Gerbang Nasional

BUMI SEMAKIN PANAS, PERTANIAN BAGAIMANA?

Sabtu, 04 Des 2021
Sumber Gambar : kopasiana.com

[JAKARTA] Perubahan iklim merupakan hal yang tidak dapat dihindari akibat pemanasan global (global warming) dan diyakini akan berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pertanian.
Perubahan pola curah hujan, peningkatan frekuensi kejadian iklim ekstrem, serta kenaikan suhu udara dan permukaan air laut merupakan dampak serius dari perubahan iklim yang dihadapi Indonesia. Pertanian merupakan sektor yang mengalami dampak paling serius akibat perubahan iklim. Di tingkat global, sektor pertanian menyumbang sekitar 14% dari total emisi, sedangkan di tingkat nasional sumbangan emisi sebesar 12% (51,20 juta ton CO2e) dari total emisi sebesar 436,90 juta ton CO2e, bila emisi dari degradasi hutan, kebakaran gambut, dan dari drainase lahan

Agenda kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 45 dilaksanakan virtual secara live pada hari Jumat (03/12/2021) di BPP kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat bertemakan bumi makin panas pertanian bagaimana, hadir pada kegiatan tersebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi didampingi oleh Kepala Pusat Penyuluhan, Bustanul Arifin Caya.

Pada sambutannya Dedi mengatakan radiasi matahari yang lolos dari saringan atmosfir memanaskan bumi. ”Bumi semakin panas, gas rumah kaca menyebabkan bumi semakin panas”.jelas Dedi.

Pada pemaparan materinya Dedi menjelaskan perbedaan dari pemanasan global dan perubahan iklim. Pemanasan global merupakan peningkatan suhu di permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca di atmosfer, Sedangkan perubahan ilkim Fenomena yang disebabkan oleh pemanasan global, mempengaruhi parameter iklim (suhu, tekanan, kelembaban, kecepatan angin dan radiasi). Yang menyebabkan terganggunya sistem iklim dan bersifat tidak balik.

“Inovasi teknologi pertanian dapat menjadi andalan dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman dan ternak serta melestarikan kesuburan tanah sehingga meningkatkan pendapatan dan nilai tambah petani, ramah lingkungan dan tangguh terhadap perubahan iklim”. tutup Dedi. hvy

PENGUNJUNG

51374

HARI INI

73870

KEMARIN

50757006

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook