Gerbang Nasional

Pada MSPP Diperkenalkan Alat Bantu Memprediksi Erosi

Jum'at, 15 Okt 2021
Sumber Gambar :

[ Jakarta ]  Erosi merupakan hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh air atau angin. Penyebab erosi diantaranya perubahan tutupan lahan karena penebangan hutan dan/atau kebakaran lahan, Pengolahan tanah yang kurang tepat,  Curah Hujan dan aliran permukaan (runoff), Pengaruh iklim ektrim.

Sementara itu agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 38 yang bertemakan Pencegahan erosi di lahan pertanian, Pengenalan SI AGRIDSS untuk menghitung prediksi erosi dan rekomendasi pemupukan dilakukan secara virtual pada hari Jumat (15/10/2021) di AOR BPPSDMP.  

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam arahannya pada kegiatan MSPP mengatakan Sumberdaya manusia yang terlatih diperlukan, sehingga kita mampu merencanakan penggunaan pupuk sedikit namun produktivitas banyak. “Pertanian tidak ada yang rugi kecuali salah dalam manajemen”. ujar SYL. Lebih lanjut disampaikan Mentan bahwa petani harus hebat di budidaya, hebat di pascapanen dan hebat dalam memasarkan hasil pertanian. Setiap kabupaten ada percontohan 20 ha harus menghasilkan sama dengan 100 ha sebagai contoh didalam menerapkan pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada MSPP yang mengatakan Tugas Penyuluh Pertanian harus dapat meningkatkankan produksi pertanian di wilayah masing-masing dan mengimplementasikam informasi teknologi pertanian.

Lebih lanjut Dedi mengatakan diperlukan tanaman penghambat erosi yang petani harus tau dan kita harus menanggulanginya. “Penyuluh harus mampu menyampaikan kepada petani bagaimana petani meningkatkan produktivitas dengan mengimplementasikan teknologi informasi”. jelas Dedi.

Narasumber MSPP volume 38 merupakan Peneliti Balai Peneliti Tanah, Ladiyani Retno Widowati menginformasikan tentang aplikasi Agricultural Decission Support System (AGriDSS) yang merupakan alat bantu untuk memprediksi erosi dan kebutuhanan pupuk Pajale. “Cara penggunaan aplikasi AGriDSS dengan mengunduh rekomendasi pemupukan .apk tekan next lalu install “.jelas Ladiyani.

Narasumber selanjutnya Maswar pada kegiatan MSPP mengatakan “Kerusakan erosi terdapat pada dua tempat pada tempat erosi itu terjadi (in-site effect), dan pada tempat dimana tanah tersebut diendapkan (out site efect)”. ujar Marwar.

Sementara itu narasumber lainnya Rahmah Dewi Yustika mengatakan bahwa Sistem Informasi Penggelolaan Lahan (Silahan) dari Badan Litbang Kementan sekarang berganti menjadi aplikasi Soil AgriDSS yang dapat dilihat di website https://balitbangtanah.litbang.pertanian.go.id/ind/. “setelah masuk pada website tersebut pada menu sebelah kiri terdapat menu Soil AgriDSS yang selanjutnya di klik maka akan terhubung pada aplikasi Soil AgriDSS”. jelas Rahma. Dengan adanya aplikasi ini Rahma berharap dapat memenuhi kebutuhan petani dan penyuluh pertanian di lapangan. hvy

PENGUNJUNG

50476

HARI INI

55732

KEMARIN

40808941

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook