Materi Penyuluhan

PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PADI

Senin, 14 Nov 2022
Sumber Gambar : https://pemandanganindahh.blogspot.com/

Tanaman padi merupakan komoditas tanaman pangan penting, sehingga komoditas ini menjadi prioritas dalam menunjang program pertanian. Sehubungan dengan hal tersebut, maka upaya peningkatan produktivitas padi terus dilakukan antara lain melalui Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan suatu pendekatan holistic yang bersifat partisipatif yang disesuaikan dengan kondisi spesifik lokasi, yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan teknologi yang cocok untuk kondisi setempat yang dapat meningkatkan hasil gabah dan mutu beras serta menjaga kelestarian lingkungan. Diantara teknologi yang menunjang kegiatan PTT adalah “Budidaya Padi Sawah dengan Sistim Legowo” yang merupakan teknik penanaman padi dengan mengatur jarak tanam antar rumpun dan antar barisan. Pada system ini terjadi pemadatan rumpun padi di dalam barisan pinggir dan pelebaran jarak antar barisan, sehingga jumlah tanaman per hektar tetap dipertahankan seperti pada system tanam biasa.

Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT) merupakan suatu pendekatan yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan produksi padi secara intensif pada lahan sawah beririgasi. Komponen-komponen pengelolaan tanaman terpadu seperti pengelolaan hama terpadu, hara terpadu, air terpadu, dan gulma terpadu telah dipraktekkan beberapa tahun terakhir. Namun karena pengelolaannya masih parsial/terpisah-pisah, maka hasilnyapun belum optimal. Model PTT dikembangkan secara holistic dengan mengintegrasikan berbagai komponen yang bersinergi dan kompatibel dalam sistem produksi tanaman, sehingga diharapkan hasilnya akan lebih nyata.

Tanam sistem legowo dianjurkan penerapannya terutama di daerah yang banyak hama dan penyakit, atau pada lahan sawah yang keracunan besi. Jarak tanam pada dua baris terpinggir pada tiap unit legowo biasanya lebih rapat daripada baris yang ditengah (setengah jarak tanam baris yang di tengah). Hal ini bertujuan untuk mengkompensasi populasi tanaman pada baris yang dikosongkan. Baris yang kosong, diantara unit legowo, dibuat parit dangkal. Parit dapat berfungsi untuk mengumpulkan keong mas, menekan tingkat keracunan besi pada tanaman padi, atau untuk pemeliharaan ikan

Pemilihan Varietas

Varietas padi yang digunakan adalah varietas unggul yang telah dilepas, berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit, serta sesuai dengan keinginan petani.

Penyiapan Benih Sehat

  1. Menentukan kualitas benih dengan cara merendamkan ke dalam larutan air garam 3%, atau larutan ZA dengan perbandingan 1 kg pupuk ZA untuk 2,7 liter air, atau larutan air debu. Benih yang akan ditanam adalah benih yang tenggelam.
  2. Jumlah benih yang diperlukan sekitar 30-40 kg/ha.

 

Persemaian

Luas persemaian adalah 4% dari luas pertanaman (250 m /ha lahan). Persemaian tidak boleh tergenang tetapi cukup basah, terletak di tempat yang aman dari serangan tikus, mudah dikontrol, dan jauh dari sumber cahaya di malam hari agar bibit terhindar dari serangan hama. Lahan persemaian dipupuk dengan Urea sebanyak 10% dari total Urea yang akan digunakan untuk pertanaman. Selaian itu perlu diberi kompos yang dicampur sekam dan atau serbuk gergaji kayu dengan total campuran sebanyak 2-4 kg/m agar bibit mudah dicabut, terutama untuk penggunaan bibit muda. Umur bibit dipersemaian paling lama 21 hari.

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah (hingga berlumpur dan rata) dimaksudkan untuk menyediakan media pertumbuhan yang baik bagi tanaman padi dan untuk mematikan gulma. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan traktor atau temak, menggunakan bajak singkal hingga kedalaman olah 20 cm atau lebih, pada saat tanah mulai jenuh air dan tidak perlu menunggu air tergenang.

Penanaman

Buat blok barisan tanaman untuk 6 baris dengan jarak antar blok 40 cm dengan jarak tanam 20 x 20 cm atau 25 x 25 cm. Jarak tanam pada barisan pinggir blok diperapat jadi 10 cm. Penanaman dilakukan dengan menggunakan caplak (sistem tegel). Bibit ditanam 1 batang/rumpun (maksimum 3 batang/ rumpun) agar dapat tumbuh dan berkembang lebih baik, perakaran lebih intensif, dan anakan lebih banyak

Pemupukan

  • Urea 150 kg/ha, Sp-36 100 kg/ha dan KC1 50 kg/ha.
  • Pupuk dasar : berikan 100 kg/ha SP-36 dan 50 kg/ha Urea pada saat tanam dengan cara tebar.
  • Pupuk susulan I : berikan 50 kg/ha Urea dan 50 kg/ha KC1 2-3 minggu setelah tanam dengan tabur setelah penyiangan.
  • Pupuk susulan II : 50 kg/ha Urea 6 minggu setelah tanam ditabur setelah penyiangan II.

 

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan berdasarkan pengelolaan hama terpadu (PHT) yang diintegrasikan kedalam model PTT. (Purnomojati Anggoroseto, SP, MSi.)

(Sumber: Julistia Bobihoe, Endrizal, Bambang Prayudi.2004.Teknologi Budidaya Padi Sawah Dengan Sistem Legowo Menunjang Pengelolaan Tanaman Terpadu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi)

PENGUNJUNG

30375

HARI INI

105217

KEMARIN

51375399

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook