Materi Penyuluhan

PENGENDALIAN HAMA BELALANG SEXAVA PADA TANAMAN KELAPA

Selasa, 15 Nov 2022
Sumber Gambar : www.google.com

Kelapa merupakan salah satu komoditas perkebunan andalan dan memiliki peran penting di Indonesia bahkan di dunia.  Kelapa merupakan bahan baku dalam pengolahan minyak goreng, tepung kelapa, virgin coconut oil (VCO).  Namun kenyataannya produksi kelapa masih rendah.  Hal ini disebabkan oleh adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).  Salah satu OPT utama pada tanaman kelapa, yaitu hama belalang Sexava atau disebut juga belalang pedang. 

Belalang ini mempunyai 3 fase hidup yaitu telur – nimfa – imago.  Imago akan mulai bertelur setelah berumur kurang lebih 1 bulan dengan jumlah telur sekitar 50 butir.  Siklus hidup dari telur sampai bertelur lagi kurang lebih 5 bulan.

Gejala serangan hama belalang Sexava pada tanaman kelapa dapat dilihat pada daun dan buah. Anak daun kelapa yang diserang mulai dari pelepah tua. Lembaran anak daun kelapa yang dimakan dengan menyisakan lidi, sehingga pelepah-pelepah daun tampak meranggas. Buah yang diserang sejak bakal buah sampai buah tua. Bakal buah (bluluk; Jawa) tampak luka di bagian pangkal buah. Buah sangat muda (cengkir; Jawa) pada bagian sabut di dekat pangkal buah tampak luka dangkal sampai dalam hingga di bagian tempurung. Buah muda (degan; Jawa) dan buah tua pada bagian sabut di tengah-tengah buah tampak luka dangkal sampai dalam. 

Akibat serangan hama, produksi kelapa sangat rendah bahkan sebagian besar tanaman kelapa tidak berproduksi karena kerusakan pada daun dan buah. Kerusakan pada daun kelapa akibat serangan hama belalang Sexava  sebesar 40 %, maka perkiraan kerugian hasil saat panen sebesar 60%. Akan tetapi, serangan hama belalang Sexava berlangsung lama bisa mencapai 1 – 2 tahun.  Untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat serangan belalang Sexava perlu dilakukan pengendalian secara terpadu.

Pengendalian secara terpadu dapat dilakukan secara kultur teknis, mekanis, biologi, kimiawi.  Pengendalian secara kultur teknis dapat dilakukan dengan diversifikasi yaitu menanam tanaman lainnya seperti tanaman cengkeh, pala, kakao, kopi, jagung di antara tanaman kelapa serta dapat juga dilakukan dengan penanaman tanaman penutup tanah. Pengendalian secara kultur teknis juga dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi kebun yaitu membersihkan gulma, membakar sampah dan melakukan pengolahan tanah di sekitar tanaman kelapa.

Pengendalian mekanik dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan dan memusnahkan telur dan nimfa hama belalang Sexava, memasang perangkap atau memasang lem perangkap pada permukaan lingkar batang bagian bawah kurang lebih 1 meter dari permukaan tanah. Pengendalian secara mekanik lebih efektif jika dilakukan secara massal dan berkesinambungan.

Pengendalian biologi dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami seperti jamur entomopatogen Metarhizium anisopliae, parasit telur Leefmansia bicolor, dan predator seperti burung Lanius schach, laba-laba, semut rang-rang Oecophylla smaragdina, dan katak hijau. 

Pengendalian kimiawi dengan menggunakan insektisida harus diupayakan seminimal mungkin untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan. Aplikasi insektisida yang efektif dan yang direkomendasikan adalah melalui penyemprotan pada pembibitan dan tanaman muda, infus akar untuk kelapa genjah dan kelapa hibrida dan injeksi batang untuk kelapa dalam.

Insektisida sistemik yang efektif mengendalikan hama belalang Sexava adalah methamidophos (Tamaron), monocrotopos (Azodrin), dicrotophos (Bidrin), phosphamidon (Dimicron), dan acephate (Orthene). Pada tanaman muda atau tanaman inang lainnya, dapat dilakukan penyemprotan insektisida kontak misal Matador 25 EC dengan dosis 2 – 3 ml/l air.

Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan)

Sumber :

Michellia Darwis, 2006.  Upaya Pengendalian Hama Sexava spp. Secara Terpadu.  Perspektif Volume 5 (2), Desember 2006.  Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Bogor.

Masto Prasojo, 2019.  Pengendalian Hama Belalang Pedang Pada Tanaman Kelapa.  Pengendalian Hama Belalang Pedang pada Tanaman Kelapa – Unsurtani.com

PENGUNJUNG

20084

HARI INI

105217

KEMARIN

51365108

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook