Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

TEKNOLOGI BUDIDAYA BUNCIS RAMBAT DI LAHAN KERING

Sumber Gambar: Koleksi BPTP Bangka Belitung

PENDAHULUAN

?


Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan sayuran buah yang termasuk famili Leguminosae. Tanaman buncis cocok dibudidayakan dan berproduksi baik pada dataran medium maupun dataran tinggi. Meski banyak dikonsumsi oleh orang-orang Indonesia, ternyata belum banyak yang membudidayakan buncis ini dalam jumlah besar. Jika Anda melakukan cara budidaya buncis yang tepat, peluangnya akan sangat tinggi.


Sampai saat ini hampir semua kalangan masyarakat memanfaatkan buncis, dengan industri pngolahan yang membutuhkan dalam jumlah besar dan kontinyu. Selain dikonsumsi dalam negeri, ternyata buncis juga telah diekspor. Bentuk-bentuk yang diekspor bermacam-macam ada yang berbentuk polong segar, didinginkan atau dibekukan dan ada pula yang berbentuk biji kering.


Tanaman buncis dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu tipe merambat (bersifat indeterminate) dan tipe tegak (berbentuk semak dan bersifat determinate). Kultivar merambat memiliki percabangan yang lebih banyak dan jumlah buku bunga yang lebih banyak, sehingga mempunyai potensi hasil yang lebih besar. Tipe buncis rambat panjangnya dapat mencapai 3 meter dan mudah rebah, sehingga memerlukan lanjaran/turus agar dapat tumbuh dengan baik. Harga lanjaran yang mahal di beberapa daerah pertanaman buncis rambat mendorong usaha beralih ke buncis tegak. Berbeda dengan buncis rambat, dalam budidaya buncis tegak tidak diperlukan turus atau lanjaran, sehingga dapat menghemat biaya usaha tani kira-kira sebesar 30%.


PERSYARATAN TUMBUH


Tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) berasal dari Amerika Utara tetapi kemampuan beradaptasinya sangat luas mulai dari daerah temperit sampai dengan daerah tropika. Jenis tanah yang cocok untuk tanaman buncis andosol, regusol serta ultisol. Syarat utama adalah struktur tanah harus gembur dengan drainase


Secara umum buncis dikenal ada 2 tipe yaitu jenis merambat (Climbing bean/pole) dan yang tidak merambat atau dikenal dengan tipe tegak (dwarf bean), oleh karena itu buncis dalam bahasa inggris memiliki beberapa nama "common name" seperti "bean", "snap bean", "green bean", "kidney bean", "haricot bean" dan "dwarf bean". Pada jenis merambat ada 2 jenis yaitu dapat ditanam di dataran rendah dan hanya cocok di dataran tinggi.


Buncis rambat tumbuh baik pada daerah bersuhu dingin dengan ketinggian 1000-1500 m dpl. Buncis peka terhadap kekeringan dan genangan air, sehingga sebaiknya ditanam pada daerah dengan irigasi dan drainase yang baik. Tanaman ini sangat cocok tumbuh di tanah lempung ringan dengan drainasi yang baik.

?


VARIETAS


Varietas merambat yang dianjurkan adalah :
? HORTI-1 dengan potensi hasil 32-48 ton/ha, rasa manis, bentuk bulat masif berwarna hijau dan berserat halus, panjang buah 16-18 cm, umur panen 52-54 hari, peka terhadap karat daun dan antraknose, sesuai untuk ditanam di dataran tinggi dan medium terutama pada musim kemarau.
? HORTI-2 dengan potensi hasil 24-37 ton/ha, rasa manis, bentuk bulat masif berwarna hijau dan berserat halus, panjang buah 15-17 cm, umur panen 53-57 hari, tahan terhadap penyakit karat daun, sesuai untuk ditanam di dataran tinggi dan medium terutama pada musim kemarau.
? HORTI-3 dengan potensi hasil 36 ton/ha, rasa manis, bentuk agak bulat masif berwarna hijau dan berserat halus, panjang buah 15,5-17 cm, umur panen 55-58 hari, tahan karat daun dan antraknos, sesuai untuk ditanam di dataran tinggi dan medium terutama pada musim kemarau.
? Kebutuhan benih per hektar sebesar 20-30 kg untuk buncis rambat, dan untuk buncis tegak sebesar 40-60 kg/ha.

?


PENYIAPAN LAHAN


Pengolahan tanah dilakukan kurang lebih satu minggu sebelum tanam dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar 120-150 cm dan panjang disuaikan dengan kondisi lahan, ketinggian bedengan 30 cm dan antara bedengan dibuat parit sebesar 50 cm.

?


PENANAMAN


a. Waktu tanam
Produksi dapat berkurang jika pada saat pembungaan terjadi hujan, karena bunga akan berguguran, sehingga sebaiknya waktu tanam ditentukan dengan mempertimbangkan hal tersebut, selain juga pemilihan varietas yang tepat.
b. Jarak tanam dan populasi tanaman
Jarak tanam hendaknya mempertimbangkan produksi yang akan dicapai, kemudahan pemeliharaan dan kemudahan saat panen. Jarak tanam untuk buncis tegak 30 cm x 40 cm, sedangkan untuk buncis rambat 70 cm x 40 cm.
c. Cara penanaman
Kedalaman tanam berkisar 3-8 cm, dengan cara ditugal dan setiap lubang tanam diisi dua biji.

?


PEMUPUKAN


Pupuk yang digunakan adalah 15 ton/ha pupuk kandang kuda atau ayam, TSP 250 kg /ha dan KCl 250 kg /ha sebagai pupuk dasar. Pemberian pupuk kandang dilakukan dengan cara disebar dan diratakan bersamaan dengan pengolahan tanah. Pupuk N berupa Urea dan ZA dengan perbandingan 1:2 sebanyak 300 kg/ha diberikan pada umur 1 dan 3 minggu setelah tanam masing-masing setengah dosis. Pemberian pupuk susulan dilakukan dengan cara meletakkan pupuk dalam tanah yang telah ditugal sedalam 10 cm dan sekitar 10 cm dari tanaman. Setelah pupuk dimasukkan, lubang ditutup kembali dengan tanah.

?


PEMELIHARAAN


? Penyulaman, dilakukan jika ada benih yang rusak atau tidak tumbuh, dan dilakukan sampai sekitar 7-10 hari setelah tanam. Penyulaman dilakukan agar jumlah tanaman per satuan luas tetap optimum sehingga target produksi dapat tercapai.
? Penyiangan, dilakukan dengan cara mencabut gulma dengan tangan atau menggunakan alat.
? Pembumbunan, bertujuan untuk menutup akar yang terbuka dan membuat pertumbuhan tanaman menjadi tegak serta kokoh. Pembumbunan dilakukan dengan cara menaikkan atau menimbunkan tanah pada pokok tanaman. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama.Pengairan, pada tahap awal dilakukan penyiraman setiap sore sampai benih tumbuh, sedangkan penyiraman selanjutnya disesuaikan dengan kondisi lahan pertanaman dan kondisi tanaman.
? Pengairan, pada tahap awal dilakukan penyiraman setiap sore sampai benih tumbuh, sedangkan penyiraman selanjutnya disesuaikan dengan kondisi lahan pertanaman dan kondisi tanaman.

?


PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANNGU TANAMAN


Untuk mencegah serangan hama dan penyakit perlu diperhatikan sanitasi lahan dan drainase yang baik dan kalau menggunakan pestisida, sebaiknya menggunakan jenis pestisda yang aman dan mudah terurai seperti insektisida biologi dan pestisida nabati. Dalam penggunaan pstisida harus tepat pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval maupun waktu aplikasinya.

?

PANEN DAN PASCAPANEN


Pada kondisi pertanaman yang optimum, tanaman buncis tipe semak/tegak dapat dipanen pada umur 60-70 hari, sedang tipe merambat umumnya memerlukan 10-20 hari lebih lama untuk dapat dipanen. Interval panen 4?5 kali panen, sehingga umur tanaman hanya tiga bulan. Produksi polong buncis rambat mencapai 24-40 ton/ha.


Panen polong dilakukan pada saat polong masih muda dan bijinya kecil belum menonjol ke permukaan polong dan biasanya itu terjadi pada saat 2-3 minggu sejak bunga mekar. Apabila panennya terlambat, hasilnya akan meningkat, tetapi kualitasnya cepat menurun karena biji dalam polong berkembang dan menyebabkan permukaan polong bergelombang. Penyimpanan pada suhu 5-10oC dan RH 95% dapat menjaga umur simpan polong pada kualitas layak jual selama 2-3 minggu.

?


Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk bahan website


Judul : Teknologi Budidaya Buncis Rambat di Lahan Kering.


Ditulis Oleh : Minas Tiurlina Panggabean, SP., M.SiP. (BPTP Kepulauan Bangka Belitung)


Sumber Bacaan : - Petunjuk Teknis Budidaya Tanaman Sayuran (Balai penelitian Tanaman Sayuran)
- Inovasi Teknologi Tanaman Pangan (BPTP Bangka
Belitung)


Sumber Gambar : Koleksi BPTP Kep. Bangka Belitung

Tanggal Artikel Diupload : Rabu, 26 Des 2018
Tanggal Cetak : Senin, 26 Agu 2019

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386