Gerbang Nasional

PENGELOLAAN PUPUK BERSUBSIDI

Jum'at, 26 Nov 2021
Sumber Gambar : Ditjen PSP

[JAKARTA] Saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas tanam, salah satunya melalui pemupukan berimbang. Pemupukan berimbang yaitu pemberian sejumlah pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kesuburan tanah agar terjadi keseimbangan hara di dalam tanah sehingga tercapai kondisi favorable (kondusif) untuk pertumbuhan tanaman. Dalam pemupukan berimbang, harus 5 T, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat bentuk dan tepat cara.

Sementara itu agenda kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 44 yang dilaksanakan Jumat (26/11/2021) bertempat di Agriculture War Room (AWR) ,Kementan bertemakan Pengelolaan Pupuk Bersubsidi.

Kegiatan MSPP dihadiri oleh Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), pada MSPP Mentan mengatakan saat ini yang paling penting adalah membangun mindset bahwa yang kita kerjakan adalah tugas fungsi peranan kemanusiaan dan amanah Tuhan karena yang kita jaga adalah makanan. Mengurus makanan rakyat adalah pemberian Tuhan dan Tuhan tidak tidur, malaikat mencatat apa yang kita lakukan. Perbaiki dan motivasilah petani di wilayah binaan masing-masing.

Lebih lanjut Mentan menjelaskan bahwa pada pandemi covid19 ini, hanya sektor pertanian yang naik 16,24%. Ekspor di tahun 2021 naik 47,37%. Nilai tukar petani di tahun 2021 naik 0,86%. 

“Manajemen yang baik yaitu manajemen PAKSAIN. PAKSAIN disini merupakan singkatan dari Plan, Atention, Knowledge, Skill, Action dan Indonesia. Perencanaan harus kuat, Pengetahuan dan Skill harus terus diasah. Dan semua itu perlu ada aksi”. jelas SYL.

Dari semua persoalan yang ada, masalah pupuk adalah masalah yang paling laten. Jika pupuk bermasalah, yang disalahkan adalah kementerian pertanian, padahal itu kesalahan semua. “Pupuk itu yang diminta 24 juta, yang disiapkan hanya 9 juta. Itu bukan langka, namun kurang”.ujar SYL. Tugas pertanian adalah meningkatkan produktivitas. Pabrik pupuk tidak di Kementan. Uangnya tidak di Kementan, jadi Kementan tidak bisa mengendalikan secara langsung.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi yang hadir pada kegiatan MSPP mengatakan saat ini yang harus diperhatikan adalah bagaimana caranya agar keseimbangan hara kondusif untuk pertumbuhan tanaman. “Jangan memupuk berlebih karena tanaman mudah roboh, mudah terserang hama penyakit, tidak efisien dan mencemari lingkungan”.ungkap Dedi.

Selanjutnya, perlu diperhatikan bagaimana mengimplementasikan pemupukan dengan pemupukan berimbang. Penyuluh harus bisa menyampaikan pemupukan berimbang untuk dilaksanakan oleh petani di wilayah binaannya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana, Ali Jamil yang merupakan narasumber MSPP menjelaskan Subsidi pupuk di tahun 2022 tidak lagi mengakomodir sektor perikanan dan tidak menyediakan pupuk SP36. Tahun depan meminta Gubernur/Bupati/Walikota menetapkan alokasi. Yang menandatangani adalah kepala dinas namun atas nama Gubernur/Bupati/Walikota.

Apabila ada catatan kekeliruan maka harus dilakukan pengawasan. Beri data hanya kepada Ditjen PSP atau BPPSDMP. KP3 ada, namun masih dirasa kurang berfungsi, sehingga saat ini sedang melakukan perbaikan peraturan. “Siapapun yang mengentry data, diharapkan datanya merupakan data yang valid. Jangan ada double data ataupun mark-up usulan pupuk yang dibutuhkan”. jelas Ali Jamil.

Permentan yang mengatur eRDKK harus dilakukan T-1 maka harus ada ruang untuk merevisi atau menyesuaikan. Oleh karena itu kemarin kita memberi tambahan waktu untuk admin mengentry data eRDKK. Masa entry eRDKK belum rampung semuanya, namun jumlahnya sudah lebih dari tahun sebelumnya. “ Minta tolong untuk Penyuluh Pertanian Lapang dan penginput data agar berhati-hati dalam mengentry data, jangan ada duplikasi patuhi aturan”, tutup Ali Jamil. hvy

PENGUNJUNG

53758

HARI INI

73870

KEMARIN

50759390

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook