Gerbang Nasional

DENGAN "MAKMUR" PANGAN BERDAULAT

Kamis, 23 Des 2021
Sumber Gambar : jawapos.com

[JAKARTA] Komitmen Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian cq Pusat Penyuluhan Pertanian berkerjasama dengan Pemerintah kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat dalam rangka meningkatkan kapasitas, kualitas dan kompetensi SDM Pertanian, melalui kegiatan Ngobras Penyuluhan On The Spot.

Ngobras Penyuluhan On The Spot merupakan additional dari program Ngobras Penyuluhan yang dikemas dalam bentuk virtual talkshow langsung dari lapangan dengan Narasumber, terdiri dari Pemangku Kebijakan, Petani, Penyuluh Pertanian/Pejabat Fungsional Lainnya, Pemerhati Pertanian/Stakeholder lainnya.

Penyuluh pertanian adalah garda terdepan dalam pembangunan pertanian. Seorang Penyuluh pertanian dituntut bekerja dengan tulus, serius, tanggung jawab dan dedikasi tinggi terhadap profesi penyuluhan pertanian. Kunci pembangunan pertanian adalah Sumberdaya Manusia (SDM) pertanian yaitu penyuluh pertanian.

 Agenda kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) On The Spot (OTS) volume 36 dilaksanakan pada Selasa (21/12/2021) bertemakan Dengan “Makmur” Pangan Berdaulat, dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dedi Nursyamsi didampingi oleh Wakil Bupati kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat, bertempat di Saung BPP Dramaga, Propinsi Jawa Barat.

 Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (Makmur) merupakan program pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian berkelanjutan dengan melibatkan rantai pasok untuk memakmurkan petani Indonesia. Tujuan utamanya untuk meningkatkan produktivitas pertanian, meningkatkan pendapatan petani, adopsi praktik pertanian unggul, adopsi penggunaan pupuk komersial dan penanganan hama.

Program Makmur ini merupakan program yang dilakukan dengan pendekatan holistik dengan kawalan dan pendekatan yang intensif dengan melibatkan 8 mitra atau stakeholder, selain petani ada juga project leader untuk memastikan dan mengkoordinasikan agar Program Makmur ini bisa berjalan dengan lancar.

 Pada Kesempatan itu Dedi mengatakan bahwa masyarakat akan mampu mengenjot produktivitas dengan bersama-sama penyuluh pertanian.

“Tugas pemda, gubernur, bupati bagaimana meyakinkan petani untuk meningkatkan produktivitas dalam mengolah pertanian” ujar Dedi.

Selanjutnya peningkatan produktivitas dengan hasil maksimal di perlukan kerjasama antara Kementan, BUMN, Himbara dan juga penyuluh pertanian.

 Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan bahwa kabupaten Bogor saat ini terdapat potensi lahan pertanian kurang lebih 46.250 ha dan non pertanian 9900 ha.

“Pada tahun 2019 Kabupaten Bogor telah mengekspor buah manggis asal Leuwiliyang, jambu kristal asal Caringin, Kabupaten Bogor”. jelas Iwan.

Lebih lanjut Iwan mengatakan saat ini sedang trend di Kabupaten Bogor komoditas Kopi. “Kopi rebusan merupakan kopi terbesar di wilayah Jawa Barat” ujar Iwan.

 Selanjutnya narasumber Ngobras OTS Penyuluh pertanian kabupaten Bogor, Jajang mengatakan bahwa penyuluh pertanian terus mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas dengan memberikan penyuluhan dilapangan.

“Unsur tanah sangat penting untuk mengetahui kebutuhan tanah, pengawalan olah tanah dilakukan dengan mekanisasi pertanian”. Jelas Jajang. Selain itu, diperlukan benih yang berkualitas dengan varietas unggul dan cara tanam yang dilakukan petani harus terus di kawal.

 Salah satu petani yang didampingi penyuluh Hendrik, mengatakan bahwa ia sangat berterima kasih karena telah di bimbing oleh penyuluh dalam budidaya pertanian.

“Dengan diarahkan penyuluh, petani dalam berbudidaya, diharapkan hasil dapat lebih maksimal”. ujar Hendrik. Hvy

PENGUNJUNG

59608

HARI INI

73870

KEMARIN

50765240

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook