Materi Lokalita
JAWA TENGAH > KABUPATEN PATI > MARGOYOSO

Kendalikan Hama dengan Pestisida Nabati

Minggu, 31 Jul 2022
Sumber Gambar :

Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya adalah tumbuhan. Pestisida nabati relatif mudah dibuat dengan bahan dan teknologi yang sederhana. Bahan bakunya yang alami/nabati membuat pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. Pestisida ini juga relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang.

 

Pestisida nabati bersifat “pukul dan lari” (hit and run), saat diaplikasikan,  akan membunuh hama saat itu juga dan setelah hamanya mati, residunya akan hilang di alam. Dengan demikian produk terbebas dari residu pestisda  sehingga aman dikonsumsi manusia. Pestisida nabati menjadi alternatif pengendalian hama yang aman dibanding pestisida sintetis. 

 

Penggunaan pestisida nabati memberikan keuntungan ganda, selain menghasilkan produk yang aman, lingkungan juga tidak tercemar. Pestisida organik ini mampu mengatasi dan mengusir hama perusak tanaman pertanian dan perkebunan umumnya seperti kutu, ulat, belalang dan sebagainya

 

Beberapa manfaat dan keunggulan pestisida alami, antara lain:

  • Mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan (ramah lingkungan).
  • Relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.
  • Dapat membunuh hama/penyakit seperti ekstrak dari daun pepaya, tembakau, biji mahoni, dsb.
  • Dapat sebagai pengumpul atau perangkap hama tanaman: tanaman orok-orok, kotoran ayam.
  • Bahan yang digunakan nilainya murah serta tidak sulit dijumpai dari sumberdaya yang ada di sekitar dan bisa dibuat sendiri.
  • Mengatasi kesulitan ketersediaan dan mahalnya harga obat-obatan pertanian khususnya pestisida sintetis/kimiawi.
  • Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintesis. Penggunaan dalam dosis tinggi sekalipun, tanaman sangat jarang ditemukan tanaman mati.
  • Tidak menimbulkan kekebalan pada serangga.

 

Bahan – bahan yang digunakan untuk pembuatan pestisida nabati meliputi :

  1. Urin kelinci 20 Liter
  2. Jengkol beserta kulitnya 1 kg
  3. Bawang putih ½ kg
  4. EM4 1 botol

Cara membuat :

  1. Masukkan urin kelinci ke dalam tempat yang ada tutupnya (ember/blung)
  2. Masukkan jengkol yang sudah diiris beserta kulit yang sudah ditumbuk
  3. Masukkan bawang putih yang sudah diiris
  4. Masukkan EM4
  5. Tutup selama 2 minggu. Jika perlu diberi lubang kecil agar tidak meledak. Atau bisa juga ditengok dan diuapkan.

 Disusun Oleh : Sulistyani, SP.

PENGUNJUNG

36822

HARI INI

38137

KEMARIN

37014697

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook