Materi Lokalita
JAWA TIMUR > KABUPATEN JEMBER > MAYANG

FENOMENA ULAT TENTARA

Rabu, 17 Nov 2021
Sumber Gambar : Koleksi Pribadi

Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) menjadi salah satu ancaman bagi petani. Permasalahan ini sering menimbulkan kerugian yang cukup besar. Terutama adanya serangan ulat tentara pada tanaman jagung. Padahal jagung termasuk komditas penting untuk pemenuhan kebutuhan pangan manusia.

Apa sih ulat tentara itu ?

Ulat tentara atau hama Fall Army Worm (FAW) merupakan serangga asli dari Amerika Serikat hingga Argentina, ulat ini mampu merusak tanaman jagung sepanjang hari dan menyerang pada fase vegetatif. Ulat ini dapat merusak hampir seluruh bagian tanaman jagung mulai dari akar, daun bunga jantan, bunga betina serta tongkol.

Perlu diketahui siklus hidup ulat tentara ini sebagai berikut ulat dewasa akan meletakkan 100-200 butir telur pada daun bawah dekat dasar tanaman, dekat batas antara daun dan batang. Telur biasanya dilindungi oleh sejenis lapisan pelindung yang berasal dari bagian tubuh ngengat setelah bertelur. Apabila populasi tinggi telur dapat diletakkan di bagian tanaman yang lebih tinggi atau bahkan tanaman lain.

Tahap Perkembangan 1-3. Setelah menetas, larva muda makan di bagian permukaan, biasanya di bagian bawah daun. Bagian daun yang dimakan biasanya berwarna semitransparan (windows). Larva muda dapat memintal benang sehingga larva dapat berpindah karena terbawa angin. Larva makan lebih aktif pada malam hari.

Tahap Perkembangan 4-6. Saat tahap perkembangan larva instar 3-6, larva masuk ke bagian yang terlindungi (daun muda yang mengulung) dan membuat kerusakan sehingga calon daun akan berlubang. Larva yang memakan titik tumbuh dapat menghambat pertumbuhan daun baru dan tongkol. Biasanya hanya ditemukan 1-2 larva dalam satu bagian, karena FAW bersifat kanibal saat besar untuk mengurangi kompetisi.

Ngengat betina dewasa dari FAW merupakan penerbang yang tangguh dan dapat menyebar antar benua. Populasi FAW kemungkinan akan terus meningkat seiring dengan ketersediaan inang untuk berkembang biak disertai dengan absennya musuh alami (predator seperti semut, cecopet, dan parasitoid) serta entomopatogen (virus, bakteri, dan jamur).

Sungguh besar ancaman si ulat tentara ini untuk tanaman jagung kita. Lebih sering lagi pengamatan tanaman jagung kita yaaa...agar ulat ini tidak menguasai tanaman jagung kita.

 

Penulis : Yulie Andriani, S.TP (Penyuluh Pertanian Kabupaten Jember)

PENGUNJUNG

54531

HARI INI

73870

KEMARIN

50760163

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook