Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

KALIMANTAN BARAT > KABUPATEN SAMBAS >

REFUGIA SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALIAN ALAMI ORGANISME PENGGANGU TUMBUHAN

Sumber Gambar:

Para wanita baik dipedesaan maupun perkotaan sudah biasa menanam tanaman hias dipekarangan rumah tangga dengan tujuan untuk memperindah pekarangan dan membuat sejuk serta menyalurkan hobi dan lain sebagainya. Tapi kalo petani menanam tanaman hias di penggir-pinggir sawah tentu ini menjadi pemandangan yang tidak biasa. Ya ini akan menjadi biasa jika petani menjadi tau manfaat menanam bunga tersebut dipinggir sawah. Tanaman tersebut adalah refugia yang berguna untuk mengendalikan hama dengan tujuan untuk mencegah musuh alami yang menyerang tanaman padi.

Pengendalian hama dengan cara bercocok tanam seperti pemanfaatan tanaman pinggir atau ada yang menyebutnya dengan tanaman perangkap, dapat mendorong stabilitas ekosistem sehingga populasi hama dapat ditekan dan berada dalam kesetimbangannya. Jenis tanaman pinggir yang dipilih harus mempunyai fungsi ganda yaitu, disamping sebagai penghalang masuknya hama ke pertanaman pokok, juga sebagai tanaman refugia yang berfungsi untuk berlindung sementara dan penyedia tepung sari untuk makanan alternatif predator, jika mangsa utama populasinya rendah atau tidak ada di pertanaman pokok. Teknik bercocok tanam seperti penanaman tanaman pinggir dapat mendorong konservasi musuh alami seperti predator.

Refugia adalah tumbuhan (baik tanaman maupun gulma) yang tumbuh disekitar tanaman yang dibudidayakan, yang berpotensi sebagai mikro habitat bagi musuh alami (baik predator maupun parasitoid), agar pelestarian musuh alami tercipta dengan baik. Bagi musuh alami, tanaman refugia ini memiliki banyak manfaat diantaranya adalah sebagai sumber nectar bagi musuh alami sebelum adanya populasi hama di pertanaman..

Beberapa penelitian menyebutkan jenis tanaman hias yang berpotensi sebagai refugia antara lain bunga matahari (Helianthus annuus), bunga kertas zinnia (Zinnia peruviana), (Zinnia acerosa), (Zinnia bicolor), (Zinnia grandiflora), (Zinnia elegans), kenikir (Cosmos caudatus) dll.

Gulma yang selama ini terkesan sebagai tanaman pengganggu ternyata bias dijadikan refugia. Terutama yang berasal dari family asteracea eseperti babadotan (Ageratum conyzoides), Ajeran (Bidenspilosa L.), Bunga tahi ayam (Tageteserecta).

Tumbuhan liar yang sengaja ditanam atau tumbuh dengan sendirinya di area pertanaman antara lain, bunga legetan (Synedrellanodiflora),pegagan (Centellaasiatica), rumputsetaria (Setaria sp.), rumput kancing ungu (Borreriarepens), dan kacang hias atau kacang pentoi (Arachispentoi)
Sayuran yang berpotensi sebagai refugia sekaligus bahan pangan antara lain kacang panjang (Vignaunguiculata ssp. sesquipedalis), bayam (Amaranthus spp.) jagung (Zea mays).

Serangga musuh alami sering kali memerlukan tempat berlindung sementara sebelum menemukan inang atau mangsanya. Penanaman tanaman di pinggir lahan dapat dilakukan untuk memenuhi hal tersebut. Selain bertujuan untuk mendapatkan hasil produksi sampingan, penanaman tanaman di pinggir lahan dapat berfungsi sebagai sumber makanan bagi imago baik parasitoid maupun predator dan tempat berlindung berlindung sementara.

Tumbuhan berbunga yang dijadikan tanaman refugia diharapkan dapat menjadi tempat perlindungan serta sebagai penyedia pakan bagi predator dari hama tanaman padi. Makanan yang didapatkan predator dari tumbuhan berbunga adalah madu dan nectar dari bunga serta serangga hama yang bersembunyi pada tumbuhan tersebut. Selain dapat memperoleh madu dan nectar dari tumbuhan berbunga yang didatanginya, predator juga dapat menemukan mangsa yang bersembunyi di tumbuhan berbunga tersebut. Sehingga predator dapat dengan mudah memangsa mangsanya.

Refugia cocok ditanam di pematang sawah. Diusahakan agar penanaman refugia sejajar dengan sinar matahari sehingga tidak menutupi atau mengganggu penyerapan sinar matahari bagi tanaman utama. Selain itu pengolahan lahan dan pemupukan yang tepat sangat dianjurkan agar tanaman refugia tumbuh sesuai yang diharapkan.

Penggunaan tanaman refugia berupa tanaman kacang panjang dan jagung pada plot tanaman padi pasang surut menunjukkan kelimpahan jumlah serangga herbivora yang di dapat pada subplot dengan tanaman refugia lebih rendah dibandingkan dengan tanaman padi yang tanpa refugia, baik pada fase vegetatif dan generatif.

Jumlah hama di lahan padi konvensional lebih tinggi dibandingkan jumlah predator di lahan tersebut. Sedangkan jumlah hama di lahan organic lebih rendah dari predatornya. Tingginya jumlah predator pada lahan organic ini dikarenakan lahan organic memiliki keragaman tumbuhan berbunga yang lebih tinggi dibandingkan keragaman tumbuhan berbunga lahan konvensional.

Keberagaman fauna karena adanya tanaman berbunga akan menyebabkan terbentuknya ekosistem yang lebih stabil, yang pada gilirannya akan menjaga terjadinya keseimbangan komponen ekosistem. Kehadiran tumbuhan berbunga dengan demikian sangat penting untuk melestarikan populasi musuh alami di suatu ekosistem seperti agroekosistem.

Mengingat tanaman refugia mudah di temukan disekitar kita dan syarat tumbuh tanaman tersebut tidaklah sulit, maka sebaiknya jenis-jenis tanaman refugia dapat digalakkan untuk ditanam oleh petani di sekitar pematang sawah.

 

Admin BPP Galing Jaka Subhan, S.ST

 

Tanggal Artikel Diupload : Kamis, 31 Jan 2019
Tanggal Cetak : Rabu, 21 Agu 2019

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386