. Sementara itu, jagung dipanen dengan cara langsung dipetik dan dikupas klobotnya dijemur sampai kadar air 12% (Zuhelmi, SP/ KJF DTPHP Pasbar)

Tanggal Artikel Diupload : Jum'at, 15 Mar 2019
Tanggal Cetak : Rabu, 21 Agu 2019

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386