Diseminasi Teknologi

TANAMAN PAKAN TERNAK SEBAGAI SUMBER PROTEIN DAN SERAT

Sabtu, 23 Okt 2021
Sumber Gambar : http://pertanian-mesuji.id/panduan-penanaman-rumput-gajah-odot/

 

TANAMAN PAKAN TERNAK SEBAGAI SUMBER PROTEIN DAN SERAT

Berbagai tanaman yang menjadi bahan pakan dapat digolongkan sebagai sumber serat kasar, sumber energi, dan sumber protein. Tanaman pakan tergolong sumber serat dan energi adalah rumput (family Graminae) seperti rumput alam, rumput gajah, king grass, daun jagung, dan lain-lain. Dan yang tergolong sumber protein adalah kacang-kacangan (family leguminosa) seperti gamal (glirisidae), indigofera, turi, lamtoro, stylo, daun kacang tanah, dan lain-lain. Salah satu komponen pakan ternak ruminansia, hijauan selalu mendapat porsi terbanyak yang diberikan yaitu 60-100%. Diantara semua jenis hijauan tersebut, ada yang mengandung nutrisi tinggi, mudah dibudidayakan, serta memiliki biomassa tinggi. berbagai tanaman pakan ternak yang dapat menjadi pakan ternak sebagai  berikut:

  1. Gamal (glirisideae)

Gamal (glirisidae), biasa disebut dengan dadap. Gamal sering juga digunakan sebagai tiang panjat sekaligus naungan tanaman lada karena tanamannya berbentuk pohon. Namun belum banyak diketahui sebagai pakan ternak sumber protein. Kandungan protein kasar daun gamal berkisar 18-24%. Gamal tidak dianjurkan pemberiannya dalam jumlah banyak, disebabkan kandungan serat kasarnya rendah dan dapat menyebabkan kembung. Gamal dapat diberikan dalam ransum ternak sapi maksimal 10% dari komposisi. Perbanyakan dapat dilakukan dengan biji dan stek. Tanaman gamal mudah tumbuh dan cocok untuk daerah tropis.

  1. Indigofera (indigofera sp)

Tanaman Indigofera termasuk kelompok leguminosa pohon saat ini telah dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak ruminansia termasuk kambing. Leguminosa memiliki prodiktivitas yang tinggi dan kandungan nutrien yang cukup baik, terutama kandungan proteinnya yang tinggi. Nilai nutrisi tepung daun Indigofera adalah: protein kasar 27,97%; serat kasar 15,25%, Ca 0,22% dan P 0,18%. Selanjutnya disebutkan bahwa sebagai sumber protein, tepung daun Indigofera sp.mengandung pigmen yang cukup tinggi seperti xantofil dan carotenoid. Indigofera sangat disukai oleh kambing dan sapi. Dapt diperbanyak dengan biji.

  1. Rumput Raja/ King grass (Pennisetum purpureophoides)

Rumput Raja adalah jenis tanaman perenial yang membentuk rumpun, daya adaptasi yang baik di daerah tropis, tumbuh baik pada tanah yang tidak terlalu lembab. Rumput raja merupakan sumber serat kasar, dimana kandungannya 32,6%. Disamping itu protein kasarnya cukup tinggi yaitu mencapai 15,67%. Dapat diperbanyak menggunakan stek. Jumlah anakan pada rumput raja lebih banyak dari pada rumput gajah, dimana jumlah anakkannya berkisar 15-25 batang.

  1. Rumput gajah (Pennisetum purpureum)

Rumput gajah (Pennisetum purpureum) merupakan rumput tropika yang mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan serta tahan terhadap kekeringan dan lindungan. Rumput tersebut mempunyai produksi tinggi, palatabel dan pertumbuhannya cepat. Penanaman dilakukan dengan stek, dapat dipanen pada umur 60 hst. Pemanenan berikutnya setiap 40 hari. Tinggi tanaman dapat mencapai ,8 m hingga 4,5 m. Rumput gajah merupakan sumber serat kasar dan energi. Kandungan serat kasarnya 34,2% dan protein 10,2%. Di Indonesia produksi segar rumput Gajah jenis Hawaii mencapai 277 ton/ha/tahun (36 ton/ha/tahun bahan kering).

  1. Rumput gajah odot/ gajah dwarf (Pennisetum purpureum cv. Mott)

Rumput gajah merupakan salah satu rumput unggul yang berasal dari Philipina dimana jenis rumput ini mempunyai produksi yang cukup tinggi. Selain itu menghasilkan banyak anakan, akar kuat, batang yang tidak keras dan mempunyai ruas-ruas daun yang banyak serta struktur daun yang muda sehingga sangat disukai oleh ternak. Walaupun rumput ini lebih pendek yaitu 1-1,5 m, namun jumlah anakannya lebih banyak yaitu 20-30 batang/rumpun.

  1. Rumput signal/ Rumput BD (Brachiaria decumbens)

Rumput BD baik digunakan sebagai rumput gembala karena lebih tahan injakan, pertumbuhan cepat, tahan terhadap kekeringan, toleran terhadap lahan kritis, dan cocok di daerah tropis. Kandungan serat kasar 30-35%, dan protein kasar 6-10%. Kapasitas tampung dalam 1 Ha 9-12 ekor sapi dewasa per tahun.

Budidaya dengan berbagai macam jenis rumput dan tanaman pakan ternak dapat menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan pakan. Peternak dapat memilih jenis tanaman pakan yang sesuai dengan keadaan ternak dan jenis ternak yang dibudidayakan. Tanaman pakan ternak dapat dilakukan sebagai tanaman sela atau ditanam khusus untuk pengembangan tanaman pakan ternak.

Sumber bacaan:

  1. https://pakanternak.fapet.ugm.ac.id/2019/01/11/mengenal-tanaman-pakan-ternak-bernutrisi-tinggi/
  2. https://babel.litbang.pertanian.go.id/index.php/sdm-2/15-info-teknologi/693-mengenal-tanaman-pakan-ternak-bernutrisi-tinggi
  3. Berbagai sumber media online dan tercetak

Penulis :Robinson Putra, SP., M.Si (Penyuluh Pertanian BPTP Lampung)

PENGUNJUNG

52760

HARI INI

73870

KEMARIN

50758392

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook