Diseminasi Teknologi

BERTANAM SAYURAN PEKARANGAN

Senin, 18 Okt 2021
Sumber Gambar : koleksi pribadi Fauziah YA

Pekarangan merupakan lahan yang mengelilingi sebuah rumah yang mempunyai batas kepemilikan jelas yang sebagian besar ditandai dengan pagar dan biasanya ditanami tanaman lebat dengan berbagai tanaman tahunan dan tahunan untuk penggunaan sehari-hari dan komersial.

 

FUNGSI PEKARANGAN

Menanam tanaman di perkarangan bisa berfungsi banyak, antara lain sebagai sumber gizi dan obat, atau batas perkarangan dengan tetanggamu, menjadi pagar hidup bila kamu pohon kelor, katuk, mangkokan. Bisa juga sebagai pupuk hijau yang ditanami kacang panjang, kacang merah sehingga bisa menjadi tanaman hias. Lebih lanjut, fungsi lahan pekarangan (Sopiah, 2006) ada beberapa macam yaitu:

  1. Lumbung Hidup, membantu penghuninya menyediakan sumber pangan misalnya tanaman tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, hasil ternak dan ikan. Fungsi ini akan sangat dirasakan terutama pada musim paceklik.
  2. Warung Hidup, menyediakan beragam jenis tanaman dan binatang peliharaan yang setiap saat siap dijual untuk kebutuhan pemiliknya. Fungsi ini juga sering disebut fungsi ekonomi.
  3. Apotik Hidup, menyediakan berbagai beragam jenis tanaman obat-obatan, seperti sembung, jeruk nipis, kunir, kencur, jahe, kapulaga dan sebagainya.
  4. Sosial Lahan, artinya pekarangan yang letaknya berbatasan dengan tetangga biasanya berfungsi untuk ngumpul-ngumpul hajatan, tempat bermain, berdiskusi, dan kegiatan sosial lainnya. Selain itu, antartetangga biasanya saling menukarkan hasil pekarangan agar terjalin keeratan hubungan sosial.
  5. Sumber Benih dan Bibit, keberagaman jenis tanaman dan ternak atau ikan di pekarangan, secara tidak langsung mampu menyediakan benih atapun bibit baik berupa biji-bijian, stek, cangkok, okulasi maupun bibit ternak dan benih ikan.
  6. Pemberi Keasrian, artinya pekarangan yang berisi beragam jenis tanaman, baik yang berupa tanaman rambat, tanaman perdu maupun tanaman tinggi dan besar, bisa menciptakan suasana asri dan sejuk.
  7. Pemberi Keindahan, artinya pekarangan yang ditanami dengan beragam jenis tanaman bunga dan pagar hidup yang ditata rapi akan memberi keindahan dan ketenangan bagi penghuninya.

 

KEUNTUNGAN PEMANFAATAN PEKARANGAN BAGI KELUARGA

Selain membuat halaman kita indah, keuntungan pemanfaatan pekarangan dengan menanam sayuran antara lain adalah memenuhi gizi keluarga. Berbagai tanaman sayuran, lalapan dan buah-buahan bisa jadi sumber protein, vitamin dan mineral yang baik bagi keluarga. Bahkan jika tersedia pekarangan yang cukup luas, sumber protein hewani juga bisa diperoleh dari ikan dan hewan ternak. Selain bergizi, sayuran yang kita budidayakan di pekarangan rumah juga lebih sehat karena kita tidak menggunakan pestisida kimia dalam pengendalian hama dan penyakitnya. Sayuran hijau atau berwarna merupakan mineral, protein nabati, zat besi, vitamin A,B,C dan serat. Pada umumnya makin gelap warna sayuran maka kandungan zat besi dan vitamin A cukup tinggi. Sayuran yang sangat mudah dimakan dan sangat mudah ditanam di perkarangan adalah bayam, kacang panjang, kangkung, mentimun, tomat, sawi, pare, daun bawang, labu siam, seledri, selada, cabai, dan lain-lain.

Selain tanaman sayuran, lahan pekarangan juga dapat ditanami jahe, kunyit dll yang dikenal sebagai apotik hidup untuk memenuhi kebutuhan  kesehatan sekaligus sebagai bumbu dapur. Selain itu, apabila lahan pekarangan cukup luas dapat juga ditanam buah-buahan.

Selanjutnya, bila dimanfaatkan secara intensif, hasil panen tanaman sayuran dari lahan sekitar tempat tinggal dapat menghasilkan sumber pendapatan sampingan. Bahkan kalaupun tidak dijual, setidaknya kita tidak membeli. Apabila lahan perkarangannya luas dan komoditas yang dibudidayakan adalah jenis tanaman sayuran yang bernilai tinggi, dapat juga kita menjualnya agar kita mendapatkan uang untuk ditabung 

 

PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI SUMBER KOMPOS

Pembuatan kompos dari limbah rumah tangga cukup mudah, kita hanya perlu mengumpulkan limbah organik seperti sayuran yang berdaun hijau, kulit kacang, tongkol jagung, kulit telur, dan pupuk kandang. Kemudian siapkan bak penampungan, karung goni, garpu tanah.

Cara membuat :

  1. Bahan yang disiapkan terlebih dahulu dipotong/cacah. Kemudian dimasukkan kedalam bak penampung selapis demi selapis dan tidak perlu terlalu padat. Tinggi masing-masing lapisan 15 cm
  2. Di atas tiap lapisan ditaburi pupuk kandang setebal 2 cm sebagi pemicu pelapukan dan dibasahi dengan air.
  3. Tumpukan tersebut kemudian tutup dengan karung goni dan biarkan selam 1 bulan.
  4. Untuk mengetahui proses pelapukan berjalan abikatau tidak, dapat menancapkan sebilah kayu ke dalam tumpukan, bila bagian yang ditancapkan terasa lembab dan hangat, berarti pelapukan berjalan dengan baik.
  5. Setelah 1 bulan dilakukan pembalikan dengan menggunakan garpu tanah setiap 1 minggu sekali agar sirkulasi merata hingga 2 bulan.
  6. Kompos siap digunakan bila sudah berumur 3 bulan, namun untuk mempercepat waktu pengomposan dapat menggunakan dekomposer.
  7. Ciri-ciri kompos sudah matang yaitu berwarna coklat kehitaman, tekstur remah, tidak lengket di tangan, dan tidak berbau.

 

BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI PEKARANGAN

Tidak semua benih sayuran dapat langsung ditanam, beberapa benih sayuran harus melalui tahap persemaian. Umumnya benih sayuran yang berukuran kecil melalui tahap persemaian seperti cabai, terong dan sawi namun tidak semua benih berukuran kecil harus disemai terlebih dahulu seperti bayam. Berikut ini merupakan tahapan persemaian yaitu:

  1. Buat tempat persemaian sesuai kebutuhan.
  2. Pupuk Kandang + 1 kg/m2.
  3. Campur pupuk kandang dan tanah.
  4. Tebar benih diatas bendengan.
  5. Tutup dengan karung plastik.
  6. Setelah 4-5 hari dari penebaran benih tutup plastik dibuka.

Penanaman di polybag

Bahan yang dibutuhkan antara lain tanah 1 bagian, pupuk kandang 1 bagian dan polybag (ukuran polybag disesuaikan dengan jenis tanaman). Cara membuatnya: campur tanah dan pupuk kandang. Masukkan tanah yang sudah tercampur ke dalam polybag. Setelah polybag siap, tanam 1-2 benih/polybag.

Penanaman di lahan/tanah

Pada pekarangan yang luas, penanaman sayuran sebaiknya tidak menggunakan polybag tetapi langsung di lahan. Namun penanaman di lahan sebaiknya tetap memperhatikan keindahan tata letak. Berikut ini adalah tahapan penanaman di lahan/tanah:

  1. Buat tempat penanaman (bedengan) sesuai kebutuhan.
  2. Cangkul tanah sedalam 20-30 cm dan ratakan, biarkan seminggu.
  3. Tebarkan pupuk kandang/kompos diatas bendengan sebanyak + 1 kg/m2.
  4. Lakukan penyiraman sesuai kebutuhan hingga lembab.
  5. Bedengan siap di tanami.
  6. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari.

Luas pekarangan yang sempit bukan halangan dalam melakukan budidaya sayuran di pekarangan karena saat ini ada cara baru untuk menanam yaitu dengan teknik vertikultur (penanaman sayuran secara bertingkat).

Cara membuat vertikultur yaitu dengan membuat rak dari alumunium atau pipa paralon diameter 10-15 cm yang dibelah dan digunakan sebagi tempat menanam sayur dengan media campuran tanah, pasir, pupuk kandang dan kompos. Selain menggunakan paralon, teknik vertikultur juga dapat menggunakan pot, polybag dan kaleng atau botol bekas.

 

Penyusun: Fauziah Yulia Adriyani (Penyuluh BPTP Lampung

Sumber: Sopiah, P. 2006. Menghijaukan Pekarangan Dengan Tanaman yang Bermanfaat. Jakarta (ID): PT Sinergi Pustaka. dan dari berbagai sumber lainnya

 

PENGUNJUNG

53254

HARI INI

73870

KEMARIN

50758886

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook