Gerbang Daerah
> >

Komunikasi, Informasi Dan Edukasi (kie) Penyakit Mulut Dan Kuku Di Kecamatan Tamalatea

Kamis, 04 Agu 2022
Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi BPP Tamalatea

Menindak lanjuti Surat edaran Bapak Bupati Jeneponto Nomor :180/385/JP/VII/2022 tentang Penutupan lalu lintas hewan, serta himbauan dari Bapak Kepala Dinas Pertanian Kab. Jeneponto Nomor : PT.287/4347/VII/2022 tertanggal 19 Juli 2022 mengenai Komunikasi Informasi dan Edukasi terkait penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku.  Balai Penyuluhan Pertanian Tamalatea bersama seluruh PPL se kecamatan Tamalatea bekerjasama dengan para Babinsa dan Babinkantibmas langsung turun ke lapangan untuk melakukan koordinasi, informasi dan edukasi sebagaimana yang dimaksud  kepada para Kepala Desa dan kelurahan, para ketua kelompok tani dan peternak. 

Kegiatan yang dilaksanakan mulai 22 Juli 2022 sampai dengan 12 Agustus 2022, bertujuan sebagai upaya pencegahan dini penyebaran penyakit mulut dan kuku yang menyerang ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba. Penyakit  mulut dan kuku  atau dikenal juga sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae adalah penyakit hewan menular bersifat akut, cepat, mendadak dan sangat menular.  Disebabkan oleh Virus tipe A dari family Picornaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee epizootecae dengan masa inkubasi 2-14 hari (masa sejak hewan tertular penyakit sampai timbul gejala penyakit).

Adapun gejala umum penyakit mulut dan kuku ini yaitu ternak terlihat lemah, lesu, kaki pincang, air liur berlebihan, tidak mau makan, mulut melepuh.  Penyebarannya bisa melalui kontak langsung maupun tidak langsung dengan hewan penderita (droplet, leleran, hidung, serpihan kulit), terbawa manusia, melalui angkutan dan kandang.

Untuk pencegahan dan penanganan penyakit mulut dan kuku ini dapat dilakukan dengan cara biosekuriti dan medis.  Pencegahan dengan cara biosekuriti merupakan oprlindungan pada zona bebas dengan membatasi gerakan hewan, pengawasan lalu lintas dan pelaksanaan surveilans sedangkan pencegahan secara medis yaitu dengan melakukan vaksinasi.  

Oleh : Kurniati. SP (Penyuluh Pertanian Madya)

PENGUNJUNG

37198

HARI INI

38137

KEMARIN

37015073

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook