Gerbang Nasional

DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL TEPUNG MOCAF DI BANJARNEGARA

Selasa, 23 Nov 2021
Sumber Gambar : Wisnu Sapto Nugroho

[JAKARTA] Kegiatan agenda kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 32, bertemakan Diversifikasi Pangan Lokal Tepung Mocaf di Banjarnegara dilaksanakan secara virtual pada hari selasa (23/11/2021), di AOR BPPSDMP.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi hadir pada kegiatan tersebut memberikan arahan dan pembukaan. Pada arahannya Dedi Nursyamsi mengatakan salah satu program Kementerian Pertanian adalah diversifikasi pangan lokal. Diversifikasi pangan lokal sangat penting, selama ini kita banyak import pangan terutama gandum, ini dikarenakan masyarakat Indonesia suka mengkomsumsi gandum.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan, di Indonesia ada banyak pangan pengganti beras salah satunya singkong. Tanaman singkong tumbuh dengan baik asalkan tidak terendam air, 10 bulan sudah panen, tanaman singkong tumbuh baik meskipun tanahnya kurang subur.

“Mari kita komsumsi pangan lokal, dimulai dari kita” ungkap Dedi. Selain tanaman singkong ada pangan lain yang dapat dijadikan pengganti pangan utama yaitu sagu dan juga umbi-umbian.

Selama pandemi, sektor pertanian masih tetap mengalami pertumbuhan yang positif di antara sektor lainnya. Penyediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia menjadi keniscayaan, di tengah kondisi pandemi yang masih berlangsung serta ancaman krisis pangan yang juga harus diantisipasi agar hal tersebut tidak terjadi dan kebutuhan pangan bagi 273 juta rakyat tetap terpenuhi. 

Narasumber Ngobras, Wisnu Sapto Nugroho Koordinator Petani Milenial, Propinsi Jawa Tengah mengatakan Modified Cassava Flour (MOCAF) merupakan produk turunan dari tepung ubi kayu  yang  menggunakan  prinsip  modifikasi  sel  ubi  kayu  secara  fermentasi dimana mikroba dan ekstrak alami mendominasi selama fermentasi tepung ubi kayu ini.

“Keunggulan tepung Mocaf diantaranya gluten free, tinggi serat, rendah indeks glikemik, rendah Kalori, tinggi Kalsium, kaya dengan kandungan mineral, karbohidrat, Vitamin C, Protein dan Pospor” jelas Wisnu.

Secara teknis, Wisnu menjelaskan bagaimana cara pengolahan MOCAF sangat sederhana, mirip dengan pengolahan tepung ubi kayu biasa, namun disertai dengan proses fermentasi. Ubi kayu dibuang kulitnya, dikerok lendirnya, dan dicuci bersih, kemudian dilakukan pengecilan ukuran ubi kayu dilanjutkan dengan tahap fermentasi selama 12-72 jam. Setelah fermentasi, ubi kayu tersebut dikeringkan kemudian ditepungkan sehingga dihasilkan produk tepung ubi kayu termodifikasi.

Keunggulan tepung Mocaf yaitu memiliki kandungan serat terlarut (solube fiber) yg jauh lebih banyak dibandingkan dengan tepung gaplek, memiliki kandungan mineral (kalsium) yang lebih tinggi dibandingkan dengan padi dan gandum, tepung mocaf bebas gluten, sangat bagus untuk para penderita diabetes.

“Salah satu manfaat tepung Mocaf yang sudah halus digunakan untuk berbagai macam olahan makanan seperti brownies, mendoan, mie, bakso, cookies, pie”. tutup Wisnu. hvy

PENGUNJUNG

53076

HARI INI

73870

KEMARIN

50758707

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook