Materi Lokalita
KALIMANTAN SELATAN > KABUPATEN TABALONG > BANUA LAWAS

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TERPADU

Rabu, 01 Des 2021
Sumber Gambar : Goggle

Konsep pengendalian hama terpadu adalah pengendalian hama yang dilakukan dengan mengggunakan kekuatan unsur-unsur alami yang mampu mengendalikan hama agar tetap berada pada jumlah di bawah ambang batas yang merugikan.

Pengendalian Hama Terpadu adalah konsep pengendalian hama dan penyakit tanaman yang aman bagi lingkungan dan makhluk hidup.

Pengendalian hama terpadu adalah pengendalian hama yang dilakukan dengan menggunakan kekuatan unsur-unsur alami yang mampu mengendalikan hama agar tetap berada pada jumlah dibawah ambang batas yang merugikan.

Tujuan utama PHT bukanlah pemusnahan, tetapi dikendalikan agar populasi hama tetap berada di bawah satu tingkatan aras yang dapat mengakibatkan kerusakan atau kerugian ekonomi

Ada 4 (empat) prinsip penerapan PHT, yaitu : (1) budidaya tanaman sehat, (2) pelestarian dan pendayagunaan musuh alami, (3) pengamatan mingguan secara teratur, dan (4) petani berkemampuan melaksanakan dan ahli PHT.

Budidaya tanaman sehatmerupakan prinsip penting penerapan PHT dengan menggunakan paket teknologi produksi dan praktek agronomis, untuk mewujudkan tanaman sehat.

Pelestarian musuh alamimelalui pengelolaan dan pelestarian faktor biotik (pengendali alami) dan abiotik (iklim dan cuaca) agar mampu berperan secara maksimal dalam pengendalian populasi dan penekanan tingkat serangan OPT.

Pemantauan ekosistem secara teratur yaitu pemantauan hasil interaksi faktor biotik dan abiotik dan menimbulkan serangan OPT. Kegiatan pemantauan merupakan kegiatan penting yang mendasari pengambilan keputusan pengendalian.

Petani sebagai ahli PHTmerupakan tujuan penerapan agar petani memiliki kemampuan dan kemauan untuk menetapkan tindakan pengendalian sesuai prinsip PHT dan berdasarkan hasil pengamatan. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani adalah latihan dan pemberdayaan petani.

komponen dari PHT adalah sebagai berikut.

1. Penggunaan Varietas Unggul yang tahan hama dan penyakit
Pemilihan verietas yang tahan terhadap hama dan menyakit merupakan sebuah usaha dari pengendalian hama terpadu yang dilakukan pra tanam, ini sangat penting, bagaimanapun kelangsungan baik dan buruknya tanaman ditentukan juga dari pemilihan varietas yang unggul dan tahan.

2. Pengendalian Hama
Merupakan sebuah cara bagaimana petani melakukan pengendalian terhadap hama dan penyakit, bukan memberantas ataupun memusnahkan apalagi dengan cara penggunaan pestisida yang brutal, akan tetapi dilakukan pengontrolan teratur dan rutin sehingga bisa melakukan tindakan yang sesuai dengan kondisi hama penyakit yang ada.

3. Keseimbangan Ekosistem 
Pertimbangan keseimbangan ekosistem merupakan unsur hayati yang harus dilakukan dalam PHT, petani seharusnya mengkoordinir dan mengenali ekosistem sekitar dan mencukupi segala kebutuhannya untuk terus menjaga keseimbangan ekosistem.

Misalnya, jika tanah kurang subur karena kurangnya mikroorganisme dalam tanah maka petani harus memperhatikan kelangsungan hidup mikroorganisme dalam tanah tersebut.

4. Pemanfaatan bahan dan musuh alami.
Pemanfaatan Predator merupakan sebuah cara untuk mengurangi bahan-bahan kimia, selain itu, menurut saya, seharusnya petani melaksanakan konsep back to nature, termasuk dalam pengendalian hama dengan cara menggunakan pestisida nabati dan pupuk organik.

Pengendalian OPT

  1. Cara Mekanis

Artinya pengendalian hama dan penyakit menggunakan alat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara :
1.    Handpicking : mencari hama, ditangkap kemudian dibunuh.
2.    Menangkap dengan perangkap / alat pengumpul atau alat pengisap.
3.    Menghalangi dengan tirai.
4.    Menghancurkan dengan alat, misalnya alat pemukul untuk membunuh tikus.


B. Cara Kulturteknis.

Cara Kulturteknis Yaitu pengendalian hama dan penyakit dengan cara teknik budidaya tanaman. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara :
1. Teknik bercocok tanam.
a) Pengolahan tanah.
b) Penutup mulsa / jerami.
c) Pemupukan.
d) Jarak tanam.
e) Tanaman perangkap.
2. Pengaturan pola tanam.
1.    Pergiliran tanaman.
2.    Tanam serempak atau panen serempak.
3. Sanitasi lingkungan.
4. Penggunaan varietas tahan.

Cara Biologis.

Pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan musuh alami dari hama tersebut. Musuh alami yang di gunakan dapat berupa : Predator, parasit larva, parasit telur, dll.

Cara Kimia.

Pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan bahan kimia (Pestisida) baik pestisida organik maupun pestisida anorganik (buatan). 

Secara Karantina

Yang dimaksud karantina tumbuhan ialah suatu

tindakan yang sah yang dilakukan oleh pemerintah dalam usaha mencegah pemasukan dan penyebaran hama/penyakit dari luar maupun dalam negeri.

PENGENDALIAN HAYATI
Secara umum pengertian pengendalian hama secara biologi/hayati adalah penggunaan makhluk hidup untuk membatasi populasi organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Makhluk hidup dalam kelompok ini diistilahkan juga sebagai organisme yang berguna yang dikenal juga sebagai musuh alami, seperti predator, parasitoid, patogen.

Dalam hal penggunaan dan pengendalian mikroorganisme (termasuk virus), pengertian organisme yang berguna diperluas yaitu meliputi makhluk hidup termasuk yang bersel tunggal, virion, dan bahan genetik.

Pengendalian biologi memiliki keunggulan lebih ramah lingkungan. Pasalnya, penggunaan insektisida dapat dikurangi bahkan tidak digunakan sama sekali. Kendati demikian, kunci dari pengendalian hama secara biologi adalah mengenal terlebih dahulu aspek biologi dari serangga itu sendiri.

Sumber :

  • http://hanaannaa.blogspot.com/2012/11/pengendalian-hama-dan-penyakit.html
  • http://abdurochman27.blogspot.com/2014/12/pengendalian-hayati-pengendalian-hama.html
  • http://www.klinikpertanianorganik.com/tag/pengendalian-hama-terpadu/

 

Penulis : Khalifah, Penyuluh WKPP Pematang

Editor : Ermayasari,SP - Admin Cyber Extention

PENGUNJUNG

51445

HARI INI

58280

KEMARIN

43281822

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook