Diseminasi Teknologi

TEKNIK MEMBUAT PUPUK BOKASHI

Kamis, 28 Okt 2021
Sumber Gambar : Koleksi pribadi

 

PENDAHULUAN

          Pupuk bokashi merupakan hasil fermentasi dari bahan-bahan organik dengan menggunakan bantuan effective microorganism (EM) atau dekomposer lainnya sehingga proses dekomposisi (pembusukan) dalam bahan organik tersebut dapat berjalan lebih cepat. Pupuk boksahi berguna untuk menyuburkan tanah, memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah serta dapat menekan pertumbuhan pathogen dalam tanah, sehingga efeknya dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman (Nasir, 2008). Kelebihan pupuk bokashi terhadap kesuburan tanah antara lain : 1. dapat memperbaiki struktur tanah, menyebabkan tanah menjadi ringan untuk diolah dan mudah ditembus akar 2. meningkatkan daya menahan air (water holding capaci-ty), sehingga kamampuan tanah untuk menyediakan air menjadi lebih banyak, kelengasan air tanah lebih terjaga 3. meningkatkan KPK (kapasitas pertukaran kation) se-hingga kemampuan mengikat kation menjadi lebih tinggi, aki-batnya apabila dipupuk dengan dosis tinggi hara tanaman tidak mudah tercuci 4. dapat meningkatkan daya sangga (buffering capasity) terhadap tanah (Nasih, 2008). Pengaruh dari penggunaan pupuk bokashi ini tidak serta merta dapat langsung dirasakan begitu dilakukan pemupukan. Butuh waktu agak lama untuk mengembalikan kesuburan tanah seperti kondisi semula. Selain itu makin parah kondisi kerusakan tanah akibat pemakaian pupuk kimia, makin banyak pupuk bokashi yang harus diberikan. Pemberian pupuk bokashi dalam hal ini pun tidak harus total sekali pemberian dalam satu periode penanaman, tetapi dapat dilakukan dengan mengganti sebagian pupuk kimia dengan pupuk bokashi. Indikasi membaiknya kondisi tanah dapat dilihat pada penanaman di musim berikutnya dimana kondisi tanaman menjadi rapuh (mudah roboh) pada pemberian pupuk kimia dengan dosis yang sama dengan pemberian pupuk kimia pada musim tanam sebelumnya, yang berarti bahwa pemberian pupuk kimia tersebut sudah berlebihan dosisnya.

 

Penambatan mikroorganisme

          Dekomposer yang digunakan dalam pembuatan bokashi tidak harus berupa EM4 atau produk-produk yang sudah beredar di pasaran. Kita dapat juga menggunakan mikroorganisme lokal (MOL). MOL sendiri dapat diperoleh dengan cara menambatkannya menggunakan nasi, rebung bambu, sayuran dll.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan bokashi

  1. Pupuk kandang 100 kg
  2. Dedak 2 kg
  3. Tetes 50 ml
  4. Dekomposer 100 ml
  5. Air

 

Tahapan pembuatan pupuk bokashi :

  1. Larutkan tetes dan dekomposer dalam air
  2. Bersihkan pupuk kandang dari kotoran yang tercampur
  3. Campur pupuk kandang dengan dedak sampai merata
  4. Siramkan larutan dekomposer dan tetes secara merata ke dalam adonan
  5. Indikasi campuran sudah pas yaitu bila adonan dikepal dengan tangan air tidak menetes dan apabila kepalan tangan dilepas adonan tidak pecah
  6. Tumpuk adonan diatas lantai dengan ketinggian masing-masing lapisan 10 – 15 cm, tutup dengan kain goni.
  7. Peram adonan selama 1 – 2 minggu
  8. Mulai hari ke-2 sampai ke-4 suhu akan mengalami peningkatan, maka pertahankan suhu pemeraman pada 45 – 50 o C dengan cara membolak-balik adonan.
  9. ika pemeraman sudah selesai bokasi dikeringkan

 

Cara pembuatan MOL nasi

Bahan-bahan yang digunakan :

  1. 2 kg beras, masak menjadi nasi
  2. Cuka 200 ml
  3. Gula merah 2 kg
  4. Air cucian beras 10 liter
  5. Selasah bambu secukupnya

 

 Cara pembuatan :

  1. Nasi yang masih hangat dikepal-kepal dengan tangan yang sudah dibasahi dengan cuka
  2. Peram nasi dengan menggunakan selasah bambu selama satu minggu
  3. Bersihkan dari selasah bambu, haluskan dan larutkan dalam dalam air cucian beras dan larutan gula merah.
  4. Fermentasi selama 10 hari
  5. Kemas atau langsung manfaatkan MOL beras yang terbentuk

 

Penggunaan MOL dari bonggol pisang :  

  1. Bonggol pisang 5 kg
  2. Gula merah 1 kg
  3. Air beras 10 liter

Sebagai dekomposer : yaitu dengan mencampurkan 1 liter larutan dengan 5 liter air tawar yang ditambah dengan gula merah 1 ons, kemudian siramkan saat pembuatan kompos.  

Digunakan pada tanaman padi : yaitu dengan menambahkan 400 ml larutan ke dalam 1 tangki sprayer (14 liter air). Disemprotkan pada fase vegetatif hingga fase generatif pasca tanam, yaitu pada umur 10, 20, 30, dan 40 hari setelah tanam. Semprotkan pada pagi/sore hari. Hindari penyemprotan pada siang hari

Cara pembuatan :

  1. Bonggol pisang ditumbuk/dihaluskan, kemudian masukkan dalam drum plastik bersama dengan gula merah
  2. Tutup rapat drum, namun diberi selang pernafasan searah, yaitu dengan cara mencelupkan ujung selang yang keluar dari drum kke dalam botol yang berisi air, sehingga gas yang terbentuk dari proses fermentasi dapat keluar, namun udara luar tidak dapat mmasuk.
  3. Biarkan selama 15 hari.

 

Penyusun : Dede Rohayana (BPTP Lampung)

Referensi : Berbagai sumber

 

 

PENGUNJUNG

52627

HARI INI

58280

KEMARIN

43283004

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook