Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Putri Dewa Durian Eksotis Babel

Sumber Gambar: Koleksi BPTP Bangka Belitung

Pendahuluan

?

Di Indonesia, banyak terdapat bahan pangan lokal yang merupakan komponen penting dalam kehidupan sebagai sumber kalori, vitamin dan mineral yang berupa tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan salah satunya adalah durian.
Tanaman durian termasuk famili Bombaceae sebangsa pohon kapuk-kapukan. Yang lazim disebut durian adalah tumbuhan dari marga (genus) Durio, Nesia, Lahia, Boschia dan Coelostegia. Ada puluhan durian yang diakui keunggulannya oleh Menteri Pertanian dan disebarluaskan kepada masyarakat untuk dikembangkan. Macam varietas durian tersebut adalah: Durian Namlung (Bangka Belitung) durian Sukun (Jawa Tengah), Petruk (Jawa Tengah), Sitokong (Betawi), Simas (Bogor), Sunan (Jepara), Montong (Thailand), Kani (Thailand), Sidodol (Kalimantan Selatan), Sijapang (Betawi) dan Sihijau (Kalimantan Selatan).


Di Indonesia, tanaman durian terdapat di seluruh pelosok Jawa dan Sumatra. Sedangkan di Kalimantan dan Irian Jaya umumnya hanya terdapat di hutan, di sepanjang aliran sungai. Di dunia, tanaman durian tersebar ke seluruh Asia Tenggara, dari Sri Langka, India Selatan hingga New Guenea. Khusus di Asia Tenggara, durian diusahakan dalam bentuk perkebunan yang dipelihara intensif oleh negara Thailand.


Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, durian merupakan salah satu kekayaan alam yang hingga saat ini masih menjadi primadona. Buah durian sudah dimanfaatkan oleh masyarakat Babel secara turun temurun . Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya genetik oleh masyarakat tradisional pada umumnya didasarkan pada akumulasi pengetahuan local dan kebijakan yang telah dipatuhi sebagai tradisi dan hokum adat yang turun temurun (Sutrisno dan Silitonga, 2004). Lebihdari 400 etnis masyarakat Indonesia memiliki hubungan yang erat dengan hutan dalam kehidupannya sehari-hari, dan mereka memiliki pengetahuan tradisional yang tinggi dalam pemanfaatan tumbuhan lokal. Namun demikian, masih banyak jenis sumber daya genetik yang tumbuh di kawasan tropis belum dimanfaatkan secara optimal (Sulandjari, 2009).


Selain Durian Namlung yang sudah di lepas kementerian pertanian sebagai varietas unggul nasional yang berasal dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Durian Putri Dewa menjadi primadona baru. Banyak kalangan yang memburu durian jenis ini terutama dari kalangan pencinta durian.

?

Karakteristik Durian Putri Dewa

?

Durian Putri Dewa berasal dari Kabupaten Bangka. Bentuk daunnya Bulat Panjang dengan bentuk ujung daun sedang dan Pangkal daun Tumpul. Batang : Sudut percabangan : Tajam Bunga : Kuncup bunga sebelum mekar : Bulat telur, Ujung kuncup bunga ; meruncing, Buah : Bentuk buah : Globose, bentuk ujung buah : Convex, Bentuk pangkal buah : Depressed, Keadaan duri : Spiny, Panjang duri : 1.2 cm intermediet, bentuk duri : Hooked, Tebal kulit buah : 1.38 cm, Berat kulit buah : 2208 gram, Kerapatan duri : Jarang, Warna daging buah : creamy white (palle yellow 18c), Kemudahan dibelah : Mudah, Tebal daging buah : 1.6 cm, Panjang buah : 25 cm, Tekstur daging buah : Lembek, Kelengketan daging buah : tidak lengket, Adanya serat : tidak ada, Aroma daging buah : Sedang, Bentuk biji : Oblong, Warna kulit biji : Brown, Berat biji : 266 gram, Jumlah biji kempes : 3, Cita rasa manis : Sedang, Cita rasa pahit : tidak ada, Berat pongge : 112,7 gr

?

Keunggulan Durian Putri Dewa

?

Keunggulan Durian Putri Dewa sebagai varietas lokal adalah ukurannya yang relative lebih besar dibandingkan dengan durian lainnya. Selain itu cita rasa yang agak pahit merupakan salah satu jenis durian yang digemari oleh penikmatnya. Hasil karakterisasi yang telah dilakukan sebaran Durian Putri Dewa adalah di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka.

?

Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung)


Sumber Bacaan : - http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/images/dokumen/modul/21-Budidaya%20Durian.pdf
- I Wayan Swastika. Waspadai Hama Pendatang Baru Kutu Putih Paracoccus marinatus di Bali..
- Inovasi Teknologi Hortikultura, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bangka Belitung.


Sumber Gambar : Koleksi?BPTP Kep. Bangka Belitung

Tanggal Artikel Diupload : Kamis, 15 Nov 2018
Tanggal Cetak : Senin, 21 Okt 2019

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386