Gerbang Nasional

WASPADA PANGAN 2022

Selasa, 14 Des 2021
Sumber Gambar : Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian

[JAKARTA] Kementerian Pertanian menyediakan jaminan ketersediaan bahan pangan untuk 273 juta jiwa masyarakat Indonesia. Saat ini pemerintah terus mendorong masyarakat untuk mengkomsumsi pangan lokal.

 Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada agenda kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 46 yang diselenggarakan pada hari jumat (10/12/2021) secara virtual live dari Bangka Belitung didampingi Kepala Seksi Dinas Pertanian Propinsi Bangka Belitung.

 Dedi menginformasikan bahwa komoditas andalan Bangka Belitung yaitu talas, saat ini talas telah diolah menjadi keripik, tepung keripik oleh Chandra yang merupakan duta petani milenial yang hadir pada kegiatan MSPP, hal ini sejalan dengan arahan jokowi “Petani harus mengarah ke hilir, keuntungan terbuka dipertanian pada olahan” ujar Dedi. Sebagai contoh untuk harga talas mentah per 1 kilogram Rp 5000; sedangkan saat diolah menjadi keripik menjadi Rp. 15000; per 70 gram.

 Lebih lanjut Dedi mengatakan pangan lokal merupakan pangan sehat apalagi dengan sistem organik lebih sehat. “Ketergantungan pangan impor harus dihindari, dengan mengkomsumsi pangan lokal berarti kita mendorong petani dan juga UMKM” ungkap Dedi.

 Narasumber MSPP, Andriko Noto Susanto kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementan mengatakan pada paparan materinya bahwa pilar ketahananan pangan yaitu ketersediaan Produksi Pangan Domestik, Stok/Cadangan Pangan, Food Loss and Waste dan Ekspor Impor.”Pemanfaatan ketahanan pangan dapat dilakukan dengan perbaikan pola konsumsi, penganekaragaman konsumsi, perbaikan gizi, keamanan dan mutu pangan serta pola asuh”. jelas Andriko.

 Selanjutnya, Andriko mengatakan bahwa pada tahun 2021, Indonesia peringkat 69 dari 113 negara dunia, sedangkan Indikator GFSI yaitu ketersediaan pangan, aksesibilitas pangan, kualitas dan keamanan pangan, sumber daya alam dan ketangguhan terhadap bencana. “Aksebilitas pangan akan membaik apabila persentase penduduk di bawah garis kemiskinan global, akses pasar dan pembiayaan pertanian” tutup Andriko. -hvy-

PENGUNJUNG

52934

HARI INI

73870

KEMARIN

50758566

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook