Diseminasi Teknologi

STRATEGI PEMILIHAN VARIETAS PADI YANG SESUAI UNTUK LAHAN RAWA LEBAK

Selasa, 26 Okt 2021
Sumber Gambar : https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id

Rawa lebak adalah rawa yang terletak jauh dari pantai dan tergenangi air akibat luapan air sungai atau air hujan yang menggenang secara periodik atau terus-menerus. Lahan rawa lebak memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian melalui pengelolaan yang tepat.

Pengelolaan rawa dimaksud adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi kegiatan pengembangan rawa tersebut. Pengembangan rawa adalah upaya untuk meningkatkan kemanfaatan fungsi sumber daya lahan dan air yang terdapat di daerah rawa. Oleh sebab itu, rawa harus dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

Lahan rawa lebak mempunyai keunggulan spesifik antara lain dapat menghasilkan padi saat musim El-Nino, sementara agroekosistem lain (sawah irigasi dan tadah hujan) pada kondisi kekeringan (bera). Oleh karena itu, rawa lebak disebut juga sebagai tongga prodi (kantong penyangga produksi padi).

Rawa lebak merupakan rawa non-pasang surut yang sumber airnya berasal dari curah hujan, baik curah hujan setempat maupun curah hujan kawasan hulu, sehingga ketinggian muka air dipengaruhi oleh curah hujan tersebut.

Di sisi lain, bentuk landscape kawasan rawa lebak umumnya seperti cekungan (mangkuk), sehingga dalam waktu yang sama terjadi variasi keting-gian genangan, antara kawasan pinggir hingga ke tengah cekungan tersebut. Kedua kondisi ini menyebabkan terjadinya variasi ketinggian genangan dan lama genangan.

Lahan rawa lebak dibagi dalam tiga tipe yaitu: 1) lebak dangkal, 2) tengahan, dan 3) dalam atau sangat dalam (Subagyo, 2006). · Lebak dangkal/pematang, wilayah yang mempunyai tinggi genangan antara 25-50 cm dengan lama genangan minimal 3 bulan dalam setahun. Wilayahnya mempunyai hidrotopografi nisbi lebih tinggi dan merupakan wilayah paling dekat dengan tanggul sungai. ·

Lebak tengahan, wilayah yang mempunyai tinggi genangan antara 50-100 cm dengan lama genangan 3-6 bulan dalam setahun. Wilayahnya mempunyai hidrotopografi lebih rendah dari lebak dangkal dan merupakan wilayah antara lebak dangkal dengan lebak dalam. ·

Lebak dalam, wilayah yang mempunyai tinggi genangan > 100 cm dengan lama genangan >6 bulan dalam setahun. Wilayah yang hidrotopografinya paling rendah.

Lahan rawa lebak menjadi lahan pertanian alternatif masa depan karena potensinya yang luas dan kesesuaian lahan untuk pertanian yang cukup baik khususnya untuk pengembangan tanaman padi. Salah satu kiat peningkatan produktivitas padi di lahan rawa (lebak)  adalah menggunakan varietas yang padi sesuai. Varietas-varietas unggul padi spesifik lahan rawa seperti Inpara (Inbrida Padi Rawa) telah dilepas oleh Balitbangtan, Kementan.

Pertanaman padi pada lahan rawa tidak terbatas pada  varietas unggul padi rawa (INPARA), tetapi juga terdapat varietas unggul padi yang non rawa, seperti VUB  untuk padi irigasi (INPARI). Varietas padi yang sesuai untuk lahan rawa lebak perlu memiliki sifat adaptif dan akseptabel.

Adaptabilitas berkaitan dgn kemampuan suatu varietas  padi beradaptasi pd lingkungan tumbuhnya (lahan  rawa lebak)  untuk tumbuh, berkembang, dan  menghasilkan secara optimal. Akseptabilitas terkait dengan faktor preferensi  kualitas  hasil, penampilan tanaman, dan nilai ekonomis. Sebagian besar didominasi  oleh varietas unggul, karena  dianggap hasilnya tinggi > 5 t/ha, Umur genjah (4 bulan) dan bisa menerapkan Indeks  Pertanaman (IP) 200.

Pemilihan varietas pada lahan rawa lebak dapat disesuaikan dengan tipe lebaknya dan musim tanam. Pada lahan rawa  lebak  dangkal  jika  musim kering (MK) dapat  dipilih varietas  Inpara 1 - 9, atau  Ciherang, Mekongga,  Inpari 9, Inpari 19,  Inpari-27, Inpari 30, sedangkan pada musim hujan (MH) dapat  menggunakan varietas  seperti Inpara 1 - 9 atau  Ciherang, Mekongga,  Inpari-11, Inpari-22,  atau Inpari-20.

Pada lahan rawa lebak tengahan untuk musim (MK) kering  dapat  menggunakan Inpara 1- 9, Ciherang, Mekongga, Inpari-13,  Inpari-18, Inpari-19,  atau Inpari-Sidenuk, tetapi pada Pada musim hujan (MH), pemilihan  varietas lebih terbatas  seperti Inpara 3, Inpara 4,  Inpara 5 atau Inpari-29  dan Inpari-30.

Sedangkan untuk lahan rawa lebak dalam  hampir semua VUB maupun varietas lokal padi  tidak dapat ditanam karena kondisi genangan yang mencapai > 100 cm dengan lama genangan >6 bulan dalam setahun.

Keberhasilan budidaya padi di lahan rawa lebak ini sangat tergantung pada keramahan alam karena umumnya sering mengalami banjir.

Demikian naskah ini saya buat semoga bermanfaat bagi kita semua.

Ditulis oleh                 : Religius Heryanto (BPTP Sulawesi Barat)

Sumber                      : Dikutip dari berbagai sumber

PENGUNJUNG

47274

HARI INI

58280

KEMARIN

43277651

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook