Gerbang Nasional

OPTIMALKAN DIGITALISASI PENYULUHAN PERTANIAN

Selasa, 15 Nov 2022
Sumber Gambar : Pusluhtan

[ JAKARTA ] Era industri 4.0 tidak bisa terhindarkan lagi, untuk itu diperlukan kesiapan sumberdaya manusia yang dituntut dapat mengelola dan menghadapi disrupsi teknologi ini.

 Oleh karena itu, penyuluh harus dapat meningkatkan kemampuan diri (upgrade) dari kemampuan dalam Informasi Teknologi (IT) dan penyerapan teknologinya. Jadi mau tidak mau atau suka tidak suka, penyuluh harus masuk ke era 4.0 yang kini sudah menghasilkan teknologi yang lebih efisien dan produktivitas tinggi.

 Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengharapkan inovasi teknologi revolusi industri 4.0 dapat menarik minat generasi muda untuk menumbuh kembangkan sektor pertanian dan dengan seiringnya berjalannya waktu lebih mencintai pertanian dan mau berusaha tani di sektor pertanian.

"Tantangan petani dalam merespons pertanian 4.0 yaitu peralatan pertanian analog, keterampilan memanfaatkan media, infrastruktur telekomunikasi di pedesaan, keamanan data pertanian, manajemen big data dan integrasi data aplikasi pertanian. Tantangan tersebut akan menjadi peluang dengan menerapkan teknologi digitalisasi di sektor pertanian," ujar SYL.

 Lebih lanjut Mentan SYL mengungkapkan saat ini agenda utama pertanian era 4.0 yaitu transformasi digital sektor pertanian serta pengembangan dan pemanfaatan teknologi digital bidang pertanian.

 Sementara itu agenda Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 47 bertemakan digitalisasi penyuluhan pertanian dilaksanakan selasa (15/11/2022) di AOR BPPSDMP secara virtual, pada arahannya Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pertanian sekarang harus beralih dari tradisional ke modern dengan memenfaatkan alat-alat pertanian Internet OF Things (IOT).

“Pertanian modern, smart farming merupakan salahsatu pemanfaatan IOT, dengan adanya digitalisasi penyuluhan dapat meningkatkan efisiensi dan pencapaian tujuan penyuluhan untuk mendongrak produktivitas pertanian”. jelas Dedi Nursyamsi.

 Narasumber Ngobras, Yarta Very merupakan penyuluh pertanian kota Prabumulih propinsi Sumatera Selatan. Pada paparannya beliau menjelaskan bahwa peran utama penyuluhan digital memenuhi kebutuhan petani atas informasi atau inovasi teknologi yang terjangkau, relevan dan dapat diandalkan, penyuluh berperan sebagai fasilitator dan penyaring informasi.

 “Di era 4.0 telah ada  media sosial yaitu sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia”. jelas Yarta very.

 Selanjutnya Yarta Very mengatakan bahwa jenis atau konten yang disampaikan di media sosial antara lain berita atau materi penyuluhan, inovasi teknologi, komoditi pertanian, kegiatan atau aktivitas penyuluhan.

 “Salah satu media sosial yaitu youtube memiliki berbagai keuntungan diantaranya mudah mendapatkan materi konten, mendapatkan poin dan koin, materi penyuluhan jangkauannya lebih luas dan berjumpa dengan orang-orang hebat”. pungkas Yarta Very..hvy

PENGUNJUNG

32492

HARI INI

105217

KEMARIN

51377516

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook