Gerbang Nasional

GENTA ORGANIK SOLUSI PUPUK MAHAL

Senin, 21 Nov 2022
Sumber Gambar : SIMURP

[JAKARTA] Genta organik merupakan suatu gerakan pertanian pro organik yang meliputi pemanfaatan pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah sebagai solusi terhadap masalah pupuk mahal. Gerakan ini mendorong petani untuk memproduksi pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah secara mandiri.

 Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak para petani seluruh Indonesia, menurutnya pupuk organik sangat dibutuhkan selain karena pupuk subsidi yang ada saat ini jumlahnya sangat terbatas.

“Belum lagi bahan baku seperti gugus fosfat yang sebagian besar dikirim dari Ukraina dan Rusia tersendat karena perang keduanya, jadi yang tidak dapat pupuk subsidi segeralah menghadirkan pupuk organik. Minimal setiap kabupaten harus jadi percontohan dan tidak mengandalkan bantuan pemerintah pusat”. jelas SYL.

Pada arahan dan pemaparan materi agenda kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 43 dengan tema gerakan tani pro organik, Jumat (18/11/2022) di AOR BPPSDMP, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan dengan adanya genta organik tidak berarti mengharamkan penggunaan pupuk anorganik (kimia), melainkan boleh menggunakan pupuk kimia dengan ketentuan tidak berlebihan atau mengikuti konsep pemupukan berimbang.

“Tujuan gerakan tani pro organik yaitu menyuburkan tanah-tanah Indonesia untuk meningkatkan produksi pertanian di saat harga pupuk mahal, menerapkan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, Menekan biaya produksi pertanian dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia”. jelas Dedi Nursyamsi.

Selanjutnya Dedi mengatakan Gerakan Tani Pro Organik (GENTA ORGANIK) meliputi penggunaan pupuk organik, penggunaan pupuk hayati, penggunaan pembenah tanah, dan pemupukan berimbang.

“Genta organik sebagai solusi pupuk mahal diluncurkan dengan tujuan menyuburkan tanah, meningkatkan produksi pertanian, mengurangi penggunaan pupuk anorganik, menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan SDA, yang pada akhirnya mendukung terwujudnya Swasembada Pangan Nasional dan Kedaulatan Pangan Nasional”. pungkas Dedi Nursyamsi.hvy

PENGUNJUNG

25068

HARI INI

105217

KEMARIN

51370092

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook