Materi Lokalita
RIAU > KABUPATEN BENGKALIS > BUKIT BATU

TEKNIK OLAH TANAH DAN KAWINKAN BUNGA LABU MADU DESA SEJANGAT KECAMATAN BUKIT BATU

Kamis, 02 Des 2021
Sumber Gambar : Arsip BPP Kecamatan Bukit Batu

Perasaan takjub menyelimuti saat masuk ke dalam kebun rimbun. Kayu berbentuk persegi saling bersilangan berwarna coklat muda. Bawah kebun tampak bersih dari rumput, menandakan lahan ini betul-betul dirawat oleh pemiliknya. Beberapa orang merangkai kayu menjadi atap dengan model melengkung, tempat merambat tanaman. Sepertinya akan dibesarkan lagi kebun ini. Bermacam bentuk buah labu madu menggantung, berbagai warna. Dari yang agak hijau, sampai makin lama makin kuning. Sangat beruntung bisa melihat labu madu tumbuh dengan baik, menghasilkan buah segar dan besar.

Kebun labu madu seluas 500 meter persegi tersebut berada di desa Sejangat, Kecamatan Bukit Batu. Tepatnya di samping lapangan Tomong, dekat tiang bendera merah putih. Bapak Suprayetno adalah pengelola kebun labu madu ini, dibantu oleh beberapa orang sebagai rekan kerja. Pak Prayit, begitu biasa panggilannya. Bergabung bersama kelompok tani “Usaha Sepakat” sebagai ketua kelompok tani. UPT Balai Penyuluhan Pertanian (UPT BPP) Kecamatan Bukit Batu mendampingi kelompok tani ini dalam mengembangkan labu madu.

Diceritakan bahwa budidaya labu madunya diawali dengan mengolah tanah sebagai media tanam. Caranya dengan mencampur tanah dan pupuk kandang serta hasil fermentasi arang sekam. Petani memasukkan tanah ke dalam polibag, lalu menanam bibit labu madu yang telah disemai. Satu polibag satu bibit tanaman, lalu diatur jarak polibag satu dengan lainnya yaitu idealnya satu meter. Dalam pemeliharaan, dilakukan pemangkasan daun apabila terlalu rimbun, sebab berpengaruh pada intensitas sinar matahari. Bila terlalu teduh mentari tidak bisa menembus ke dalam, sehingga proses fotosintesis tanaman terganggu.

“Tanaman labu madu dikawinkan setiap pagi, bunga betina akan kembang mulai pukul 06:00 sampai 09:00 pagi. Di sela waktu itulah kita kawinkan dengan bunga jantan. Bila tidak terjadi pembuahan, kecil kemungkinan tanaman akan mengeluarkan buah.” Terang Pak Prayit.

Lebih lanjut dikatakan satu tanaman bisa menghasilkan dua buah yang menggantung. Biasanya buah pertama lebih besar dibandingkan buah kedua. Rasa labu madu manis, berat buahnya pernah mencapai 2,5 Kg.

Dalam budidaya labu madu, Pak Prayit menyarankan sebaiknya tidak menanam sekaligus banyak. Sebaiknya melakukan budidaya labu madu secara bertahap. Hal ini dikarenakan kemunculan buah jantan tidak terprediksi. Pernah dalam 1.000 tanaman tidak ada bunga jantan, jadi kita akan bingung untuk mengkawinkan dengan bunga betina.

“Lebih bagus lagi bila ada komunitas petani labu, jadi dilakukan penanaman secara serentak di lokasi yang berbeda. Menurut pengalaman, persentase muncul bunga jantan jauh lebih besar.” Tutupnya.

PENGUNJUNG

50933

HARI INI

58280

KEMARIN

43281310

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook