Materi Penyuluhan

KUR KHUSUS UNTUK PENGEMBANGAN PERKEBUNAN RAKYAT

Senin, 14 Nov 2022
Sumber Gambar : Sumber gambar: http://mediaperkebunan.id/ini-dia-pedoman-peremajaan-kelapa-sawit/

Dalam rangka upaya pengembangan perkebunan rakyat, pemerintah telah memberikan kemudahan dengan .memfasilitasi para pekebun berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) Khusus.  Siapa saja yang dapat memperoleh KUR khusus? KUR khusus  diberikan kepada kelompok yang  dikelola  secara bersama  dalam  bentuk  klaster  dengan  menggunakan  mitra usaha  untuk  komoditas perkebunan rakyat. Mitra usaha diperlukan sebagai off taker yang nantinya dapat menjamin pasar bagi produk   yang dihasilkan dari usaha tani yang biaya produksinya menggunakan KUR. Selain membeli hasil produksi, biasanya off-taker juga melakukan pembinaan teknis agar produk yang dihasilkan   memiliki kualitas dan produktivitas tinggi.   Dengan demikian,  maka para pekebun yang telah berkelompok dalam mengelola usahanya dalam bentuk klaster serta mempunyai mitra usaha, berhak untuk mendapatkan KUR khusus, dengan plafon antara Rp. 50.000.000 hingga Rp. 500.000.000,- untuk setiap individu anggota kelompok.  Suku  bunga KUR khusus 6% efektif per tahun atau disesuaikan dengan suku bunga /marjin flat/anuitas yang setara.

 

KUR khusus dapat untuk kredit/pembiayaan modal kerja dan untuk kredit investasi.  Untuk modal kerja, jangka waktu pengembalian paling lama 4 (empat) tahun  dengan grace period atau pembayaran sekaligus pada saat panen (yarnen) sesuai dengan penilaian Penyalur KUR, sedangkan untuk kredit investasi paling lama 5 (lima) tahun untuk kredit investasi dengan grace period atau yarnen sesuai dengan penilaian penyalur KUR.

 

Dalam   hal   skema pembayaran  KUR khusus,  Penerima  KUR dapat melakukan pembayaran pokok  dan  Suku Bunga/Marjin KUR khusus  secara angsuran berkala dan/atau pembayaran setelah panen (yarnen)  saat jatuh tempo.  Penetapan pembayaran tersebut  sesuai dengan kesepakatan antara penerima KUR dan  penyalur KUR dengan memperhatikan kebutuhan   skema  pembiayaan  masing-masing penerima KUR khusus.

Bagi penerima  KUR untuk peremajaan kelapa sawit yang telah    mendapatkan  dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan  Kelapa Sawit (BPDPKS), masih dimungkinkan untuk mendapatkan KUR, namun yang dapat   dibiayai   KUR   hanya   selisih     kekurangan   dari    total pembiayaan peremajaan  kelapa sawit dimaksud.

 

Persyaratan petani penerima KUR

Penerima KUR khusus harus memiliki  Nomor Induk  Kependudukan .(NIK)  yang   dibuktikan dengan  kartu  identitas  berupa  KTP Elektronik atau  Surat Keterangan  Pembuatan KTP Elektronik. Bagi  calon  penerima KUR khusus  dengan plafon diatas Rp50.000.000  (lima puluh juta rupiah), disamping KTP elektronik, juga  wajib memiliki  NPWP.  Calon penerima KUR khusus harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) atau surat keterangan usaha mikro dan kecil yang diterbitkan oleh pejabat berwenang, atau surat keterangan yang dipersamakan lainnya, seperti surat keterangan dari dinas terkait di tingkat kabupaten/kota. Pada KUR khusus ini, kadang diperlukan agunan tambahan sesuai dengan kebijakan penilaian penyalur KUR. 

 

 

Apabila  diperlukan    perpanjangan,    suplesi,    atau restrukturisasi,  maka jangka  waktu untuk kredit/pembiayaan  modal kerja  dapat  diperpanjang  menjadi  maksimum  5  (lima) tahun dan  untuk kredit/pembiayaan investasi dapat diperpanjang menjadi maksimum 7 (tujuh) tahun terhitung sejak tanggal perjanjian kredit/pembiayaan awal grace period sesuai dengan penilaian Penyalur KUR.  Total akumulasi plafon  termasuk suplesi atau perpanjangan maksimum  Rp. 500.000.000  (lima  ratus juta  rupiah)  per debitur.  Penerima  KUR  khusus  yang   bermasalah  dimungkinkan untuk direstrukturisasi  sesuai ketentuan yang  berlaku di Penyalur  KUR,   dengan  ketentuan  diperbolehkan penambahan plafon pinjaman KUR khusus sesuai dengan pertimbangan Penyalur KUR masing-masing.

 

Usaha Hilir

KUR Khusus dapat juga diberikan untuk  pembiayaan  alat  mesin    pasca panen,   pengolahan  dan   pemasaran perkebunan, antara lain:  lantai jemur,  sangrai kopi,  sangrai kakao, pengolah teh,   pengolah  lada,  pengolah  kelapa,  kepras tebu,  mesin tebang tebu/ cane harvester, grab loader,  mesin  pengolah biji jarak dll..

 

Cara Pengajuan Kredit

Pengajuan permohonan kredit dilakukan melalui ketua kelompok usaha, sesuai dengan jumlah pengajuan berdasarkan plafon kredit yang diajukan masing-masing anggota kelompok usaha.  Namun demikian, perjanjian kredit tetap dilakukan oleh masing-masing anggota kelompok usaha dengan penyalur KUR.  Dalam hal pihak penilaian penyalur KUR dibutuhkan agunan tambahan, dapat dipenuhi dari asset Kelompok Usaha atau asset dari anggota Kelompok Usaha yang dapat dipertanggungjawabkan melalui mekanisme tanggung renteng. 

Setelah pengajuan permohonan KUR diajukan, pihak penyalur KUR Khusus wajib melakukan pengecekan pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), untuk  melihat catatan informasi terkait riwayat calon penerima KUR, terutama mengenai lancar atau tidaknya pembayaran kredit.  Setelah syarat administrasi dipenuhi oleh calon penerima KUR, pihak penyalur KUR melakukan asesmen ke rumah dan atau lokasi usaha calon penerima KUR.  Tahapan selanjutnya pihak penyalur KUR akan melakukan penilaian dan memutuskan apakah permohonan calon penerima KUR diterima, diterima  dengan menambah kelengkapan administrasi atau tidak diterima.

Skema pembayaran KUR khusus yang terdiri dari pokok dan bunga dapat dilakukan secara angsuran berkala atau pembayaran sekaligus saat jatuh tempo  (yarnen) sesuai kesepakatan antara penerima KUR dan Penyalur KUR.  (Sri Wijiastuti, Pusluhtan).

Sumber: PEDOMAN UMUM FASILITASI PELAKSANAAN KREDIT USAHA  RAKYAT SEKTOR PERTANIAN TAHUN 2022.

 

PENGUNJUNG

20714

HARI INI

105217

KEMARIN

51365738

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook